AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 71 Penuh haru


__ADS_3

Keadaan Bimo begitu mengenaskan di Tangan Panji, yang begitu membabibu memukul dan menendang Bimo dengan luapan amarah yang dari tadi sudah mengubun.


Darahnya mendidih membuat Panji seakan kesetanan tidak membiarkan celah sedikitpun untuk Bimo kabur.


Bug...


"Ini untuk Mamah ku.. "


Bug...


"Ini untuk Papah ku... "


Bug.. bug...


"Ini untuk adik ku... "


Bug... bug...


"Dan ini untuk paman dan bibiku.. brengsek,, "


Bug...


Bentak Panji menyala dengan nafas naik turun, terus memukul wajah Bimo yang sudah tidak berbentuk lagi.


Darah segar keluar dari hidung,pelipis dan sudut bibi Bimo sampai robek membuat Bimo tidak bisa menghindar ataupun melawan serangan Panji yang begitu cepat membuat Bimo kewalahan.


Bahkan Bimo sulit untuk menggunakan senjatanya karna Panji tidak membiarkan jeda sedikitpun.


Di sisa tenaganya Bimo berusaha bangun sambil mencengkram kaki Panji. Seketika mata Bimo melebar melihat putrinya berlari ingin menyelamatkan pemuda yang ingin Bimo bunuh.


"Jojo jangan sakiti anakku..uhuk.. "


Dor...


Dor...


"Sarah,,,"


Bruk...


Teriak Bimo tertahan merasakan sakit di bagian uluh hatinya,menatap nanar sang putri yang tersungkur.


Belum sempat Sarah tersungkur Farhan langsung berbalik dan menangkap tubuh Sarah di sisa tenaganya hingga Farhan terjatuh dengan Sarah berada di pelukannya.


Cairan bening keluar dari mulut Sarah membasahi dada bidang Farhan, bibir Sarah bergetar seakan ingin menyampaikan sesuatu tapi rasanya sulit, tenggorokan terasa tercekik.


"Si.. sialan kau Jojo... "


Dor...


Panji menembak Jojo yang akan mengarahkan tembakannya pada Bimo yang sudah tidak berdaya, teriakannya tertahan di sisa rasa sakit yang membuat dadanya sesak.


Sedangkan bik Marni menjerit melihat cucu kesayangannya tertembak, bik Marni berlari kearah cucunya.Tapi sayang Rafli mencengkal erat tangannya membuat bik Marni memberontak ingin di lepaskan.


"Lepas sialan akan ku bunuh kau... Sarah.. "


Bentak bik Marni sambil memanggil sang cucu.


Tidak lama polisi datang yang sejak tadi bersembunyi di balik semak-semak dekat perkebunan samping Villa Bimo.

__ADS_1


"Angkat tangan kalian,,, "


Dor...


Teriak komando polisi sambil melesatkan tembakan keudara mengisyaratkan supaya diam ditempat.


Para polisi langsung mengamankan anak buah Bimo yang sudah babak belur, begitupun Bimo yang tidak sadarkan diri langsung dibawa kerumah sakit, bik Marni terus memberontak karna di seret oleh para polisi sedangkan Jojo mati di tempat akibat dua peluruh yang Panji bidikan tepat di kepala dan jantung Jojo.


Hening...


Hening....


Suasana jadi hening melihat dua manusia yang saling diam, Sarah berusaha menggerakan tangannya ingin menggapai wajah Farhan.


Farhan hanya diam saja menatap datar keadaan Sarah yang sekarat di pelukannya.


"Ma.. maaf... "


Bruk...


Lilir Sarah di sisa tenaganya hingga tangan Sarah melorot dengan kesadaran yang mulai menghilang.


Grep...


Kamal menggendong Sarah masuk kedalam mobil dengan Farhan yang masih diam tidak bergeming Sama sekali menatap penuh arti kepergian Sarah yang dibawa oleh Kamal.


"Tuan Muda.. "


Ucap salah satu anak buah Panji mengagetkan Farhan, hingga Farhan tersadar kalau Sarah sudah tidak ada lagi di dalam dekapannya.


"Mari.. "


Grep...


Panji dengan ringan membantu Farhan berdiri membuat Farhan terkejut sambil melirik kearah Panji yang hanya diam dengan muka datarnya.


Farhan merasa tidak enak karna mereka tidak sedekat itu,tampa bicara Panji menuntun Farhan berjalan dengan Farhan hanya pasrah saja.


Deg....


Farhan mematung melihat dua wanita yang ada di dalam mobil yang akan Farhan masuki di bantu Panji.


Mata salah satu gadis itu berkaca-kaca melihat keadaan Farhan membuat Farhan mengerutkan kening bingung.


"Ka.. kakak... "


"Kakak ! "


Ucap Farhan pelan mengulang panggilan gadis di sampingnya sambil duduk nyaman di kursi mobil ,mata Farhan menelisik gadis di sampingnya yang sudah mengeluarkan air mata dan melirik sekilas pada Panji seakan meminta penjelasan.


"Dia adikmu Fatimah yang paman Sandi buang. "


Deg..


Seketika tubuh Farhan membeku dengan jantung hampir meloncat dari tempatnya ,Panji menutup pintu mobil memberikan waktu dan ruang pada dua saudara itu, begitupun Sky yang dari tadi sudah keluar menuju dimana kedua bodyguard setianya menunggu dengan pintu mobil yang sudah di buka seakan menyambut kedatangan nona Mudanya.


Tangan Farhan telulus gemetar dengan mata yang terus menelisik wajah sang adik yang sudah lima belas tahun menghilang.


Grep...

__ADS_1


Serra meraih tangan Farhan lalu mencium punggung tangan sang kakak dengan khidmah hati Farhan berdesir merasakan kehangatan yang menjalar keseluruh tubuhnya dari kecupan rindu sang adik.


Lalu Serra menyimpan tangan besar sang kakak di sisi kiri wajahnya dengan bulir bening yang dari tadi terus keluar tampa henti.


"Ka.. kakak.. "


"Fa.. fatimah.. "


Grep...


Farhan menarik tubuh sang adik ke dalam dekapannya erat begitupun Serra memeluk sang kakak begitu erat menyalurkan rasa rindu yang begitu besar di keduanya.


Rasa bahagia, haru dan rindu dua saudara itu luapkan dengan isak tangis keduanya yang menjadi saksi bisu keheningan dalam mobil itu.


Mereka berdua hanyut dalam perasaan masing-masing yang tidak bisa di jabarkan oleh kata, rasa Syukur Serra panjatkan kepada pencipta alam yang memberi kebahagian tidak bisa di ukur, rasa bahagia ini terlalu besar hingga Serra sulit untuk menjabarkannya behitupun Farhan hanya diam dengan isak tangis yang menjadi saksi bahagianya hati Farhan.


Disaat orang-orang pergi satu persatu meninggalkannya membuat dunia Farhan begitu hampa tampa warna tapi lihatlah Allah tunjukan kasih sayangnya bahwa Allah selalu tau apa yang akan terjadi pada kita selanjutnya di balik kesedihan dan kesengsaraan itu.


Begitu baiknya Allah mengembalikan yang hilang belasan tahun dan kini ada di depan matanya tampa Farhan cari, terus apalagi yang kita inginkan agar Allah memberinya, tapi cukup satu yang Allah pinta hanya BERSYUKUR .


"Fa.. fatimah.. "


"Ka.. kakak.. "


Lilir mereka berdua barengan melepas pelukannya walau sangat berat, Farhan menghapus sisa air mata yang ada di pipi sang adik begitupun Serra melakukan hal yang sama seperti apa yang Farhan lakukan.


"Ka.. kamu ma.. masih hidup D.. dek.. "


"Ma.. maafkan ka.. kakak yang ti.. tidak mencarimu.. "


Serra menggeleng tidak suka atas ucapan sang kakak Serra faham kenapa kakak nya tidak mencari dirinya karna Serra juga beberapa tahun lalu baru kembali ingatannya kalau dia masih punya kakak yang masih hidup. Ketika Sky mengutus Serra ke Indonesia menggantikan Sky membantu perusahaan om Air Serra bahagia karna itu Serra bisa mencari keberadaan sang kakak namun sulit tapi berkat bantuan Sky Serra menemukan sang kakak dan kini kakak nya ada di hadapannya.


"Se.. serra mengerti Kak,apa nama asli Serra Fa.. fatimah seperti inisial yang ada di kalung ini. "


Ucap Serra memastikan sambil mengeluarkan kalung di balik kerudungnya begitupun Farhan mengeluarkan kalung yang sama di balik bajunya.


Dua saudara itu mendekatkan kalung yang sama hingga menyatu seakan ada magnet membentuk lingkaran Love. Kalung itu seakan di rancang khusus , Serra meneliti kalung yang sudah menyatu itu dan membalikannya ,mata Serra menyipit melihat deretan tulisan yang menyambung .


"Ka.. kakak tulisan ini seperti tidak asing! "


"Itu adalah cap khusus keluarga kita yang sengaja Ayah dan Mamah buat, supaya harta warisnya tidak jatuh ke tangan yang salah. "


"Terimakasih kakak sudah mau bertahan.. "


"Kakak yang harus nya berterimakasih Adek sudah mau bertahan.. "


Grep...


Adik kakak itu kembali berpelukan rasanya dua saudara itu tidak mau berpisah kembali.


"Awwss... "


Ringis Farhan karna luka di punggungnya ketekan oleh tangan sang adik.


"Astagfirullah... kakak harus segera di periksa.. "


Panik Serra baru sadar kalau punggung sang kakak cidra kembali, Fahan hanya tersenyum melihat kepanikan sang adik rasanya Farhan tidak bisa menjabarkan betapa bahagianya dirinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2