AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 19 Astagfirullah


__ADS_3

"Apa Nona yakin! "


Ucap salah satu bodyguard menatap sang nona Muda dengan ragu.


"Saya akan menyiapkan semuanya.. "


Ucap sang bodyguar lagi karna takut melihat tatapan sang Nona Muda yang menatapnya dingin. Kalau sudah begitu tidak ada yang berani mencegahnya lagi.


Sky tidak suka mengulang kata-katanya lagi, Sky akan berubah dingin jika titahnya tidak diiyahkan.


Sky sudah tidak peduli lagi dengan liburannya, yang ada dalam pikirannya saat ini Sky hanya ingin paman Pasien itu sembuh. Apalagi tentang sebuah Palasdisk yang entah apa isinya Sky juga tidak tahu.


Paman Pasien hanya meminta tolong untuk menjaga Palasdisk yang ada di balik sepatu yang paman Pasien itu kenakan.


Dan Sky bisa menyimpulkan orang yang Sky tolong bukan orang sembarangan apalagi sepatu yang paman Pasien pakai adalah sepatu rancangan khusus.


"Hari ini kita kembali ke-Bandung, siapkan semuanya "


Titah Sky membuat tiga bodyguard mundur untuk menyiapkan keberangkatan, kini tinggal ada dua bodyguard yang selalu ada kemanapun Sky melangkah tetap berdiri di belakang Sky.


"Bagaimana dengan orang-orang yang mencari paman Pasien ? Apa sudah menemukan siapa mereka! "


"Sudah Nona "


Ucap satu Bodyguard sambil menyerahkan sebuah berkas. Sky langsung mengambilnya dengan perlahan Sky membuka berkas itu.


Seketika tupil Sky membulat sempurna melihat berkas yang sang bodyguar berikan, tak lama Sky tersenyum miring entah apa arti dari senyuman itu.


"Menarik! Sebuah dendam, kesalah pahaman,keluarga dan cinta.Sungguh masalah sangat rumit.. "


Ucap Sky pelan yang masih terdengar di telinga sang Bodyguard.Seketika senyuman itu menghilang tetkala Sky mengingat sesuatu, entah kenapa ada rasa lain dihatinya yang mungkin Sky sendiri tak sadar.


"Terimakasih Paman, sekarang Sky semakin semangat menyelamatkan paman Pasien itu."


Ucap Sky tulus langsung menutup berkas-berkas itu dan memberikan kembali pada sang bodyguar untuk disimpan.


"Semua sudah siap Nona "


Sky hanya mengangguk saja lalu langsung berjalan keluar dimana mobilnya sudah terparkir. Tampa banyak bicara Sky langsung masuk dengan pelan sang bodyguar menutup pintu mobilnya.


Dua mobil BNW itu melaju meninggalkan rumah sakit. Sky menyandarkan kepalanya disandaran kursi sambil memejamkan kedua matanya.


"Astagfirullah.. "


Gumam Sky pelan sambil mengelus dadanya, entah kenapa tiba-tiba bayangan tatapan mata itu muncul dipikiran Sky. Tatapan kesakitan dan amarah menjadi satu. Membuat Sky tiba-tiba merasakan sesak di dadanya.


"Ya Allah apa yang terjadi pada Sky, kenapa dada Sky sakit dan tidak tenang! ada apa ini.. "

__ADS_1


Lilir Sky pelan bahkan hanya Sky sendiri yang mendengarnya.


Sky berusaha mengalihkan perasaan dan pikirannya dengan mengutak-atik ponsel mahalnya, Sudah Sky menemukan kontak yang dia cari Sky langsung menekan tombol panggil.


"Siapkan semuanya, sekitar satu jam lagi sampai ! "


Sky langsung mematikan teleponnya ketika ada telepon lain masuk.


"Iya ,Waalaikumsalam abang.. "


"Abang dengar adek balik ke-Bandung hari ini, dan membawa Pasien itu ! abang tadi lihat berkas tentang Pasien itu dan vidio perkembangan Pasien, ada sedikit sesuatu dibagiaan tangannya sepertinya harus dilakukan oprasi "


"Ko bisa, Dokter tidak mengatakan sesuatu! Oprasi apa yang harus dilakukan Bang ? biar adek kasih tau Serra! "


"Tidak! Lusa adek kembali ke-Turki dan bawa Pasien itu biar abang sendiri yang menanganinya, Ini perintah! Abang sudah menyiapkan semuanya. "


"Baik bang "


"Itu baru adek Abang ganteng he.. "


"Widih pede amat, masa ganteng masih jomblo "


"Siapa bilang "


"Wah sia... "


Tut... tut....


Kesal Sky karna dimatikan teleponnya, Sky menghela nafas pelan mengingat apa yang diucapakan sang kakak tentang sesuatu dibagiaan tangan Pasien, ada apa sebenarnya, pikir Sky bingung.


Sky tau abangnya tidak akan pernah meleset dalam mendiagnosa Pasien, Seketika raut wajah bingung menjadi kesal tetkala Sky mengingat kata terakhir sang abang.


"Siapa wanita hebat yang berani mencuri hati abang Esku "


Gumam Sky menerka-nerka siapa saja wanita yang dekat dengan abangnya! tapi nihil Sky tak mengingatnya dan tentunya memang tidak ada,kesal Sky.


"Tunggu.... Tunggu Apa Baba dan Ummah menjodohkan Abang! ah... rasanya tidak mungkin! atau abang melakukan kesalahan! itu juga tidak mungkin secara kan abangku Sholeh baget! tapi siapa ya! "


Gumam Sky terus berpikir keras menatap nanar ponselnya.


Tampa Sky sadari dua bodyguard yang ada didepannya dari tadi menahan tawa mendengar celotehan Sky, yang menurut mereka sangatlah lucu.


Sikap manja dan pecicilan Sky akan muncul jika bicara dengan orang terdekatnya, Apalagi kenarsisan Sky kalau sudah muncul gak ketulungan siapa saja yang mendengarnya pasti akan tertawa dan melogo.


Tapi kalau sudah berubah menjadi Dingin dan angkuh maka Sky akan menjelma menjadi Harimau buas yang siap menerkam siapa saja yang mengusik dirinya dan keluarganya.


Mengingat kemarahan nona Mudanya membuat dua bodyguard itu bergidik ngeri, bisa-bisa badan mereka dicingcang bak ayam potong.

__ADS_1


"Yasudahlah kenapa kamu bingung Sky, nanti juga kamu akan tau! dan kau gadis yang berani menaklukan hati abangku kamu harus berhadapan dulu denganku he.. he.. "


Gumam Sky cengengesan sendiri, sungguh Sky seakan hidup didunianya sendiri tidak peduli dengan kedua bodyguard yang dari tadi menahan senyum geli.


Dan tampa Sky sadari mobil mereka sudah sampai disebuah Villa .Sang bodyguar langsung membukakan pintu membuat Sky tersadar dan langsung keluar.


Kedatangan Sky sudah disambut oleh beberapa dokter dan perawat yang sudah siap membawa Pasien.


"Selamat datang, Nona. "


Brukkk....


Bukannya menjawab Sky malah memeluk gadis yang menyapanya sambil tersenyum, lalu melepaskan kembali.


"Bagai mana kabarmu Serra! apa kamu suka tempatnya? "


Ucap Sky lembut, pada gadis dihadapannya membuat gadis yang bernama Serra hanya tersenyum kikuk.


Di telepon Sky akan menjelma sebagai atasan dan jika berhadapan Sky akan menganggap orang yang berjasa padanya layaknya saudara sendiri, sipat lemah lembut Aiman sungguh melekat didiri Sky.


"Alhamdulilalh baik, ya aku suka. "


Ucap Serra dedikit tidak enak jika harus bersikap seformal itu walau bagai manapun Sky atasannya.


Serra mempersilahkan Sky untuk masuk sedangkan paman Pasien sudah dari tadi masuk duluaan bersama para doketr dan perawat.


Sky langsung menuju ruangan dimana Paman Pasien itu berada, Dokter memasang beberapa alat pada tubuh lemah Pasien tak lupa mengecek keadaannya juga . Sudah selesai sang dokter dan para perawat keluar membiarkan Sky berada didalam.


Sky hanya ingin memastikan sesuatu, dengan pelan Sky berjalan menghampiri paman Pasien, perlahan Sky memegang tangan paman Pasien dengan hati-hati melihat begitu ngerinya luka-luka itu.


Sky menelisik mencari sesuatu dengan tatapan tajamnya, hingga mata Sky berhenti di satu jahitan yang mulai rapat kembali.


Dengan pelan Sky mengusapnya dengan tatapan tajam dan Sky terus mempokuskan tatapannya hingga tupil Sky melebar menyadari sesuatu.


"Astagfirullah haladzimmm.. "


Lilir Sky sambil menutup mulutnya karna tidak percaya.


Butuh kosentrasi penuh bagi Sky mengetahuinya, karna memang Sky tidak sehebat abangnya dibidang kedokteran.


Bersambung.....


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


Like, Hadiah, Komen, dan Vote


Terimakasih....


__ADS_2