AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 113 Ungkapan hati


__ADS_3

Kebahagiaan memang selalu datang tanpa kita sadari, entah itu datang dari siapa kita tidak tahu. yang jelas kebahagiaan yang paling utama seorang istri adalah dari suaminya.


Begitupun sebaliknya, saling melengkapi dan menerima semua kekurangan dan masa lalu.


Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, bahkan orang kaya, sholeh, cantik dan ganteng pun sekalipun, mereka semua mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.


Terkadang kaya dan cantik, tetapi sayang tak punya ilmu agama dan jelek, ada juga yang ganteng dan cantik tapi miskin harta, ada juga yang alim tetapi tak cantik dan ganteng.


Itulah hidup, Allah menciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain, halnya Allah berfirman dalam al-quraan surah Az-zariyat, ayat 49. "Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasanagan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)", Allah menciptakan apa yang ada di bumi berpasang-pasanagan, Langit dan bumi, laki-laki dan perempuan, bodoh dan pintar, kaya dan kecukupan.


Tidak ada Allah menciptakan sebuah kelebihan untuk menghinakan kekurangan, Allah ciptakan untuk melengkapi bukan untuk mengombongkan diri.


Halnya Panji dan Sky, mencoba menerima semua kekurangan dan kelebihan diri masing-masing bahkan masa lalu yang menyakitkan.


Bukankah masa lalu cukup di simpan saja, jangan jadikan masa lalu merusak masa depan untuk meraih kebahagiaan.


Bukankah Allah maha membolak balikan hati, ketika rasa yang mulai hilang Allah tanamkan kembali dan gantikan dengan yang baru, begitulah yang Panji rasakan.


Kehadiran Sky bukan hanya membuat Panji bisa belajar mengikhlaskan kepergian kedua orang tuanya dan juga Amira, tetapi juga mengajarkan akan arti kehidupan yang sesungguhnya.


Sabar dalam menghadapi cobaan dan ikhlas dalam melepas atau kehilangan, karena sesungguhnya Allah akan menggantikan semuanya yang tidak pernah kita bayangkan.


Kasih sayang yang sempat hilang Allah gantikan dengan kasih sayang baba Aiman dan ummah Ais, yang begitu lembut menyambut kedatangannya.


Begitupun masalah hati, Allah hadirkan Sky di hati Panji untuk mengganti rasa yang pernah hilang dengan rasa cinta yang baru dan semakin takut, takut kehilangan.


"Apa kamu lelah? "


Tanya Panji menatap lembut sang istri dengan penuh cinta.


Sky hanya mengangguk saja, karena memang dirinya begitu lelah, apa lagi kedua kaki dan pinggangnya terasa mau patah saja. Bagaimana tidak, berjam-jam Sky harus duduk dan berdiri menyambut tamu undangan.


Ya, Panji dan Sky memang melakukan acara repsesi pernikahan ketika satu bulan lalu Panji melamar kembali sang istri dengan suasana berbeda, penuh kasih dan cinta.

__ADS_1


Repsesi penikahan Panji dan Sky di adakan di salah satu hotel berbintang lima di kota Bandung, dan acara itu Panji sengaja adakan berbarengan dengan acara ijab kobul sang adik, dimana Akbar sudah resmi menjadi suami dari Laila Anggraeni Al-fatih.


Caranya dua pulum menit lalu sudah selesai, dan semua keluarga menginap di sana, begitupun dengan kedua pasangan pengantin itu.


"Mas, sedang apa? "


Tanya lilir Sky karena memang badanya begitu lemas, bahkan Sky masih duduk di sisi ranjang yang sudah di sulap menjadi indah, banyak kelopak bunga mawar bertaburan dan di atas ranjang yang sengaja di bentuk hati.


"Kalau kita punya anak, Sky gak mau mengadakan acara kaya begini, sangat melelahkan sekali, kasihan nanti anak kita, "


Celetuk Sky cemberut karena memang ini yang pertama baginya, dan itu sudah membuat kakinya seakan mau patah saja.


Panji hanya mengulum senyum mendengar celotehan sang istri yang menurutnya menggemaskan dengan bibir yang di manyunkan.


Panji berjalan kearah sang istri sambil membawa wadah berukuran sedang yang memang sudah Panji persiapkan, lalu Panji berjongkok tepat di hadapan sang istri membuat Sky langsung terkejut.


"Mas, jangan begini, ayo duduk sebelah Sky, dan itu air untuk apa? "


Ucap Sky lembut sambil bertanya dengan mata melihat air yang ada di dalam wadah sedang yang sang suaminya bawa bahkan ada handuk kecil segala.


Sky terdiam saat sang suami menggenggam kedua tangannya dan menaruhnya di atas pangkuan Sky sendiri. Panji menengadah melihat wajah sang istri yang nampak lelah walau masih di balut makeup.


Sky memejamkan kedua matanya ketika sang suami membuka mahkota yang membuat kepala Sky sulit bergerak, lalu membuka kerudungnya hingga tergerailah rambut panjang kecoklat-coklatan khas orang Turki.


Seketika Sky membuka kedua matanya ketika merasakan hawa dingin menyentuh kulitnya.


Deg ...


Tubuh Sky menegang melihat wajah sang suami yang begitu dekat dengan wajahnya, bahkan Sky sendiri bisa merasakan nafas hangat sang suami yang menerpa wajahnya.


"Selesai, "


Sky langsung tersadar dari rasa kagumnya melihat wajah ganteng sang suami tepat di depan matanya, Sky baru merasa wajahnya seakan ringan tidak merasa kaku lagi, ketika dari tadi sang suami membersihkan makeup di wajahnya hingga terlihatlah wajah natural sang istri.

__ADS_1


"Mas! "


Pekik Sky terkejut ketika sang suami mengangkat kedua kakinya dan di taruh di atas paha sang suami.


Panji menahan kedua kaki sang istri yang akan di tarik.


"Diamlah, biarkan aku melakukan tugasku! "


Ucap Panji lembut sambil menatap penuh cinta sang istri. Panji memasukan satu persatu kaki sang istri kedalam wadah sedang yang sudah Panji isi air hangat.


Panji bisa merasakan kalau sang istri begitu tegang dan ingin memberontak tapi Panji menahannya, sambil membasuk kaki sang istri dan memijatnya lembut.


Sky terdiam merasa nyaman dengan apa yang sang suami lakukan, rasanya kedua kaki Sky terasa ringan dengan pijatan sang suami.


Panji menaruh handuk kecil di atas pangkuannya dan menarik satu persatu kaki mulus sang istri dan di letakan kembali keatas pangkuannya.


"Sayang, kamu istriku. Terimakasih atas cinta yang kamu berikan. Mungkin rasa cintaku tak sebesar rasa cintamu, kedua kaki ini begitu berani melangkah mempertaruhkan nyawa mu. Dengan kedua kaki ini juga terimakasih sudah datang dengan cinta yang tulus, menerima semua kekurangan dan masa lalu ku. Dengan kaki ini juga kamu akan melangkah mempersiapkan seluruh kebutuhan dan keperluanku dan mungkin dengan kaki ini juga kamu akan menahan lelah mengurus istana dan keturunanku. Ridhokah dan siapkah kamu melakukannya? "


Sky begitu terharu mendengar ungkapan sang suami yang begitu menghormati dirinya, Sky tidak menyangka suami cueknya begitu lembut dan penuh kasih memperlakukannya bak putri raja.


Sungguh, Sky tidak penah menyesal melabuhkan hatinya pada laki-laki yang begitu menghormati dirinya sebagai sang istri bukan hanya sekedar menagnggapnya hanya sebatas pendamping.


"Sky ridho dan siap mengabdikan diri Sky padamu, Mas. Kamu suamiku, pemingpinku dan berhak sepenuhnya atas diriku. Terimakasih Mas sudah menghormati ku, tidak ada kebahagian di hati Sky dan mungkin semua perempuan ketika suaminya menghormati istrinya bukan hanya sekedar pemuas nafsunya."


Panji tersenyum bahagia dengan jawaban sang istri, lalu Panji melanjutkan aktivitasnya mengelap kedua kaki sang istri yang basah.


Seorang istri akan jauh lebih menghormati ketika suaminya juga menghormati dirinya, begitupun sebaliknya.


"Mas ...,"


Panji mendongkak mendengar panggilan sang istri, dengan lembut Sky menangkup pipi sang suami.


Cup ....

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2