AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 83 Pertarungan!!


__ADS_3

Daichi berusaha tenang menghadapi Panji yang begitu arogan, jika saja bukan Panji yang Daichi hadapi tentu dari tadi Daichi sudah menghajar Panji yang seenaknya tiba-tiba datang dan duduk di hadapannya.


"Kenapa kau diam, kau belum menjawab pertanyaanku?"


Tekan Panji dari tadi berusaha menahan gejolak yang siap meledak kapan saja.


"Kau mengancamku, aku bekerja sama dengan Mr. Haiko bukan kau.... "


"Apa kau lupa siapa Presdir disini."


Glek....


Daichi menelan ludahnya kasar, sangat sulit sekali jika berargumen dengan Panji yang tentunya Daichi akan kalah.


"Pilihan mu cuma dua, pertama. Kau lanjutkan kontrak kerja sama ini dan berikan Angensi model padaku kalau tidak aku akan menghancurkan kampanye ayahmu,kedua.Kau boleh membatalakan tetapi harus mengganti rugi 80% jika tidak bisnis gelap mu akan ku ratakan. "


Brak...


"Apa-apa an ini, kau mau memerasku... "


Sengit Daichi menggebrak meja dengan amarah yang sudah mengubun, Panji hanya diam dengan wajah angkuhnya.


"Kenapa kau ikut campur urusanku hah... aku tidak mengusik kau sama sekali... "


Ha.. ha..


Panji tertawa mengejek seakan tawa itu ancaman bagi Daichi. Ingin sekali Daichi menghajar Panji tapi Daichi harus hati-hati Panji bukan orang yang mudah mengancam jika memang ada orang yang benar-benar mengusiknya.


" Kau bekerjasama dengan anak perusahaanku hanya ingin menutupi bisnis dan uang gelap mu, sungguh trik yang licik. Tapi kau lupa siapa yang kau hadapi. "


Tekan Panji berusaha tenang membuat Daichi benar-benar terpojok karna rencananya sangat mudah di baca oleh Panji.


"Baiklah jika kau memilih yang ked... "


"Bedebah.. "


Brak...


Daichi menendang meja membuat Mr. Haiko yang sendari tadi diam segera menyingkir. Panji dengan tenangnya menahan gerakan meja itu yang akan menghimpit kedua kakinya.


"Kau selalu saja menjadi penghalang rencanaku.. "


Srett....


Bentak Daichi menyala sambil mengeluarkan pisau lipat di balik jasnya dan menyerang Panji. Panji langsung menghindar dari serangan Daichi hingga pisau itu hanya mengambang diudara.


Perkelahian dua penguasa itu begitu sengit hingga ruangan yang tadinya begitu rapih menjadi berantakan dengan pecahan kaca dimana-mana.


Dengan mudah Panji menghindar dari serangan Daichi dimana membuat Daichi semakin murka dan sialnya kenapa tidak ada satupun anak buahnya yang masuk membantunya padahal Daichi sudah memberi kode pada tombol pergelangan jam tangannya.


Bruk...


Daichi terpelanting mendapat tendangan dari Panji membuat pisau yang dia pegang terjatuh. Daichi berusaha bangun dan menyerang kembali Panji dengan membabibu.


Bug...


Satu tinjuan berhasil mengenai sudut bibir Panji membuat Daichi tersenyum senang, tetapi sayang selanjutnya Daichi tidak diberi celah sedikitpun untuk bisa menghindar dari serangan cepat Panji.


Bug...Bug... Bug....


Brak...


"Sitttt.... "


Daichi menggeram penuh dendam berusaha bangun, dimana Daichi terpelanting kedingding membuat punggungnya seakan koyak.


"Itu belum seberapa dengan apa yang kau lakukan bajingan... "


"Ma.. maksudmu apa sialan... "


Bentak Daichi tidak mengerti kenapa Panji bisa semurka itu.


"Karena kau su.... "


"Ka.. kakak... "


Deg...


Daichi membelalakan matanya melihat Haruka muncul bersama Mrs.Larisa dan yang membuat Daichi tidak bisa pokus mendengar Harukan menyebut nama Kakak.


"Kau sudah faham apa kesalahanmu. "


"Ka...kakak... hiks... "


Jder....


Bagai disambar petir di siang bolong, jantung Daichi terpacu lebih cepat dengan tupil yang melebar sempurna melihat pemandangan di depannya. Gadis tawanannya,Haruka memanggil Panji dengan sebutan Kakak apalagi memeluk Panji begitu penuh perlindungan.

__ADS_1


Cup...


Panji mengecup puncak kepala sang adik lalu menghapus air mata yang keluar dari pelupuk mata sang adik dengan hati yang sesak.


Panji menatap tajam Daichi dengan kepalan tangan menguat, mata Panji sudah memerah dengan kemarahan yang mengubun.


"Kesalahan mu karena kau sudah menghancurkan A-D-I-K K-U."


Duarr....


Tenggorokan Daichi seakan tercekik mendengar apa yang Panji ucapkan, bagaimana mungkin gadis itu adik Panji. Bodoh! kenapa Daichi tidak menyadarinya, pantas saja Panji marah, ter... ternyata gadis sialan itu adiknya, batin Daichi berusaha menetralkan kegugupannya.


Panji berjalan kearah Daichi dengan rahang yang mengeras membuat Daichi mundur kebelakang.


"Panji aku bisa jelaskan, a.. aku tidak tau kalau gadis itu adik mu. Ak.. "


Bug... Bug... Bug...


Pukulan terus Panji layangkan tampa henti membuat Daichi kembali tersungkur, amarah Panji sudah tidak bisa di bendung lagi.


Krek...


"Awwss....Le.. lepas sialan... "


Jerit Daichi tangannya di injak oleh Panji sampai memerah, tidak sampai di situ Panji terus menghantam wajah Daichi dengan kepalan tangan kuatnya.


"Bangun sialan.. "


Bug...


"Itu untuk bajingan seperti kau.. "


Bug..


"Kau sudah melecehkan adik ku.. "


Bug... bug... bug....


"Itu karena kau sudah menghancurkan hidup Adik ku... "


"Ah... sialan... ah.... "


Bug... bug... bug.....


Bentak Panji menyala terus memukul Daichi babak belur, darah segar keluar dari hidung, pelipis dan sudut bibir.


"Hiks.. sudah kak.. "


Panji menghentikan aksinya mendengar isak tangis sang adik yang begitu menyayat hatinya. Hati Panji sungguh sakit melihat keadaan sang adik yang begitu kurus, walau sang adik memakai meukup tetap saja Panji tau wajah pucat sang adik di balik meukup sialan itu.


"Kamal.... "


Teriak Panji menggema, Kamal langsung muncul di samping Tuannya dengan wajah datar.


"Potong kedua tangan bajingan itu yang sudah berani memukul adikku, dan hilangkan kelelakiannya jangan sampai dia mempunyai keturunan, satu lagi... Hancurkan reputasi Ayah nya jangan sampai duduk di bangku Pejabat tertinggi. "


"Baik Tuan. "


Kamal menyeret Daichi yang sudah tidak berdaya. Ingin sekali Panji menghabisi bajingan itu dengan tangannya sendiri tetapi Panji menahannya karna tidak mau membuat sang adik ketakutan.


Grep...


Panji memeluk sang adik erat menumpahkan rasa rindu, sedih dan sesal, karena sudah gagal menjadi sosok kakak pelindung, Panji gagal.


"Maafkan kakak dek, maaf... "


Lilir Panji sesak semakin mengeratkan pelukannya. Sedangkan Laila hanya bisa menangis dan menangis di pelukan sang kakak.


Rasa bahagia menyelimuti Laila karna bisa selamat dari cengkraman bajingan itu, tapi Laila juga terkejut melihat bagaimana sang kakak mengamuk, tidak pernah sekalipun Laila melihat kakak nya mengamuk dan hari ini Laila melihatnya. Hampir saja Panji menjadi pembunuh kalau tidak dengan cepat Laila mencegahnya.


"Sutt... jangan menangis semua sudah berlalu, bajingan itu tidak akan pernah menyakiti adek lagi.. "


Ucap Panji membut, sambil menghapus air mata sang adik.


Tampa Kamal sadari, Daichi mengambil pistol yang terselip di belakang pinggangnya, dengan sisa tenaganya Daichi mengambil dan


Dor....


Dor...


Deg....


Panji tertegun melihat kejadian yang begitu cepat terjadi. Laila, dengan tubuh lemahnya memeluk sang kakak hingga tembakan itu mengenai punggung Laila.


Daichi menggeram kesal karena Laila melindungi Panji, pistol itu Daichi arahkan lagi pada Panji tetapi dengan cepat Kamal


Bruk...

__ADS_1


Menotog Daichi membuat Daichi terdiam kaku.


"Sayang, Dek, bertahanlah.. "


Ucap Panji gemetar sambil menggendong sang adik menuju rumah sakit.


Panji bersumpah kalau sampai terjadi apa-apa pada sang adik Panji akan menghancurkan kerajaan bisnis Daichi.


Bersambung....


...ΩΩΩ...


Karya baru author Suami gagahku sudah Up ya..


Menceritakan tentang sebuah Dendam, Ambisi, Cinta, Kekuasaan,Persahabatan, dan ketulusan.


Yuk lihat Cuplikan.....


Seorang gadis memarkirkan motor sportnya di parkiran kampus dengan gaya seperti biasanya dia terus berjalan memasuki area kampus.


Banyak pasang mata laki-laki yang mengaguminya,bulu mata lentik ,alis tebal,hidung mancung dan bibir seksi dengan warna merah jambu alami. Namun sayang mereka tidak berani mendekati seorang MAUREN ANJANI VERNANDES jika ada yang berani siap-siap aja akan babak belur.


Apa lagi sorot mata Anjani yang tajam menghunus siapa saja yang berani memerhatikannya.


“Mauren gue denger ada anak baru ganteng” ucap Sindi antusias sambil duduk di sebelah Anjani.Sindi adalah sahabat satu-satunya Anjani tapi Sindi suka memanggil Mauren bukan Anjani katanya lucu aja kalau manggil Anjani harusnya gadis yang memiliki nama itu harus peminim nah ini boro-boro yang ada kelakuaannnya seperti laki-laki untuk itu Sindi memanggil Anjani dengan Mauren nama depan Anjani.


“Bodo amat”ucap Anjadi ketus Anjani tidak habis piker kenapa mempunyai sahabat yang centil amat tidak ketulungan apa lagi jika melihat cowo yang ganteng dikit Sindi akan seperti cacing kepanasan.Sikap Sindi yang seperti itu terkadang membuat dia mudah di manfaatkan tapi Sindi tidak pernah takut karna ada pahlawannya yang selalu menlindunginya dari peria playboy siapa lagi kalau bukan Maurennya Sindi.


“Ck. Ketus amat peminim dikit kenapa ? “


Balas Sindi geram sahabatnya selau saja bersikap seperti itu.


Anjadi memilih diam saja dari pada di lanjut tidak akan habisnya karna Anjani tau sikaf sahabatnya kaya gimana.


Anjani memilih membuka buku saja selain jago tekondo Anjani juga akan menjelma menjadi si kutu buku dan banyak lagi kelebihan yang Anjani miliki yang tidak orang lain tau kecuali sahabat centilnya itu yang ada di sebelah Anjani.


Riuh para mahasiswa berhenti ketika ada dosen yang masuk di ikuti seorang pemuda yang berpenampilan coll dan sorot mata yang tajam.


“Mohon perhatiaannya sebentar” ucap Dosen tegas.


“Kita kedatangan anak baru dari Yogyakarta,silahkan untuk memperkenalkan diri “ ujar Dosen lagi.


Para mahasiswi begitu antusias menunggu sang pangeran berbicara berbeda dengan Anjani yang matanya sibuk di gunakan untuk membaca tidak sedikitpun untuk melirik kedepan, membuat anak baru itu sedikit menyunggingkan senyum”menarik” batinnya.


“Hay semuanya perkenalkan nama saya Alex Davitson “ucap Alex tegas hanya itu yang dia ucapkan.


Dosen pun menyuruh Alex duduk di bangku yang kosong dan bangku itu tepat berada di belakang tempat duduk Anjani,Dosen pun langsung membahas pelajaran hari itu hingga waktu istirahatpun tiba membuat Sindi bahagia dan langsung menengok kebelakang dimana TEMPAT Alex duduk.


“Hay aku Sindi” ucap Sindi sambil menguluskan tangan dengan senang hati Alex membalasnya


“Alex” balas Alex singkat.


“Loe mau di sini atau ikut gue” ucap Anjani langsung pergi meninggalkan Sindi tampa menoleh sama sekali membuat Sindi menepuk jidatnya lupa kalau Anjani tidak suka kalau Sindi banyak bicara dengan laki-laki apalagi itu anak baru.


“Maaf yah gue harus susul dulu teman gue ” ucap Sindi bergegas pergi walau sedikit tidak enak pada Alex dengan pasrah Sindi menyusul Anjani ke kantin karna kebiasaan mereka selalu langsung ke antin .


“Sorry” ucap Sindi langsung duduk di sebelah Anjani yang sudah memesan makanan


“Hemmmmz” balas Anjani jengel ,karna sudah berapa kali Anjani mengingatkan Sindi bahwa jangan terlalu akrab dengan orang baru tidak tau kan orang itu baik atau enggak.


Sindi yang sudah mengerti sikap Anjani memilih duduk dan tidak mau berbicara lagi bibirnya tersenyum dan langsung makan dengan makanan yang sudah sedia di meja siapa lagi kalau bukan Anjani yang memesan kan nya.


Hari ini Anjani sedikit tidak bersmangat dalam mengikuti pelajaran yang dosen terangkan karna ada seseorang yang dari tadi sedang memerhatikannya namun Anjani sedikit tidak memperdulikannya dan sampai pulang pun orang itu masih mengikuti Anjani.Membuat Anjani sedikit menyunggingkan senyuman seringai “ ternyata mau bermain-main rupanya” gumam Anjani langsung menambah kecepatan motor sport nya hingga orang yang mengikuti Anjani juga langsung menambah kecepatannya mengejar Anjani.


“Sciiittttt”


Anjani langsung mengerem tiba-tiba membuat orang yang mengejar Anjani juga ikut mengerem dadakan karna terkejut Anjani memberhentikan motornya dengan posisi malang.


“Apa yang membuat loe membuntuti gue ! “


ucap Anjani dingin sambil membuka helm nya tampa turun dari motor.


“Kenapa sih loe dingin banget jadi cewe,gue suka sama loe” ucap nya geram ,Anjani sulit sekali di taklukan padahal banyak cewe-cewe di kampus yang mengejar-ngejarnya tapi cewe satu itu membuat dia tertantang.


“Ck.apa yang membuat loe berani berkata seperti itu”ucap Anjani berusaha tenang menghadapi kakak kelasnya yang satu itu,sok kegantengan dan berkuasa .


“ Gue bisa mengalahkan loe Anjani” ucapnya lantang karna dia tau bahwa Anjani suka sama cowo yang bisa mengalahkannya dengan begitu Anjani akan merasa dia paling berhak di sisinya dan kelak akan melindunginya.


“ Ok gue tang-tang loe Andrian” balas Anjani penuh penekanan.


Memang terlihat dan terdengar aneh kalau Anjani bisa menerima laki-laki yang bisa mengalahkannya dengan begitu Anjani merasa dirinya akan menjadi wanita yang istimewah mempunyali kekasih yang sangat gagah,walau pikiran Anjani masih lumrah.


“Kalau loe kalah loe harus jadi pacar gue” ucap Andrian tersenyum seringai.


“loe jual gue beli” ucap Anjani langsung turun dari motornya ingin sekali menutup mulut menjijikan milik Andrian.


Penasaran!!! Serbu yuk....

__ADS_1



__ADS_2