
Isakan masih terdengar di bibir mungil Sky yang sendari tadi menangis tidak henti-hentinya.
Berulang kali Sky minta maaf pada Baba, Ummah dan sang Abang kalau Sky tidak melakukan apa-apa bahkan Sky sendiri tidak sadar kenapa bisa memeluk Panji dan sialnya Sky tidak ingat sama sekali bagamana kejadiannya.
Tapi keputusan baba Aiman tidak bisa di bantah, tetap dalam keputusannya membuat Sky malah semakin kencang menangis seakan Sky benar-benar kepergok melakukan hal menjijikan padahal itu hanya sebuah pelukan dan itu juga tidak kesengajaan karna keadaan Sky.
Ummah Ais dan Fatih hanya diam tidak berani menyanggah ataupun membantah keputusan baba Aiman, karna bagi ummah Ais walau hanya sebuah pelukan sama saja Sky sudah melakukan kesalahan dengan menyentuh yang bukan mahramnya dan itu di larang dalam agama.
Walau zaman sekarang hal seperti itu sudah lumrah tapi bagi sebagian orang itu hal tabu dan bertentangan dengan syariat.
Maka baba Aiman selaku kepala rumah tangga harus memutuskan hal penting itu.
"Serra tolong jelaskan kalau aku tidak melakukan apapun.. "
Lilir Sky memohon sedangkan Serra sendiri bingung harus berkata apa, karna kejadian ini begitu cepat dan yang membuat Serra tidak bisa berkutik karna semuanya melihat dengan mata mereka sendiri.
Serra hanya menunduk saja duduk disamping ummah Ais dimana di samping kirinya ada Sky yang sendari tadi memohon supaya sang Baba menarik lagi kata-katanya.
Bagaimana mungkin Sky menikah dengan orang yang baru Sky kenal bahkan perkenalan itu juga tidak tampa kesengajaan dan harus terjerat karna sebuah janji tapi kenapa sekarang jadi begini.
Sedangkan Panji hanya diam mencerna apa yang terjadi walau Panji tadi menolak mentah-mentahan sama seperti Sky.
Mulut Panji tetap bungkam ketika Sky memangdangnya dengan tatapan memohon supaya tidak menyetujui keputusan sang baba.
Panji sendiri bingung kenapa harus begitu, otak cerdasnya sungguh tidak berguna ketika Panji menghadapi keluarga Mahmued sungguh sikap arogannya seakan tertelan oleh sikap kewibawaan seorang Aiman Mahmued.
"Nak, Panji bisa ikut om sebentar ! "
"Hemmz... "
Baba Aiman langsung berdiri diikuti oleh Panji, entah apa yang akan baba Aiman bicarakan dengan Panji.
Kalau sang baba berbicara empat mata berarti ada hal serius yang akan di bicarakan Sky hanya pasrah saja. Walaupun bersikeras menolak tetap saja tidak bisa membantah keputusan sang baba dan Sky sendiri merasa marah pada dirinya sendiri kenapa tidak sadar kalau yang dia peluk Panji bukan sang abang.
" Yakinlah ini yang terbaik. "
"Ta.. tapi Bang... "
__ADS_1
Lilir Sky masuk kedalam pelukan sang abang, biasanya sang abang selalu membantu ketika Sky dalam kesulitan tapi entah kenapa masalah ini sang abang tidak membantah sama sekali bahkan membela dirinya juga tidak.
Sky bertanya-tanya apakah sang abang sudah tidak sayang lagi sama dia, karna ada Serra, Entahlah Sky juga tidak tau. Bahkan kedatangan kedua orang tuanya juga cukup membuat Sky terkejut dan harus dikejutkan lagi oleh sebuah pernikahan dadakan.
"Sudah jangan menangis.. "
Ucap Fatih lembut sekekali mengecup puncak kepala sang adik, Sky hanya bisa mengeratkan pelukannya pada sang abang.
Tidak lama baba Aiman dan Panji kembali dengan raut wajah tidak bisa di tebak, baba Aiman kembali duduk dihadapan anak dan istrinya sedangkan Panji di sisi kanan baba Aiman.
"Saya setuju dengan keputusan Om Aiman. "
Deg...
Seketika Sky semakin terisak di pelukan sang abang mendengar ucapan tegas Panji.
"Baiklah nak Panji sudah menyetujuinya maka ba'da isya acara ijab kobulnya dan satu lagi.. "
Ucap baba Aiman menjeda ucapannya sambil melirik kearah putri dan Serra.
"Serra.. "
"Semua ini tidak akan terjadi jika kamu tidak meninggalkan Sky dan nak Panji, maka sebagai hukumannya.. "
Jantung Serra sudah bergemuruh dengan tangan gemetar begitu takut melihat kemarahan baba Aiman yang baru pertama kali Serra lihat.
Apa aku akan di coret dari putri angkat mereka,,, lebih baik aku mati dari pada baba Aiman berkata seperti itu..
Jerit batin Serra sesak, tidak sanggup jika harus mendapat hukuman seperti itu.
"Sebagai hukumannya kamu baba nikahkan dengan putra baba sebelum akad Sky. "
"Apa ! "
Pekik Serra dan Sky barengan rasanya jantung kedua gadis ini seakan loncat dari tempatnya.
Sky dan Serra saling pandang, Serra seakan memohon pada Sky untuk membantunya berbicara pada baba Aiman, Serra belum siap jika harus mendadak.
__ADS_1
Rasanya lidah Serra begitu kelu sulit untuk menolak apalagi baba Aiman yang memberi keputusan.
"Bukankah Serra setuju menikah dengan putra baba kalau Serra sudah menemukan keluarga Serra! "
"Hah.. "
Belum selesai dari rasa terkejutnya kini mulut Serra menganga mendengar apa yang baba Aiman ucapkan, Serra kini menatap tajam pada Fatih, Serra yakin Fatih yang sudah memberitahu keputusannya pada baba Aiman.
Fatih hanya diam saja seolah tidak peduli dengan tatapan Serra, toh itu sudah kesepakatan.
"Nak... "
Kini ummah Ais yang berbicara sambil memegang tangan Sky dan Serra dan melirik kedua putrinya secara bergantian.
"Sebenarnya kedatangan kami ke Indonesia memang berencana mau melamar kamu untuk putra Ummah apalagi Ummah tau kalian saling suka,kenapa Ummah tidak memberitahu kalian karna ummah ingin memberi kejutan sama Sky tapi malah Ummah dan Baba yang diberi kejutan sama Sky.. "
"Ummah.. "
Rengek Sky merasa bersalah pada sang Ummah begitupun Serra,semua itu tidak akan terjadi jika Serra tidak meninggalkan Sky.
"Ummah juga dari kemaren sudah ada di Indonesia, kenapa Ummah langsung menemui Farhan tidak menemui kalian karna Ummah ingin langsung meminta restu pada kakak Serra, jadi tidak ada alasan lagi bagi Serra untuk menolak karna kak Farhan sudah menyetujuinya.. untuk Sky ummah minta maaf sayang bukan ummah sama baba memaksa Sky menikah apalagi secara mendadak tapi tubuh ini sudah di peluk oleh laki-laki lain. "
"Ummah... "
Lilir Sky dan Serra terisak memeluk ummah Ais tidak sanggup jika ummah Ais meneruskan ucapannya lagi.
Bahkan Serra terdiam tidak bisa berkata-kata lagi, karna tidak ada alasan bagi Serra untuk mundur. Semuanya sudah terjadi, sungguh Serra tidak bisa menyakiti hati wanita yang sudah membesarkannya.
Wanita yang sangat berarti bagi Sky dan Serra mana mungkin dua gadis itu menyakitu ummahnya sendiri hanya karna menolak keputusan sang babab.
Ya Robb jika memang ini jalan yang terbaik untuk Sky ,Sky ikhlas Robb. Ridho Ummah sama baba yang Sky cari semoga pernikahan ini mengantarkan Sky pada ridho-Mu. Jika Panji adalah jodoh yang sudah Kau tetapkan maka ridhoi dan rahmatilah pernikahan kami. Amin...
Batin Sky.
Ya Allah sungguh Serra tidak bisa hanya sekedar meminta waktu , Serra tidak sanggup jika harus menyakiti wanita yang sudah berjasa bagi Serra. Walau dia bukan ibu kandung Serra tapi Serra menyayanginya, jika memang pernikahan ini bisa membuat Ummah Ais bahagia, ikhlaskan hati ini Ya Allah.Amin...
Jerit batin Serra.
__ADS_1
Bersambung....