AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 80 Kerapuhan Sky


__ADS_3

Harusnya Sky bahagia kenapa malah bersedih!


Harusnya malam ini menjadi malam pertama bagi sepasang suami istri bukankah begitu! Tetapi sayang Sky jauh dari kata itu, pernikahan dadakan membuat Sky entah harus berbuat apa, apa dia bahagia atau malah sebaliknya.


Tidak ada acara lamaran atau hal romantis yang pasangan lakukan sebelum janji suci terucap tapi tidak dengan Sky .


Sky bak orang bodoh yang hanya diam dengan situasi yang membuat dirinya sendiri bingung.


Bahagia! mungkin kata itu pantas buat Fatih dan Serra bukan untuk Sky, bagaimana tidak. Pernikahan harusnya menjadi sebuah kebahagiaan bagi setiap pengantin baru tapi tidak dengan Sky jika menikah nya dengan keadaan Sky mengecewakan kedua orang tuanya hingga di paksa menikah.


Tidak ada acara meriah dari pernikahan itu karna mendadak,dan bahkan yang harusnya menjadi malam pertama bagi pengantin baru Sky habiskan sendiri dengan isak tangis yang tiada henti.


Bagaimana tidak! sudah menikah mendadak dan di malam pertama juga Sky harus di tinggal pergi oleh Panji. Entah urusan apa yang membuat Panji langsung pergi sesudah selesai mengucapkan janji suci .


Setidaknya Panji memberitahu kemana dia pergi dan urusan apa! tapi sayang itu hanya sebuah harapan bagi Sky. Bagaimana Sky harus bahagia jika Sky saja seakan tidak di anggap oleh Panji.


Bukankah Sky sekarang sudah menjadi istri seorang Panji Sky Al-fatih yang harus tahu kemana suaminya pergi dan ada urusan apa! walau Sky tau dia hanya istri dadakan.


Miris bukan! sudah menjadi istri dadakan, pernikahan dadakan dan di tinggal pula secara mendadak meninggalkan kesedihan berkali-kali lipat di hati Sky.


Jika saja Panji berbicara atau sekedar memberitahu kalau dia akan pergi mungkin Sky tidak akan sesedih itu.


Pernikahan apa yang sedang Sky jalani ini, apa ini hanya sebuah mainan bagi Panji, setidaknya jika ada Panji Sky tidak akan sesedih ini karna masih bisa Sky ajak berkomitmen untuk kedepannya tapi ini hanya kehampaan.


Apa Sky bisa menjalani ini semua ya Robb..


Jerit batin Sky sakit, kenapa tidak ada yang peduli dengan perasaan nya. Kedua orang tuanya seakan lupa kalau Sky sedang butuh mereka dan sang abang pun sama tidak mengerti dengan perasaannya membuat Sky benar-benar seakan sendirian, kalau ada Panji setidaknya Sky tidak merasa sendiri walau Panji suami dadakannya tetap saja Panji adalah suaminya .


Cklek...


Sky buru-buru menghapus air matanya mendengar suara orang membuka pintu, dan berusaha memejamkan kedua matanya.


"Dek.. "


Hati Sky bergetar mendengar suara lembut sang Abang, Sky pikir sang abang tidak peduli padanya nyatanya Sky salah. Abangnya datang dan peduli setidaknya bisa mengurangi rasa sedih Sky. Tetap saja Sky berpura-pura tidur karna tidak mau membuat sang abang bersedih dengan keadaan Sky yang takut tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

__ADS_1


"Jangan bersedih... melihatnya membuat abang merasa bersalah, abang yakin adek kuat menghadapai cobaan ini. Semuanya terjadi tampa rencana mungkin ini namanya takdir, jangan salahkan Tuhan atas semua yang terjadi, mungkin ini memang jalan takdir adek.. berjanjilah untuk kedepannya adek akan bahagia.. "


Apa adek bisa bang. Bahkan suami dadakan adek pergi tampa memberitahu..


"Adek adalah gadis kuat yang abang kenal, abang yakin adek bisa menjalani semuanya.Ikhlaslah dengan ketetapan Allah Insyaallah adek akan menemukan kebahagiaan di baliknya.. "


Tapi nyatanya Adek lemah bang... adek lemah.. bagaimana bisa abang bicara kalau adek k.. kuat...


Jerit batin Sky sakit sambil mengepalkan tangannya kuat di balik selimut.


Cup...


"Bersabarlah Panji pasti kembali... "


Apa adek berhak berharap Panji kembali... katakan bang apa Adek berhak berharap, bahkan Panji sendiri pergi tampa pamit seolah adek bukan istrinya. Bukankah adek sekarang sudah menjadi istrinya kenapa Panji harus pergi.. kenapa !


Jerit Sky sakit sambil membuka kedua matanya perlahan ketika mendengar sang abang sudah pergi.


Sky meremas dadanya kuat kuat sesekali memukulnya seakan berusaha mehilangkan kesesakan .


"Pa.. paman a.. apa ini yang Paman mau.. kenapa paman menjerat Sky seperti ini, tapi lihatlah P.. paman putra paman malah meninggalkan Sky sendiri... "


"S-sky sudah membantu putra paman dengan ikhlas t.. tapi kenapa harus kesakitan yang harua S-sky terimaa,,,, kenapa Paman.. Sky tidak menginginkan pernikahan ini jika harus merasakan sakit seperti ini.. "


Gumam Sky gemetar sambil mengeratkan pelukannya pada selimut, seakan Sky kedinginan.


"Paman tidak tau apa yang sedang Allah rencanakan, takdirnya mempertemukan Sky dengan Paman dan menjadi penolong keluarga paman. Padahal paman tau jarak kita begitu terbelah oleh Benua . "


"Jika suatu hari nanti terjadi sesuatu pada paman, maukah Sky menolong Panji dalam kesesatan! "


"Sky sudah menepati janji itu Paman.. "


Lilir Sky mengingat apa yang paman Andre katakan sebelum Sky pergi ke-Turki.


"Paman tau ini berat buat Sky, tapi Paman tidak mau melihat putra paman melakukan hal bodoh untuk yang kedua kalinya, ada aura yang mengerikan didirinya jika putra paman hilang kendali seperti apa yang pernah Sky lihat. "

__ADS_1


"Berjanjilah...paman yakin kamu bisa! "


"Yah Paman benar Sky bisa melakukannya bahkan dengan mudah, ta.. tapi sekarang apa yang Sky dapatkan.. "


Monolog Sky terus membayang.


"Paman yakin kamu akan kembali diwaktu yang tepat. "


"Tapi sayangnya putra paman pergi di waktu yang tidak te.. tepat... "


Lilir Sky kembali bergetar bahkan Sky menggigit bibir bawahnya supaya tidak mengeluarkan isakan.


"Bah.. bahkan putra Paman pergi tampa pamit.. meninggalkan Sky dalam kesedihan dan kebingungan,apa putra paman akan kembali atau,, entahlah.. Sky tidak tahu.. "


Sky terus saja bermonolog dengan dirinya sendiri memecah kesunyiaan malam yang menemaninya.


Rembulan di atas sana menyipit seakan mengintip betapa rapuhnya Sky, isakan itu terdengar pilu siapa saja yang mendengarnya pasti akan ikut terhanyut kedalamnya.


Dalam sekejap setatus Sky berubah dan dalam sekejap juga Sky bak istri yang tidak di inginkan.


Rasa sakit, kecewa, marah dan sedih bercampur jadi satu menemani malam Pilu Sky.


Entahlah Sky tidak memikirkan hari esok bagaimana, apakah Panji akan datang seperti apa yang Fatih ucapkan atau tidak.


Walau jauh di lubuk hati Sky menginginkan Panji akan ada di saat dia bangun walau hanya sebentar.


Tapi nyatanya itu hanya sebuah angan bagi Sky, karna Panji tidak ada sama sekali membuat Sky merasa kalau dirinya benar-benar istri yang tidak di ingin dan harapkan.


Toh pernikahan itu juga dadakan dan Sky di sini yang bersalah, jadi pantaskan Sky berharap lebih atas pernikahannya.


Buat apa berharap jika yang kita harapkan malah pergi entah kemana !


Miris bukan ! itulah yang Sky alami dirinya seperti jiwa yang terbuang.


Terbuang dari kartu keluarga dan terbuang oleh suami yang meninggalkan dirinya sendiri dalam sunyi kerapuhan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2