
Farhan mengejar gadis yang berkata ketus kepadanya,merasakan kalau Farhan mengejarnya gadis itu menjadi ketakutan dan berlari menuju mobilnya.
Grep...
Farhan berhasil mencengkal kerah baju kaus yang dipakai gadis itu.
"Kenapa kau berlari hu..hu.. "
Ucap Farhan sambil mengatur nafasnya karna gadis itu lumayan cepat larinya.
"Karna anda mengejar saya. "
Plak..
Ketus gadis itu sambil menyingkirkan tangan Farhan dilehernya.
"Saya sudah menolong anda jadi sekarang silahkan pergi.. "
Ucap gadis itu semakin ketus, membuat Farhan memicingkan kedua matanya tak lama tupilnya melebar.
Gadis itu melihat tingkah Farhan membuatnya merinding pasalnya Farhan terus menatap dirinya dengan tatapan yang aneh.
"Hey... ken... emmz.. "
Gadis itu tidak bisa menyelesaikan ucapannya ketika bibirnya di bungkam oleh Farhan. Kedua matanya terus berkedip dengan tupil yang melebar, badannya kaku sulit untuk digerakan tampa sadar gadis itu meremas tangannya sendiri.
"Dia tidak ada disini... "
"Kita cari ketempat lain... "
Ucap dua orang berpakain hitam sambil menatap jijik pasangan yang berbuat mesum tak jauh darinya.
Dua orang berpakain hitam itu langsung pergi sambil mengupat kesal karna tak berhasil menemukan buruannya.
Merasa sudah aman Farhan perlahan menjauhkan bibirnya dari bibir mungil itu.
Plak....
"Kau,,,,"
Bentak gadis itu menyala sambil menampar pria brengsek didepannya, matanya menghunus tajam.
"Ma.. maafkan saya. Saya ti.. tidak bermaksud ta.. "
Plak...
Satu tamparan lagi melayang membuat wajah Farhan berbalik kesamping dengan sudut bibir mengeluarkan darah.
"Kau mengambil ciuman pertamaku brengsek... enyah kau... "
Bug... bug... bug....
Amuk gadis itu merasa dilecehkan memukul dada bidang Farhan, Farhan hanya diam menerima pukulan dari gadis dihadapannya.
Farhan diam bukan tak bisa melawan tapi ucapan gadis itu mengingatkan Farhan pada Laila, adik sepupuhnya ,gadis yang hampir saja Farhan ambil mahkota paling berharganya.
Dek, apakah kamu akan semarah ini pada kakak.Satu ciuman saja membuat gadis ini memukul dan memaki kakak ,apa kamu akan membunuh kakak meluapkan rasa sakit itu, Ma.. maafkan kakak dek.
__ADS_1
Jerit batin Farhan sakit, tampa Farhan sadari bulir bening membasahi pipinya dengan tatapan kosong.
Gadis itu berhenti memukuli Farhan melihat ada bulir bening yang keluar dari pelupuk mata Farhan .
Gadis itu mundur melihat Farhan hanya diam saja dengan tatapan kosong, ada rasa bersalah dihati gadis itu karna sudah memukuli Farhan sampai bibir dan hidung Farhan mengeluarkan darah.
"Ke..kenapa berhenti,,,,"
Lilir Farhan karna merasa gadis itu tak memukuli dirinya lagi.Perlahan Farhan menatap gadis itu dengan tatapan sulit diartikan.
"Ayo pukul saya lagi... saya memang brengsek bukan.... "
Bentak Farhan membuat gadis itu ketakutan sambil mundur beberapa langkah hingga punggungnya menabrak mobil.
Penglihatan Farhan berkunang-kunang cairan bening terus membasahi kedua pipinya,hati Farhan sakit melihat gadis didepannya yang ketakutan.
"La.. laila.... "
Lilir Farhan gemetar sambil menggeleng-gelengkan kepala berharap apa yang dia lihat salah.
"Kak.. jangan Kayla adikmu... "
"Kak ini tidak benar... jangan..... "
Grep...
Farhan menarik gadis itu dalam pelukannya, membuat gadis itu terkejut dan memberontak.Tak lama gadis itu terdiam mendengar apa yang diucapkan Farhan.
"Ka.. kayla maafkan kakak.. kakak salah maaf. Kakak tidak bermaksud menyakitimu hiks...hiks... ma.. maafkan ka..kakak... "
Maaf...
Maaf...
Farhan berurang kali berkata maaf hingga suaranya lilir itu menghilang membuat Gadis itu merasakan berat pada tubuhnya, ternyata Farhan pingsan.
"Apa yang sebenarnya terjadi pada CEO ini.. kelihatannya dia punya masalah. Kayla! sepertinya aku tidak asing dengan nama itu.Ada apa sebenarnya kenapa orang ini dikejar-kejar orang, apa punya hutang! ah... tidak mungkin masa CEO punya utang.. "
Monolog gadis itu menatap Farhan yang tertidur dengan bingung.
"Kenapa juga aku membantunya Ahhh... "
Kesal gadis itu pada dirinya sendiri sambil keluar dari kamarnya.
Ya gadis itu terpaksa membawa Farhan keapertemennya karna tidak ada pilihan lain, tadinya gadis itu ingin memberi tahu keluarganya tapi ponsel Farhan mempunyai pola yang harus dimasukan.
Alhasil sekarang Farhan tidur diranjang gadis itu dengan susah payah gadis itu membawa Farhan dibantu pak satpam menuju lantai lima belas dimana unit apertemennya berada.
...---...
"Sial kenapa kalian bisa kecolongan hah... saya tidak mau tau cari dia sampai ketemu, jangan sampai anak sialan itu mengacau lagi... "
Bentak seseorang memaki anak buahnya yang tidak becus mencari satu orang saja.
Orang itu menggeram kesal karna anak buah bodohnya ketinggalan jejak Farhan.
Satu orang berpakain hitam menjauhkan ponsel dari telinganya mendengar bentakan sang bos yang memekik gendang telinganya.
__ADS_1
"Dan awasi terus pergerakan Sandi, jika membahayakan kalian lenyapkan saja. "
Tut... tut...
Seseorang itu langsung mematikan teleponnya ,nafasnya naik turun menahan amarah.
"Dasar bodoh menangkap satu orang saja tidak becus.. "
Umpat orang itu kesal, orang itu tidak akan membiarkan keluarga Al-fatih tenang sebelum mereka menderita.
Hampir saja orang itu berhasil mengadu domba Sandi dan Andre tapi karna wanita sialan yang menolong Andre membuat rencananya hancur dan Sandi sudah mengetahuinya.
"Aku harus terus membuat Panji terpuruk atau dia harus gila supaya Panji tidak mengingat siapa diriku. Atau dia harus mati ha.. ha... tidak.. tidak... Panji tidak boleh dulu mati sebelum aset berpindah menjadi miliku ha.. ha... dan adik bodohnya itu akan ku jual untuk pemuas nafsu ha.. ha... "
Ucap orang itu mengerikan sambil tertawa menggema di seluruh ruangan.
Para anak buahnya hanya diam menunduk melihat tingkah Tuannya yang mengerikan.
Prang....
Tawa orang itu berhenti mendengar suara pecahan, matanya menatap salah satu anak buahnya mengisyaratkan untuk memeriksa. Dengan cepat anak buah yang ditatap langsung mengangguk dan berlari kearah sumber suara .
Cklek....
Pintu itu terbuka tupilnya melebar melihat apa yang terjadi didalam kamar itu. Dengan cepat dia berlari memeriksa apakah masih hidup atau tidak.
"Tuan... tuan... "
Teriak anak buah yang memeriksa tawanan membuat sang Tuan langsung menatapnya tajam.
"Ta... tawanan mencoba bunuh diri,,, "
"Apa ! cepat panggil dokterrrr.... "
"An.. anu Tuan jika memanggil dokter nyawa tawanan takut cabut. Ba.. bagaimanan kalau bawa kekelinik di gang sana.. "
Ucap anak buah gugup membuat orang yang dipanggil Tuan terdiam.
"Cepat bawa, jangan sampai dia mati. Orang yang membelinya dari Jepang nanti malam datang, jangan sampai dia marah dan menghancurkan kita... "
Ucap sang Tuan membuat anak buahnya langsung berlari kembali menggendong Laila yang sudah pingsan dengan pergelangan tangan yang terus mengeluarkan darah.
"Gadis sialan... beraninya dia mau bunuh diri."
Umpat sang Tuan geram sambil mengikuti anak buahnya yang menggendong Laila.Dua mobil hitam langsung melaju menuju klinik tak jauh dari kediamannya.
Semua orang yang ada di Klinik menunduk takut melihat beberapa orang bertubuh besar,wajah hitam pekat masuk sambil menggendong seorang gadis cantik .
"Cepat periksa bego, kenapa bengong hah... "
Bentak sang Tuan membuat Dokter gemetar pasalnya dikampung mereka tau siapa Tuan yang ada dihadapannya, Manusia kejam dan sombong. Tidak ada yang berani satupun melaporkan kejahatan sang Tuan yang ada nyawa mereka melayang.
"Cepattt,,,, "
"Ba.. baik Tuan... "
Bersambung....
__ADS_1