AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 61 Ti.. tidak mungkin,,,


__ADS_3

Santi yang sedang menikmati teh manis di gajebo rumah Panji sambil menatap bunga yang sedang mekar.


Tiba-tiba ponsel jadulnya berdering membuat Santi langsung merogoh ponsel yang ada di saku bajunya.


"Assalamualaikum.. "


Ucap Santi tapi tidak ada sahutan membuat Santi mengerutkan keningnya bingung, lamat-lamat Santi mendengar teriakan membuat Santi langsung berlari kedalam kamar.


Nafas Santi naik turun menyadari sesuatu dengan cepat Santi melacak keberadaan orang yang meneleponnya.


Tupil Santi melebar melihat dimana keberadaan si penelepon, dengan cepat Santi menelepon seseorang.


Sudah selesai lalu Santi keluar dari kamar tergesa-gesa sambil melirik kesana kemari mencari keberadaan bik Marni merasa aman Santi langsung membuka gigi palsu,kaca mata dan tompel lalu Santi membuangnya ketempat sampah.


Diluar gerbang sudah ada sebuah mobil sport yang sudah menunggu langkah kaki Santi semakin melebar lalu masuk duduk dikursi kemudi.


Mobil sport melaju dengan kecepatan tinggi sedangkan sang bodyguard mengikuti dengan mobil lain.


Tidak henti-hentinya Santi berdoa semoga orang yang meneleponnya baik-baik saja.


Jangan ditanya mobil sport itu melaju kencang sesekali menyelip dan melawan arus tidak peduli bahaya menghampirinya pikiran nya hanya satu ingin cepat sampai tujuan.


Dari kejauhan Santi melihat tiga mobil mengepung anak buahnya Santi melaju melewati mobil itu mata Santi melebar melihat mobil sahabatnya sudah terguling dengan tiga mobil hitam berhenti tidak jauh dari mobil sahabat nya.


Tangan Santi mengepal erat stir mobil sambil menambah kecepatan lajunya, Santi membuka kaca mobil tangan satunya memegang pistol dengan tangan satunya lagi memegang setir .


Mata Santi sudah memerah melihat seorang berpakain hitam berjalan mendekat sambil menodongkan pistol kearah mobil terguling sambil..


Dor...


Dor...


Duarrr....


Santi membidik tangan orang yang akan menembak sahabatnya,hingga berhasil membuat pistol ditangannya terlempar tidak sampai di situ Santi juga menembak mobil salah satu orang berpakain serba hitam itu hingga meledak.


Orang-orang yang berpakain serba hitam itu terkejut langsung melompat tapi sayang beberapa orang dari mereka terkena ledakan itu.


Santi keluar dari mobil nya dan berlari cepat kearah mobil sahabtnya, dengan dada bergemuruh.


Jangan ditanya orang-orang berpakain serba hitam itu terlibat perkelahian dengan bodyguard Santi.


"Serra,,, "


Teriak Santi berusaha membuka pintu mobil sesekali Santi menendang dengan amarah yang menggebu pintu mobil itu sangat sulit dibuka.


"Se.. serra,, bertahanlah... "


Lilir Santi cemas, takut dan marah menjadi satu, Gadis berhijab yang ada di dalam mobil hanya tersenyum melihat kepanikan sahabatnya.


"S... sky.. "


Ucap Serra, ya gadis berhijab itu Serra yang sedang berusaha menarik kakinya yang terjepit oleh tubuh Sandi yang sudah tidak sadarkan diri.


Brak...

__ADS_1


Pintu mobil itu berhasil Santi buka perlahan Santi membantu Serra keluar yang sedikit kesusahan karna kakinya terjepit. Beberapa bodyguar berlari membantu nona Mudanya hingga Serra berhasil keluar.


Grep....


Santi memeluk erat Serra dengan dada bergemuruh takut terjadi apa-apa pada sahabat nya begitupun Serra membalas pelukan Sky tah kalah erat.


"Aku baik-baik saja Sky,, tolong selamatkan paman itu.. "


Pinta Serra serak dari tadi menahan tangis, Santi yang tidak lain adalah Sky langsung mengisyaratkan pada anak buahnya supaya mengeluarkan dua orang yang masih ada di dalam mobil.


Sudah berhasil mengeluarkan dua orang lagi di dalam mobil mereka langsung membawa Sandi dan bodyguard kerumah sakit begitupun Sky membawa Serra walau Serra bilang baik-baik saja tetapi Sky kekeh untuk memeriksa keadaan Serra takut mengalami troma.


Sedangkan bodyguar yang lain membereskan tempat kejadian dan meretas CCTV.


Sky dari tadi terus bulak-balik di depan UGD berharap Serra baik-baik saja, kalau sampai terjadi apa-apa pada Serra sang Abang pasti ngomel tidak habis-habis.


Cklek...


Pintu ruangan UGD terbuka nampaklah dokter keluar melihat itu Sky langsung menghampiri sang Dokter.


"Dok bagaimana keadaan sahabat saya? "


"Alhamdulillah nona Serra tidak apa-apa dia hanya sok saja, dan kakinya mungkin beberapa hari baru pulih.. "


"Alhamdulillah... boleh saya lihat dok? "


"Silahkan nona, kalau begitu saya permisi dulu.. "


"Iya, terimakasih Dok. "


Balas sang Dokter langsung pamit, sedangkan Sky langsung masuk kedalam melihat keadaan Serra.


"Lihatkan aku baik-baik saja.. "


"Kau ini.. "


Kesal Sky langsung duduk di pinggir ranjang pasien, raut cemas seketika menghilang mendengar penjelasan dokter.


"Tapi tetap saja kamu harus pakai kursi roda dulu, lihat ini kening kamu juga terluka, dan ini tangan juga sama "


Ketus Sky sambil menunjuk luka serpihan kaca di lengan dan kening Serra.


"Ini luka kecil, bagaimana keadaan paman itu? "


Tanya Serra baru ingat kalau paman yang menyelamatkannya mendapatkan luka cukup parah.


"Paman dan bodyguard masih di ICU lukanya cukup parah ! "


"Aku mohon selamatkan paman itu, aku berhutang nyawa padanya, dia mendapatkan luka karna berusaha melindungi aku hiks... hiks.. "


"Kita doakan saja semoga Dia baik-baik saja.. "


Amin....


Ucap mereka berdua, Sky menyuruh Serra untuk istirahat tapi Serra malah bengong seakan memikirkan sesuatu membuat Sky mengerutkan kening.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa bengong hemmz...kamu belum bercerita kenapa kamu bisa bersama Pamannya Panji ! "


Tanya Sky bingung, sekarang giliran Serra yang dibuat bingung ketika Sky menyebutkan paman Panji yang artinya Panji pasti tau dimana kakaknya.


"Apa kamu tau dimana Panji berada? "


Sky menautkan kedua alisnya ketika Serra bertanya keberadaan Panji.


"Kenapa kamu malah menanyakannya! sebenarnya ada apa! "


Bingung Sky membuat Serra menghela nafas pelan bingung harus menjelaskannya dari mana.


"Ak.. aku sudah menemukan kakak kandungku! "


Deg...


Sky terkejut mendengar apa yang sahabatnya katakan, raut kebahagiaan terpancar di wajah Sky karna sahabatnya sudah menemukan keluarganya.


"Selamat ya.. aku bahagia.. "


"Tapi aku bingung! "


"Bingung! "


Ulang Sky sambil menautkan kedua alisnya menatap intens Serra.


"Aku tidak tau keberadaannya dimana, aku dan paman itu mau menuju dimana kakak ku berada tapi kami di hadang oleh beberapa orang, aku tidak tau mereka siapa! dan katanya kak Farhan sedang sakit, jika paman itu tidak selamat bagaimana aku bisa bertemu dengan kakak hiks.. hiks... "


Jelas Serra mulai terisak, sudah lama Serra mencari keberadaan sang kakak tapi kebahagiaan itu seakan diambil paksa kembali, jalan satu-satunya hanya paman itu yang tau dimana keberadaan sang kakak.


Sky hanya diam menatap sahabatnya dengan penuh arti sambil menarik Serra kedalam pelukannya.


Apa orang yang sama ! jika benar maka target kecelakaan itu bukan paman Sandi melainkan Serra. Aku harus menjaga Serra sekarang nyawanya dalam bahaya! Ck. Sepertinya kalian mau bermain-main denganku.


Batin Sky menyeringai dengan tangan mengelus-elus punggung Serra mencoba menenangkan.


Cklek....


Seorang bodyguar masuk kedalam dengan tergesa-gesa, raut wajahnya terlihat panik dan takut.


Membuat Sky dan Serra langsung melepaskan pelukannya, Sky menatap tajam bodyguar nya yang menunduk dengan wajah ketakutan.


"Ada apa? "


Ucap Sky dingin membuat bodyguard itu semakin gemetar bingung harus mengatakan apa.


"Cepat katakan ! "


"Ma.. maaf No.. nona orang i.. itu ti.. tidak bisa di se.. selamatkan "


Deg...


"Ti.. tidak mungkinn,,,, "


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2