AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 36 Lihatlah..


__ADS_3

Disepanjang jalan Panji dan Sky hanya diam karna kecanggungan yang menyelimuti hati masing-masing.


Panji merutuki kecerobohannya kenapa dia sampai lupa menarik tangan Sky, seolah-olah Panji begitu mengkhewatirkan keselamatan Sky.


Bahkan tampa sadar Panji menyuruh Sky masuk kedalam mobilnya dan Panji menelepon anak buahnya untuk menjemput mobil Sky, Panji tidak mau ambil resiko takut terjadi apa-apa lagi dijalan pada Sky.


Sky menautkan kedua alisnya bingung melihat jalan yang Panji gunakan. Bukankah ini bukan jalan kerumah sakit,pikir Sky.


Tapi Sky tidak berani untuk bersua, kejadian dimana Panji menarik tangannya sungguh membuat jantung Sky berdetak kencang.


Padahal bisa saja Sky langsung menarik dan menghajar Panji karna sudah lancang memegang tangannya tapi entah Kenapa Sky malah membiarkannya.


Seperti ada magnet membuat Sky enggan untuk protes. Biasanya Sky akan mematahkan tangan orang-orang yang lancang memegang tangannya.


"Tidak apa-apa kan mampir kerumah saya. Saya mau mengambil beberapa keperluan. "


Dari sekian lama hening Panji memberanikan diri bersua menyadari kalau Sky sedang kebingungan.


"Dan maaf soal tadi! "


"Tidak apa-apa "


Hening...


Hening...


Hanya itu yang keluar dari mulut Sky, sungguh Sky tidak biasa satu mobil dengan orang asing. Biasanya hanya boleh keluarga, bodyguard dan orang terdekat Sky saja yang memang Sky nyaman satu mobil dengannya.


"Sudah sampai, mau ikut masuk atau tunggu di sini ! "


Sky hanya diam membuat Panji bingung sendiri.


"Didalam ada bi Marni. "


Ucap Panji cepat menyadari ketidak nyamanan Sky ,membuat Sky bernafas lega.


Panji langsung naik kelantai atas dimana kamarnya berada. Tak lupa Panji juga menyuruh bi Marni memberikan minum pada Sky.


"Terimakasih Bi.. "


Ucap Sky ketika bi Marni memberikan air mineral, bi Marni hanya tersenyum saja.


"Eh bibi tunggu! "


"Ada apa Non? "


Tanya bi Marni sopan pada tamu majikannya,walau sebenarnya bi Marni terkejut melihat den Panji membawa perempuan kerumah, apalagi Sky begitu canti, alis tebal, hidung mancung, sorot mata tajam tapi ada keteduhan dibalik tatapan itu, bi Marni bisa melihatnya.


"Panggil Sky saja, tolong temani Sky disini "


Bi Marni tersenyum sambil mengangguk duduk di samping Sky karna Sky melarang bi Marni duduk jauh darinya.


Lumayan lama Sky dan bi Marni mengobrol hingga terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga membuat Sky dan bi Marni berbalik.


Deg...


Sky terpana melihat sosok laki-laki yang sudah rapih dengan setelan baju santainya.Ciput hitam menghiasi kepalanya, hidung mancung, alis tebal dengan tatapan tajam dan bibir seksi.


Panji tersenyum melihat kearah dua wanita yang berbeda generasi membuat jantung Sky benar-benar bedetak semakin kencang.


"Ada apa dengan jantungku! apa aku mendadak sakit jantung, jika begitu aku harus segera memeriksanya. Aku takut tak bisa menjaga Ummah jika aku sakit"

__ADS_1


Batin Sky sambil membaca istigfar dengan cepat memutus pandangannya dan berusaha santai tak memperdulikan jika Panji sudah ada di sampingnya.


"Maaf membuat anda menunggu nona Sky, mari.. "


Ucap Panji merasa tidak enak karna Sky harus menunggu dirinya mandi dan mempersiapkan beberapa keperluan adiknya.


"Tidak apa-apa "


Ucap Sky membuat Panji tersenyum dan mempersilahkan Sky berjalan duluan tapi Sky malah diam tak beranjak sedikitpun.


"Silahkan "


Ulang Panji yang sedikit bingung karna Sky hanya diam dengan pandangan yang menunduk.


"Tidak baik seorang wanita berjalan didepan laki-laki yang bukan mahromnya, maka Saya harus tetap dibelakang! "


"Hah.. oh.. iy..iya.. "


Gugup Panji langsung berjalan terlebih dahulu diikuti Sky dari belakang. Baru kali ini Panji mengenal gadis yang begitu irit bicara jika ditanya atau diajak ngobrol tapi gadis itu akan bicara panjang lebar jika menjelaskan sesuatu yang perlu gadis itu jelaskan.


Dua inshan itu kembali saling diam dengan pikiran masing-masing, hanya drum mesin mobil yang terdengar.


Hingga dring ponsel Sky memecah keheningan didalam mobil itu. Sky tersenyum melihat siapa yang meneleponnya.


"Waalaikumsalam bang.. "


"..........."


"Alhamdulillah adek baik-baik saja,abang tenag saja "


"................"


"Hanya serangan kecil, tidak menggores sedikitpun kulit adek. "


Batin Panji tak habis pikir dengan jalan pikiran Sky, seolah-olah itu memang hal kecil bagi Sky.


Panji sibuk dengan pikirannya sendiri hingga tampa sadar sudah sampai di rumah sakit. Panji langsung memarkirkan mobilnya dan keluar begitupun Sky.


"Assalamualaikum Pah "


"Waalaikumsalam.. "


Deg...


Panji tertegun melihat sang Adik yang seperti ketakutan melihat dirinya, tubuhnya gemetar sambil menarik selimut. Hati Panji tercubit melihatnya, apalagi bulir bening sudah membasahi pipi sang adik.


"Dek.. "


Ucap Panji gemetar sambil berjalan menghampiri sang adik.


"Pergi.. "


Bentak Kayla ketakutan sambil memeluk erat tubuh Akbar yang memang berada disamping Kayla.


"Ma.. maafkan Kakak dek "


Lilir Panji sakit melihat sang adik ketakutan terus mempererat pelukannya pada Akbar, Akbar hanya diam saja tak tau harus berbuat apa, begitupun dengan om Andi dan tante Ani.


Grep...


Sky menahan Panji yang akan terus mendekat pada Kayla, membuat Panji langsung melirik kearah tangannya yang dipegang Sky.

__ADS_1


"Ma.. maaf. Jangan mendekat, adik anda akan terus ketakutan. Biarkan dia tenang dulu.. "


Ucap Sky menjelaskan sambil melepas genggaman tangannya yang repleks menahan Panji.


Sky perlahan mendekat kearah Kayla yang masih gemetar ketakutan memeluk Akbar.


"Assalamualaikum.. Hay Kayla.Jangan takut saya bukan orang jahat ko,jika tidak percaya coba kamu tatap mata saya. Cari ada kebohongan tidak di sana! "


Ucap Sky tegas, tak ada kelembutan didalam ucapannya tapi siapa sangka mampuh membuat Kayla memberanikan diri menatap mata orang yang Kayla tak kenal itu.


Tubuh Kayla mulai tenang kembali dan perlahan melepaskan pelukannya dari Akbar menatap kedalam bola mata Sky yang memancarkan keteduhan.


"Apa kamu takut melihat kakakmu sendiri? "


"I.. iya dia ja.. jahat! "


Ucap Kayla gemetar membuat Sky langsung menangkup pipi Kayla supaya tetap menatap matanya.


"Kenapa kamu memanggilnya jahat! apa kakakmu menyakiti hati kamu? "


Sky tersenyum tetkala Kayla hanya mengangguk saja, membuat Sky paham apa yang dirasakan Kayla.


"Apa saya boleh memarahinya! "


"Jangan! "


Ucap Kayla sepontan lagi-lagi membuat Sky tersenyum, senyuman itu mampuh membuat Kayla bisa menahan ketakutannya.


"Kenapa! bukankah kamu bilang dia jahat! "


"Tidak! kakakku orang baik, di.. dia.. hiks... dia sudah tak menganggap aku adiknya hiks.. hiks.. "


Grep...


Sky menarik Kayla kedalam pelukannya sambil mengusap-ngusap punggung Kayla,memberikan ketenangan.


"Tapi kakakmu sudah menyesali perbuatannya, lihatlah kakak kamu ingin minta maaf. Kalau kamu tidak percaya lihatlah bola mata kakak kamu yang menangis penuh penyesalan.. "


Bisik Sky lembut membuat Kayla terdiam .


"Lihatlah.. "


Perlahan Kayla menengok kearah sang Kakak, dimana Panji masih berdiri dengan mata yang berkaca-kaca.


Deg...


Tatapan adik-kakak itu saling bertemu memancarkan sebuah kesakitan, penyesalan, marah, rindu bercampur jadi satu.


Bayangan sang Kakak marah, menyiksa dan tidak menganggapnya adik membuat tubuh Kayla kembali bergetar.


"Jangan bayangkan dia menyakitimu tapi lihatlah kakak kamu menangis penuh penyesalan.. dan bayangkan ketika kakak kamu memanjakan ,menyayangi dan melindungi kamu "


"Dek... Maafkan ka.. kakak.. "


"Maaf.. "


"Kak ! "


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2