AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
37 Sky pergi Kak...


__ADS_3

Ruangan yang tadinya tegang menjadi rasa haru melihat Kayla menerima kata maaf dari Panji.


Adik-kakak itu saling berpelukan satu sama lain, mencurahkan gejolak hati masing-masing.


Kayla menangis dipelukan sang kakak membuat Andre menitikan air mata melihat anak-anaknya sudah baikan.


Tapi ada sesuatu yang kurang membuat Andre berdenyut sakit.


"Sayang lihatlah putri kita Laila sudah kembali.. apa kamu melihatnya. Aku yakin kamu juga bahagia dialam sana ! tunggu aku menyusulmu. "


Jerit batin Andre sakit, jika saja ada sang istri pasti kebahagian itu semakin sempurna. Tapi nyatanya Allah berkehendak lain.


Akbar merasa bahagia melihat Kayla sudah tidak ketakutan lagi, begitupun om Andi dan tante Ani.


Sedangkan Sky dari tadi sudah keluar dari ruangan itu tampa satu orangpun tau, Sky duduk di kursi tunggu sambil memejamkan kedua matanya.


Perlahan Sky membuka kedua matanya kembali sambil menghela nafas kasar. Sekuat tenaga Sky menahan sesuatu yang membuat Sky gemetar.


Aku kuat! semua baik-baik saja. Tidak terjadi apa-apa Sky, jangan takut ! kamu sudah berhasil, kamu berhasil, baktin Sky monolog pada dirinya mendiri.


Keringat dingin mulai membasahi pelipis Sky dengan cepat Sky mengusapnya.


Huh...


Sky lagi-lagi membuang nafas kasar berusaha menenangkan dirinya sendiri sambil mengelus dadanya dengan hati yang terus beristigfar.


"Nak Sky.. "


Deg..


Sky terlonjat kaget mendengar suara orang yang memanggilnya, dengan cepat Sky menyembunyikan kegugupannya dengan senyum tipis.


"Terimakasih, Nak. Lagi-lagi kamu menolong keluarga Paman "


Ucap Andre tulus sambil duduk di sisi Sky dengan jarak beberapa centi meter,Sky bisa melihat guratan kesedihan, kebahagiaan dan kerinduan yang terpancar didalam bola mata laki-laki paru baya disampingnya.


"Alhamdulillah.. bukan Sky yang menolong paman, Allah yang menolong keluarga paman Sky membantu hanya sebisanya saja. "


"Oh iya paman kedatangan Sky kesini mau memberikan ini "


Ucap Sky sambil memberikan sebuah plasdisk berwarna hitam. Andre langsung mengambilnya dan menggenggamnya erat.


"Tugas Sky di sini sudah selesai, semoga paman bisa menyelesaikan urusan paman. "


"Terimakasih banyak, Nak. Kamu sungguh gadis yang baik, doakan paman untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Sudah cukup anak-anak paman yang jadi korban paman tidak mau keponakan paman juga terseret. "


"Amin, oh iya paman mungkin besok Sky akan kembali ke-Turki . "


Ada rasa tidak rela dihati Andre mendengar Sky akan kembali kenegara asalnya, tapi siapa Andre! Andre juga tidak bisa mencegahnya.


"Hati-hati dijalan, Nak. Titip salam buat kedua orang tuamu. Sampaikan rasa terimakasih paman pada mereka! "


"Insyaallah paman, kalau begitu Sky pamait. "


Entah kenapa hati Andre begitu gusar melihat kepergian Sky seakan ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.

__ADS_1


"Tunggu! "


Teriak Andre membuat Sky langsung menghentikan langkahnya, dan berbalik sambil tersenyum kearah paman Andre yang berjalan mendekatinya.


"Iya ada apa Paman? "


Tanya Sky membuat Andre menghela nafas pelan. Andre menatap gadis yang ada dihadapannya itu, gadis kuat, tegas dan penuh kasih sayang mengingatkan Andre pada almarhumah sang istri.


"Paman tidak tau apa yang sedang Allah rencanakan, takdirnya mempertemukan Sky dengan Paman dan menjadi penolong keluarga paman. Padahal paman tau jarak kita begitu terbelah oleh Benua . "


Ucap Paman Andre menjeda ucapannya sambil menarik nafas pelan.


"Jika suatu hari nanti terjadi sesuatu pada paman, maukah Sky menolong Panji dalam kesesatan! "


Deg....


Jantung Sky berdekum kencang mendengar apa yang paman Andre ucapkan seakan sebuah amanah yang sangat besar membuat Sky gemetar, tapi dengan sekuat tenaga Sky menyembunyikan tangan gemetarnya kedalam saku gamisnya.


"Paman tau ini berat buat Sky, tapi Paman tidak mau melihat putra paman melakukan hal bodoh untuk yang kedua kalinya, ada aura yang mengerikan didirinya jika putra paman hilang kendali seperti apa yang pernah Sky lihat. "


"Tap.. "


"Berjanjilah...paman yakin kamu bisa! "


Sky hanya diam bingung harus menjawab apa! melihat wajah memelas paman Andre membuat Sky iba. Hati Sky akan mudah luluh jika seperti itu! tapi Sky juga tidak mungkin bisa berjanji! .


"Tapi Sky benar-benar tidak bisa berjanji paman, Sky akan kembali ke-Turki mana bisa menjaga putra paman! "


"Paman yakin kamu akan kembali diwaktu yang tepat. "


"Tapi Sk.. "


Ucapan Sky tertahan melihat bodyguard nya memanggil, Sky menjadi serba salah. Apa yang harus Sky lakukan! .


"Maaf paman Sky harus segera pergi "


Akhirnya hanya itu yang bisa Sky ucapkan membuat paman Andre tersenyum tipis entah apa dibalik senyuman itu.


"Iya, hati-hati.. "


Sky langsung meninggalkan paman Andre sendirian dengan tatapan penuh harap. Sesekali Sky menengok dengan perasaan campur aduk. Bingung, bingbang membuat Sky tak pokus berjalan membuat Sky sesekali hampir saja menabrak orang lain.


Tapi dengan sigap sang bodyguar menghalanginya supaya nona Mudanya aman.


"Nona tidak apa-apa? "


"Tidak apa-apa Paman.. "


" Oh iya abang dimana? "


"Tuan muda sedang jalan-jalan tapi katanya mau lihat kantor om Air! "


Sky tersenyum tipis mendengar apa yang bodyguar nya katakan. Sky tau apa yang dilakukan abangnya itu.


"Paman antarkan Sky ke pemakaman! "

__ADS_1


"Siap Nona.. "


Sky memejamkan kedua matanya sambil menyandarkan kepalanya kesenderan kursi mobil. Rasanya hari ini hari melelahkan bagi Sky,Sky mengingat serangan dadakan dimana dua mobil menghadangnya.


Sepuluh orang berpakain serba hitam menyerangnya secara tiba-tiba entah siapa mereka Sky sendiri tidak tau! .


Sky mengingat-ngingat apakah dirinya punya musuh atau tidak di Indonesia, Sky yakin dirinya tidak mempunyai musuh sama sekali.


Tapi kenapa orang-orang itu menyerang Sky, apa motif dan keuntungan mereka.


"Tunggu! apa jangan-jangan musuh paman Andre ! mereka tau aku kalau aku menyelamatkan paman Andre.. "


Gumam Sky pelan sambil membuka kedua matanya.


Seketika Sky menyunggingkan senyum seringai dengan tatapan lurus kedepan membuat sang bodyguar yang tak sengaja melihat dari kaca spion bergidik ngeri.


Mobil berhenti tepat di parkiran TPU(tempat pemakaman umum) Sky langsung keluar melewati beberapa makam.


"Assalamualaikum eh nenk Sky ya.. "


"Waalaikumsalam, benar pak"


"Sudah lama ya baru kelohatan lagi "


"Iya pak, Sky baru ada waktu jadi nyempetin jiarah dulu kemakam kakek dan nenek "


"Yasudah silahkan nenk.. "


"Terimakasih pak.. "


Ucap Sky lembut pada bapak penjaga makam lalu Sky meneruskan langkahnya kembali hingga Sky berhenti diantara dua makam .


AHMAD KHOERUL AZAM dan RAHMA QOLAYUBY dua nama yang terukir indah dipapan nisan.


Tahlil, tahmidz dan bacaan qur'an terakhir doa Sky panjatkan untuk keselamatan dan ketenangan kakek dan neneknya dialam sana.


Sudah selesai dengan doanya Sky langsung pergi tapi langkahnya berhenti tepat di depan makam Amira Mahardika putri dari teman sang Ummah yang sudah Sky anggap kakak sendiri.


Sky menatap lamat ukiran yang mengukir indah nama Amira Mahardika, entah dorongan dari mana tangan Sky terulur mengelus nama itu.


"Semenjak kejadian itu kenapa kakak datang pada Sky ! "


Lilir Sky sambil menundukan kepala, menahan gejolak sesak didada.


Sky dan Panji seakan dua inshan yang akan Allah satukan dalam perjalanan rumit.Atau itu hanya sekedar kebetulan saja! bukankah sesuatu didunia ini tidak ada yang namanya kebetulan! .


Entahlah takdir apa yang akan menuntun jalan hidup Sky dan Panji.


Dua manusia yang sama-sama terpuruk dengan masalah berbeda, akankah keduanya bisa melewati perjalanan hidupnya masing-masing. Atau Allah satukan dalam satu ikatan penyempurna dan penutup luka.


"Sky tidak tau! biarkan Sky menjalani hidup Sky tampa ada beban, Sky mohon Kak.. "


Lilir Sky sambil menghapus bulir bening yang mulai menetes.


"Sky pergi Kak.. "

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2