AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 64 Kenapa harus Aku !


__ADS_3

Sarah yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantor, ditambah berkas-berkas yang harus Sarah selesaikan.


Tiga hari Farhan tidak masuk membuat Sarah begitu pusing pasalnya banyak sekali berkas yang harus Sarah kerjakan. Jika saja Farhan sudah sembuh Sarah tidak akan sekelimpungan itu. Saking banyaknya pekerjaan Sarah sampai lupa dengan makan siangnya, yang ada didalam pikiran Sarah hanya bagaimana caranya menyelesaikan pekerjaannya .


Tinggal beberapa berkas lagi yang harus Sarah periksa, sejenak Sarah istirahat tangannya sudah pegal dari tadi mengetik dan menandatangai berkas yang perlu tanda tangan Sarah.


Dret...


Ponsel Sarah berdering, Sarah melirik sekilas Sarah mengerutkan keningnya bingung ada nomor tidak di kenal meneleponnya awalnya Sarah membiarkan karna berpikir mungkin orang asing tapi Ponselnya terus berdering membuat Sarah kesal sendiri terpaksa mengangkatnya.


Mulut Sarah menganga tidak jadi berucap karna sudah di dahului oleh si penelepon, seketika Sarah menangkupkan kedua bibirnya rapat berganti matanya yang melotot cemas mendengar apa yang si penelepon ucapkan hingga teleponpun terputus.


"Menyusahkan, kenapa coba tidak mau makan.. "


Gerutu Sarah mendengar penjelasan dari Heri kalau dari tadi siang Farhan belum makan dan tidak mau makan.


Tampa pikir Panjang Sarah langsung menutup tiga berkas lagi dan memutuskan kerumah dimana Farhan berada.


Sarah menarik nafas dalam dan membuangnya secara kasar melihat Farhan duduk di taman sambil melamun entah apa yang Laki-laki itu pikirkan, pikir Sarah kewatir.


Dengan langkah pasti Sarah mendekat sambil membawa nampan yang diatasnya ada sepiring nasi dengan lauk pauknya, segelas air dan semangkuk kecil obat-obatan.


Kenapa melamun ! "


Deg...


Farhan terlonjat kaget mendengar suara gadis yang sendari tadi Farhan tunggu,entah sejak kapan sudah duduk di sampingnya sambil membawa sepiring makan.


"Kata para penjaga kamu belum makan siang, kenapa ? kamu harus makan dan minum obat supaya cepat pulih. Aaaa,,,, "


Cerocos gadis itu sambil sambil mengarahkan sendok yang sudah diisi nasi kedepan mulut Farhan.


"Ak.. aku bisa sendiri.. "


Gugup Farhan ingin mengambil sendok yang Sarah pegang tapi dengan cepat Sarah menariknya kebelakang sambil menggeleng.


"Tidak ! biar aku suapin, kalau kamu makan sendiri nanti tidak dihabiskan, cepat aaa,,,,, "


Ucap Sarah lagi membuat Farhan langsung makan, Sarah tersenyum tipis melihat Farhan mau makan bahkan sepertinya lahap sekali.


"Alhamdulillah sudah, sekarang nih minum obatnya! "


Tampa perotes Farhan mengambil obat yang Sarah berikan lalu meminumnya, entah kenapa Farhan seakan patuh apa yang Sarah ucapkan .

__ADS_1


"Aku dengar paman Sandi meninggal ! "


"Aku tidak peduli,,, "


Hening.....


Hening....


Sarah terdiam mendengar nada ketus Farhan yang menatap lurus kedepan, Sarah bisa melihat ada kesedihan yang tidak bisa di ucapkan dan amarah yang mendalam menjadi satu.


Melihat itu seketika ada rasa bersalah di hati Sarah .


" Apa kamu sebegitu membencinya? "


"Entahlah...semuanya bagai mimpi ! "


" Jika kamu ingin marah luapkanlah, dan jika ingin bersedih pula menangislah jangan ditahan itu akan semakin membuatmu terluka.. "


Ucap Sarah lembut sambil menggenggam tangan Farhan seakan memberi kekuatan lewat genggaman itu.


Farhan melirik kearah tangan yang digenggam erat oleh Sarah lalu menatap Sarah dengan tatapan sulit diartikan.


"Kenapa kamu cepat sekali berubah! "


"Hah.. ma.. maksudnya ! "


"Pertama kamu bersikap ketus dan cuek padaku,tapi sekarang kenapa kamu peduli ! "


Ucap Farhan serius sambil menatap dalam bola mata Sarah membuat Sarah salah tingkah bingung harus menjawab apa semuanya mengalir begitu saja.


"Emmz..anggap sa.. saja ini rasa terimakasihku karena kamu berusaha melindungiku. "


" kalau begitu berhentilah ! "


"Ma.. maksud kamu ! "


Bingung Sarah tidak mengerti kemana arah pembicaraan Farhan, Farhan hanya menghela nafas kasar lalu pandangannya menatap kedepan melihat air mancur.


" Kamu tau aku adalah peria kesepian, semenjak kecil kedua orang tua ku di bunuh.Aku tumbuh dalam kekerasan dan rasa dendam tidak dalam ketulusan,aku hanya takut sikap kamu yang berubah-ubah membuat aku merasakan hal lebih.. "


Ucap Farhan dingin sambil menengok kearah samping ingin melihat bagaimana ekfresi Sarah.


Sarah terdiam mendengar kata demi kata yang Farhan ucapkan bagaikan bogeman keras membuat hati Sarah tercubit. Sekuat tenaga Sarah menahan air mata supaya tidak terjatuh tapi nyatanya Sarah tidak sekuat itu pada akhirnya bulir bening lolos begitu saja membasahi pipi Sarah ketika Farhan menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Jangan menangis jadilah gadis kuat, seperti pertama kali kita bertemu.Maaf jika perasaan ku menyakitimu.."


Sarah menggeleng tidak kuat mendengar ungkapan yang menyakitkan itu, kenapa Sarah selemah itu! ada apa dengan Sarah.


Aku tidak pantas kamu cintai, aku adalah gadis kotor. Bagaimana mungkin kamu menyukai gadis pembunuh sepertiku! aku mohon tarik kata-katamu, jangan buat aku merasa bersalah..


Jerit batin Sarah sakit rasanya dadanya sesak dengan kenyataan yang ada.


"Ak.. aku tidak pa.. pantas kamu cintai.. "


"Tapi aku tidak peduli... Rasa ini mengalir begitu saja tampa aku minta. Hadirmu mengingatkan aku pada sebuah kesalahan, jadi aku mohon bantu aku untuk mengalihkan rasa ini pada satu tujuan yang bukan kesalahan.. "


Lilir Farhan prustasi jika mengingat kalau dirinya sempat mencintai adik sepuluhnya sendiri, tapi dekat dengan Sarah, Farhan merasa berbeda dan Farhan hanya ingin cinta yang dia miliki memberikannya pada orang yang tepat. Anggap saja Farhan egois tapi Farhan tidak ingin terbelenggu dengan cinta yang salah.


"Ke.. kenapa harus aku! "


"Aku tidak tau! mungkin beberapa hari kebelakang kamu sudah mengisi rasa kesepian ini, dan perhatian kamu entah kenapa membuat aku bahagia ak.. "


"Cukup,,, "


Farhan terdiam mendengar bentakan Sarah entah kenapa membuat hati Farhan sakit, tidak pernah Farhan merasa rasa sakit sebelumnya.


" Ma.. maaf, aku bukan orang yang pantas mendapat cinta tulus kamu.. "


Lilir Sarah tidak tau harus bagaimana lagi, sungguh Sarah tidak berniat menyakiti Farhan tapi Sarah juga tidak bisa membuat Cinta itu yang pada ujungnya akan berganti dengan kebencian.


"Tapi kenapa ! beri aku alasan yang bisa aku terima, maka aku akan berhenti. "


Kamu tidak mengerti Farhan, kenapa jadi seperti ini. Aku mohon tarik kata-katamu itu! apa yang harus aku lakukan ku mohon jangan perlihatkan wajah memelas itu aku tidak sanggup. Aku tidak mau kamu menyesal sudah mengatakan itu, Jerit batin Sarah memberontak tidak tahan melihat wajah memelas Farhan.


"Kenapa kamu diam, katakan sesuatu jangan buat aku bingung,dan jangan pula gantung perkataanku karna itu menyakitkan! "


" Aku tidak bisa menerima cinta kamu. "


Farhan tersenyum kecut mendengar ucapan tegas Sarah, walau Farhan tau terselip nada sedih disana tapi Farhan tidak mau memaksa hidupnya memang dari dulu tidak seberuntung orang yang mendapat kasih sayang dengan tulus.


" Hidupku begitu menyedihkan bukan ! ha.. ha... kamu jangan merasa bersalah karna menolakku, aku tidak apa-apa."


Ucap Farhan tertawa getir, kenapa hidupnya begitu menyakitkan. Tidak ada satu orangpun yang tulus mencintainya.


Sandi orang yang sudah Farhan anggap Ayah hanya memanfaatkan saja untuk sebuah dendam.


Laila orang yang Farhan cintai adalah sepupuhnya sendiri, sakit bukan! dan sekarang Sarah hadir tampa kesengajaan berhasil memporak-porandakan hatinya juga menolaknya, sungguh hidup yang menyedihkan bukan !

__ADS_1


To.. tolong ja..jangan tertawa se.. seperti itu, Itu sa.. sanglah men.. menyakiti ku,,,,


Bersambung.....


__ADS_2