AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 96 Parfum penenang!!!


__ADS_3

Harus banyak drama yang Panji lakukan supaya Laila tidak bertemu dulu dengan Sky.


Saat Laila sadar dari pingsannya, Laila langsung menanyakan keberadaan Sky, Panji terus berusaha membuat Laila mengerti kalau Sky sedang istirahat.


Tetapi jiwa kekeh Laila tidak bisa di bantah membuat Panji bingung harus melakukan apa lagi supaya Laila mengerti, kalau Sky butuh istirahat.


Panji masih membayang wajah lelah Sky membuat Panji tidak tega, apalagi Panji tau, Laila pasti tidak akan membirakan Sky tidur sebelum selesai menjawab semua pertanyaan kepo Laila.


Sedangkan Sky dari tadi mondar-mandir di samping ranjang, menunggu kedatangan Panji.


Tetapi yang di tunggu tidak kunjung datang membuat Sky kesal setengah mati, Sky mendudukan bokongnya di atas shopa dengan kasar sambil menghembuskan nafas.


Wajah Sky di tekuk dengan bibir mengerucut seperti tutut.


Padahal Sky sengaja meminta istirahat duluan hanya ingin mempersiapkan diri, Sky sudah menyakinkan hatinya bahwa sepenuhnya jiwa raga Sky sudah milik Panji, suaminya. Sky ingin memberikan sesutu yang selama ini dia jaga untuk sang suami, walau bagaimanapun Panji adalah suaminya dan berhak mendapatkannya.


Buat apa aku dandan cape-cape hanya ingin menyenangkan hatinya, tetapi Panji tak kunjung datang. Sadar Sky, kamu hanya istri di dalam buku nikah.


Batin Sky dongkol, Sky hanya ingin menjadi istri berbakti. Menyenangkan hati sang suami dengan cara sederhana yang Sky bisa. Yaitu, menyerahkan sesuatu haknya, dan memperlihatkan semua yang sudah halal.


Sky tidak bisa berkata lembut karena belum terbiasa bicara dengan orang yang baru Sky kenal, tetapi Sky hanya ingin berusaha lembut dengan tindakan bahwa Sky sepenuhnya menerima semua takdir yang sudah di tetapkan untuknya.


Huh ...


Sky membuang nafas kasar dan dalam ketika melihat jam sudah menunjukan pukul 23:59 malam.


Hingga rasa kantuk tidak bisa Sky tahan lagi, sudah sendari tadi menang Sky terus menguap berusaha terjaga, tetapi rasa kantuk itu tidak bisa Sky tahan lagi. Hingga Skypun tertidur di atas shopa dengan posisi kepala menyender di sanggahan sisi shopa, dengan kedua kaki dibiarkan telurur kelantai.


Panji bernafas lega ketika sang adik menyerah.

__ADS_1


"Yasudah, tetapi kakak janji, harus memberi Laila keponakan banyak, "


"Iya ... iya bawel amat, "


Kesal Panji sambil mengacak-ngacak rambut panjang sang adik membuat Laila mengerucutkan bibirnya kesal, selalu saja suka mengacak-ngacak rambutnya.


Panji berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya, rasanya jantung Panji dari tadi berdetak sangat kencang.


Panji hanya takut Sky tidur tidak di ranjang mengingat hubungan mereka masih canggung untuk melakukan sesutu hal yang intim.


Deng ....


Benar saja apa yang Panji takutkan bahwa Sky tidur di atas shopa, tetapi bukan itu yang membuat Panji terkejut. Penampilan Sky yang begitu berbeda dari biasanya, Panji bikir Sky akan tidur memakai pakain tertutup tetapi dugaan Panji salah besar.


Sky memakai baju dress tidur yang memperlihatkan kaki jenjang mulusnya, dengan rambut tergerai menutupi bagian wajahnya.


Panji dengan susah payah menelan ludahnya kasar, Panji pria normal disuguhkan pemandangan indah di depan matanya, siapa yang tidak akan tertarik. Apalagi Sky sudah halal baginya, entah dorongan dari mana, Panji berjalan mendekati Sky, lalu berjungkok tepat di hadapan wajah Sky yang tertutup rambut.


Perlahan Panji menyingkirkan rambut yang menutupi separuh wajah Sky dengan penuh hati-hati takut membangunkan Sky.


Deg ...


Panji tertegun melihat wajah cantik Sky yang begitu bertambah cantik berkali lipat, Panji baru melihat wajah cantik yang selalu tampil cantik natural tampa polesan makeup berlebihan kini wajah cantik ini bertambah kali lipatnya tidak seperti biasanya.


Tangan Panji menyelusuri garis wajah Sky dari mulai alis tebal, bulu mata lentik, hidung mancung terakhir bibir seksi nan mungil yang sedikit berisi.


"Apa kamu sengaja berpenampilan seperti ini, ingin menggodaku! "


Gumam Panji seakan terhipnotis dengan kenikmatan yang di suguhkan di depan matanya.

__ADS_1


"Tidak! aku tidak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan, aku harus memastikan dulu hatiku. Walau aku tau Sky halal bagiku, "


Monolog Panji menggeleng-gelengkan kepalanya sambil membuang nafas pelan.


Grep ...


Panji menggendong tubuh Sky hati-hati takut membangunkan tidurnya, perlahan Panji membaringkan tubuh menggoda Sky dengan hati-hati.


Nafas Panji memburu ketika matanya tidak sengaja melihat bukit sofa marwah ketika baju dress tidurnya tersingkab akibat gerakan Sky yang merasa tidak nyaman.


"Sabar Panji, dia akan marah jika kamu hanya melakukannya karena nafsu,"


Gumam Panji pada dirinya sendiri seakan mengutuk dirinya sendiri kenapa jantungnya terus saja berdetak tidak karuan.


Panji laki-laki dewasa yang pasti menginginkan sesuatu lepas dalam dirinya, tetapi Panji bukan laki-laki bajingan yang memanfaatkan keadaan ketika Sky sedang tidur walau Panji tau Sky halal baginya.


Amira maafkan aku, sepertinya suatu saat nanti aku akan lepas kendali.


Batin Panji sambil beranjak menuju shopa ketika sudah menyelimuti tubuh Sky.


Aroma tubuh Sky masih bisa Panji rasakan ketika Panji membaringkan tubuhnya dengan kepala yang menyandar tepat di sanggahan kursi tempat Sky tadi tertidur.


"Parfum apa yang kamu pakai, kenapa wanginya membuat pikiranku tenang dan nyaman"


Gumam Panji sambil memejamkan kedua matanya dengan satu tangan di simpan di atas keningnya menutupi cahaya lampu yang memasuki matanya, karena memang Panji kalau tidur tidak suka terang.


Entah kenapa malam ini Panji bisa tidur walau dengan keadaan lampu menyala, padahal sebelumnya Panji harus mematikan lampu jika akan tidur dan membirkan lampu tamaran yang menyala.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2