AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
56 Kekewatiran Sarah


__ADS_3

"Cepat bunuh dia..."


Laki-laki yang memakai pakain hitam itu menarik platuk siap melepaskan peluruh.


"Ti.. tidak ja.. jangan mem.. membunuhnya hiks... aku mohon.. Jang.... "


Dorrrr.....


"Farhannnn,,,,,, "


Teriak Sarah memejamkan kedua matanya tidak sanggup jika harus melihat orang yang sudah mencuri ciuman pertamanya mati di depan dirinya sendiri.


"Nona apa anda baik-baik saja? "


Deg...


Sarah terkejut mendengar seseorang menepuk pundaknya, seketika Sarah membuka kedua matanya tupilnya melebar melihat orang berpakain hitam yang akan menembak Farhan tergeletak tak bernyawa.


"Fa.. farhan... "


Lilir Sarah gemetar berlari menghampiri Farhan,Sarah mengangkat kepala Farhan menyimpannya di atas pahanya.Hati Farhan tersentuh sambil tersenyum melihat raut wajah kewatir Sarah ,tak pernah sekalipun Farhan mendapatkan perhatian semenjak kedua orang tuanya meninggal kecuali dari Laila, tapi gadis itu mungkin sudah membencinya.


"Hey.. buka matamu... Farhan.. "


Farhan berusaha membuka kembali kedua matanya ketika Sarah menepuk pipinya, tangan Farhan telurur ingin menggapai pipi Sarah.


"Te.. terimaa.... "


"Farhann... hey... bangun sialann... "


Teriak Sarah sungguh takut melihat Farhan memejamkan kedua matanya dengan tubuh tak berdaya.


"Bereskan kekacaun ini ,buang mayat bajingan itu kelaut dan dia bawa kemarkas ! "


Ucap tegas seseorang pada anak buahnya yang berhasil melumpuhkan orang-orang yang menyerang Farhan, satu mati dan satu lagi pingsan sedangkan yang lainnya kabur.


"Baik Bos.. "


Orang yang di sebut Bos langsung berbalik mendengar tangisan dan jeritan Sarah. Bos langsung mengisyaratkan pada anak buahnya untuk segera membawa Farhan kerumah sakit.


"Mari ikut kami nona ! "


Dengan ragu Sarah mengikuti orang-orang yang membawa Farhan masuk kedalam mobail.


Dengan gemetar Sarah mengangkat kepala Farhan dan menyimpannya diatas pahanya, kenapa Sarah sesakit ini melihat laki-laki yang sangat Sarah benci yang sudah Sarah juluki si pencuri ciuman pertamanya. Bahkan kontaknya juga Sarah beri nama pencuri, tapi lihatlah entah kenapa sekarang Sarah mengkewatirkan laki-laki pencuri itu.


Tampa Sarah sadari bulir bening menetes tepat di mata Farhan yang terpejam,entah mau di bawa kemana Farhan dan Sarah oleh orang-orang yang menyelamatkan mereka berdua .


Mobil itu berhenti di sebuah rumah yang cukup besar dimana sudah ada seorang dokter yang menunggu. Dengan cepat orang-orang itu membawa Farhan, Sarah terus mengikuti kemana orang-orang itu membawa Farhan.


Sarah duduk di atas shopa karna orang-orang itu tidak mengijinkan Sarah ikut masuk kedalam kamar dimana dokter sedang memeriksa keadaan Farhan.


"Keadaannya cukup parah, di dalam dokter sedang memeriksanya, gadis itu baik-baik saja! "


"............"


Sayup-sayup Sarah mendengar seseorang berbicara tapi Sarah tidak terlalu memperdulikan, tatapan Sarah hanya tertuju pada sebuah pintu yang tertutup rapat dimana orang-orang itu membawa Farhan kedalam.


...---...


Plak... plak....


Tamparan keras melayang di pipi semua anak buah nya yang gagal dalam menjalankan perintah.


"Kenapa kalain bisa gagal hah... menghadapi satu cecunguk saja.. dasar bodoh. "


Plak... plak....

__ADS_1


Amuk seseorang menampar kembali anak buahnya dengan luapan amarah yang menggebu.


"Ma.. maafkan kami Bos, kami sudah berhasil melumpuhkan nya tapi tiba-tiba datang sekelompok gengser yang menyerang kami, satu anak buah kami ma.. mati da.. dan... satunya lagi tertangkap. "


Plak...


"Bodoh.. "


Maki Orang yang di sebut Bos sambil menampar anak buahnya yang botak dengan tatapan tajam lalu menatap satu persatu anak buahnya yang menunduk.


"Bagaimana bisa kalian membiarkan mereka membawa Fatan hah... kalau sampai Fatan buka mulut maka habislah riwayat kita... "


"Saya tidak mau tahu cepat cari Fatan sampai dapat, jangan sampai dia buka mulut atau bunuh saja Fatan jika dia berani macam-macam.. "


"Ba.. baik Bos. "


Ucap si kepala botak lalu mengisyaratkan pada anak buahnya untuk mengikuti dirinya.


Buk..


"Sial... "


Geram seseorang itu sambil meninju meja yang ada dihadapannya.Matanya memerah menahan amarah dan kesal pada anak buah bodohnya yang tidak becus menjalankan tugas,selalu gagal dan gagal.


"Siapa yang berani menghalangi jalanku, maka dia harus mati. "


Ucap seseorang itu penuh dendam dan ambisi.


...---...


Di Rumah....


Sarah yang melihat dokter keluar langsung menghampiri dengan raut wajah cemas takut terjadi apa-apa pada Farhan.


"Dok bagaimana keadaan teman saya? "


"Alhamdulillah den Farhan baik-baik saja, hanya tulang punggungnya sedikit menggeser tapi Nona tenang saja den Farhan laki-laki yang kuat. "


"Ap.. apa saya boleh melihatnya Dok? "


"Silahkan.. "


Sarah langsung menerobos masuk kedalam kamar di mana Farhan berada. Hati Sarah terenyuh melihat banyak memar di wajah Farhan apalagi sudut bibirnya sedikit sobek.


Sarah mendudukan bokongnya di samping Farhan, perlahan tangannya terulur memegang tangan besar Farhan yang tak berdaya. Beberapa menit lalu tangan besar itu yang menggenggam Sarah tapi sekarang giliran Sarah yang menggenggam tangan Farhan.


"Terimakasih sudah berusaha melindungiku, walau pada akhirnya kamu terluka.. "


Gumam Sarah menatap sendu Farhan yang masih memejamkan kedua matanya.


"Tapi siapa mereka, kenapa orang-orang itu ingin membunuh kamu. Apa kamu orang jahat ! hinga mereka balas dendam ."


Berbagai pertanyaan berputar di kepala Sarah tapi satupun tidak ada jawaban. Sarah tidak mungkin beryanya pada orang-orang yang menyelamatkannya karna Sarah yakin mereka semua tidak akan memberitahunya.


"Aku tau kamu orang baik, buktinya sudah dua bulan ini kamu terus berusaha meminta maaf dan mengalah dengan ku. Maaf karena aku terlalu egois,cepatlah bangun siapa yang akan meminpin perusahan kalau kamu berbaring begini.. "


Ucap Sarah terus mengoceh walau pada akhirnya ocehannya tak ada tanggapan sama sekali dari Farhan.


Rasa kantuk mulai menghantui Sarah terbukti beberapa kali Sarah menguap, perlahan kesadaran Sarahpun menghilang.


Sarah tertidur sambil duduk dengan punggung yang menyandar di sandaran ranjang sedangkan tangannya tampa sadar Sarah masih menggengam tangan Farhan seolah Sarah tidak mau Farhan pergi.


"Wanita itu ketiduran Bos.. "


Ucap salah satu anak buah yang menolong Sarah dan Farhan.


"Biarkan saja, kita tidak boleh kecolongan lagi kalian harus lebih waspada. "

__ADS_1


"Baik Bos.. "


" Apa penghianat itu sudah sadar? "


"Belum Bos, luka Fatan terlalu parah apalagi satu kakinya pincang akibat injakan yang Bos lakukan! "


"Jaga ketat dia jangan sampai kabur, aku yakin musuh tidak akan tinggal diam ketika bonekanya berhasil kita curi. Kita hanya menunggu titah Tuan besar selanjutnya.. "


"Baik Bos laksanakan.. "


"Bagus, sekarang kalian boleh istirahat besok kita akan menjalani misi yang lebih berat lagi.. "


"Siap.. "


Anak buah Bos langsung mundur dari tempatnya, tinggallah Bos seorang diri duduk di disebuah kursi yang ada dibalkon.


Kepalanya mengadah keatas menatap kelap-kelip Bintang .


"Tuan maaf kan saya yang ceroboh membuat Farhan terluka, saya janji keadaan ini tidak akan pernah terjadi lagi. Maafkan saya semoga Tuan tidak membuangku.. "


Lilir Bos menatap gelapnya malam, tatapan itu begitu banyak kesakitan, takut dan marah.


Jika bukan keluarga Al-fatih yang memungutnya mungkin Bos sudah jadi gelandangan atau mati. Membuat Bos berjanji pada dirinya sendiri akan selalu melindungi keluarga Al-fatih walau nyawa dirinya sendiri taruhannya.


Betsambung.....


...***...


Terimakasih teman-teman semua atas dukungan kalian, memberi Like, Hadiah, komen dan Vote...


1.Lia Nurhayati


2.Amalia zamena


3.mak'e Yossy



.


.


.


Semoga kalian sehat selalu ya...


Terimakasih juga buat..


1.Lia Nurhayati


2.Rahma qolayuby


3.Risa Apriyanti


Dan yang lainnya juga yang sudah memberi dukungan buat Author...


Sehat selalu buat kalian dan di berikan keberkahan oleh Allah SWT.


Amin...



.


.


__ADS_1


__ADS_2