AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 12 Kangen Ummah


__ADS_3

Disepanjang jalan Sky tetap bungkam membuat pak Hendra bingung harus bagai mana, mau membuka suara tapi takut Keponakan pak Air akan bertambah marah.


Ya pak Hendra adalah satu-satunya orang yang tau siapa sebenarnya Sky, keponakan Bosnya di kantor dan gadis itu bukan gadis biasa.


Terlihat diluar dia seperti gadis lemah lembut dan alim dengan pakaian syar'inya tapi siapa sangka gadis itu akan menjelma seperti macan jika dirinya terusik.


Tatapan mata yang tajam namun memiliki keteduhan dibalaiknya, Dan setiap kata yang keluar dari bibir mungilnya bak tombak yang menancap tepat sasaran tapi dibalik itu semua kata-kata bijak yang terucap.


"Maafkan saya atas kekacaun tadi, Pak."


Akhirnya sudah satu jam perjalan Sky angkat bicara membuat pak Hendra bernafas lega.


"Tidak apa-apa Nona, saya mengerti . "


"Pak jika Om sudah kembali ke kantor bilang saja saya ada sedikit urusan diluar.. "


Pak Hendra hanya mengangguk saja tidak berani mempertanyakan urusan apa! sesudah pak Hendra turun dan masuk kedalam lobi prusahaan Sky menyuruh pengawalnya melajukan kembali mobilnya.


"Kita sekarang mau kemana, Non. "


"Kealamat ini paman.. "


Ucap lembut Sky sambil menunjukan alamat yang akan dituju di layar ponselnya, kedua bodyguard itu mengangguk tampa bertanya lagi.


"Paman sebentar lagi akan adzan dhuhur berhenti di Masjid ya.. "


"Baik Non.. "


Sky menyandarkan kepalanya kejendela sambil menatap keluar jendela. Pikiran Sky tertuju pada kejadiaan tadi membuat Sky memejamkan kedua matanya menahan sesak dan amarah.


Sky sempat terkejut mengetahui siapa rekan bisnis Omnya,Laki-laki yang hampir mau bunuh diri yang kemaren sore Sky bentak.


Ada rasa lega dihati Sky kalau orang itu selamat tapi Sky sedikit penasaran apa yang terjadi kepada orang itu. Bukankah dia seorang Presedir S. A Compay kenapa mau melakukan hal bodoh, apa sebegitu menyakitkannya ujian yang dia alami, pikir Sky.


Tampa Sky sadari mobil yang membawa dirinya kealamat tujuan sudah sampai dari tadi namun kedua bodyguard itu tidak berani bersua melihat Nona mudanya melamun.


Sadar dari lamunannya Sky langsung keluar sendiri berjalan menuju sebuah rumah yang berdiri dua lantai didepannya.


Tangan Sky tetahan ketika akan mengetuk pintu karna pintunya sudah dibuka duluaan.Muncullah gadis Cantik dengan mata sipitnya,hidung mancung, bulu mata lentik, alis tebal dan tentunya bibir seksi yang dari tadi tersenyum menyambut kedatangan Kakak tercintanya.


"Assalamualaikum ..Dek.. "


Brukk...


Bukannya menjawab salam Sky orang itu malah langsung memeluk tubuh Sky.

__ADS_1


"Waalaikumsalam Kakak... Rara kangen banget sama Kakak.. "


Ucap Antusias Rara memeluk erat kakak sepupuhnya, Sky hanya tersenyum saja. Sebenarnya dari kecil Rara dan Sky gadis sebelas dua belas kelakuaannya namun mereka cukup lama tak bertemu hingga mungkin sikap mereka juga akan sedikit berubah dengan perputaran keadaan dan Zaman.


"Ayo masuk Kak.. "


Sky hanya tersenyum saja melihat kelakuaan adik sepupuhnya yang ternyata masih sama, selalu bar-bar jika bertemu.


"Andrian mana, Dek? "


"Andrian lagi tidur siang Kak, kakak mau minum apa! Jus atau Teh? "


Bukannya menjawab Sky malah memerhatikan sebuah poho yang tergantung di dinding.


"Kakak pasti lupa ya dengan wajah suami Rara he.. "


"Tidak Dek, cuma tadi kakak bertemu dengannya! "


"Wah bagus kalau gitu, kalau Mas Rafli tau siapa kakak pasti dia senang.. "


"He.. he... Maaf kak.. "


Ucap Rara cengengesan mendapat tatapan tajam dari kakak sepupuhnya. Rara tau kakak sepupuhnya itu selalu tidak mau orang tau siapa dirinya, dan keberuntungan bagi Rara bisa bertemu dengan kakak sepupuh jeniusnya.


"Teh aja.. "


Rara langsung pergi menuju dapur setelah tau apa yang kakak sepupuhnya inginkan.Sky hanya diam saja duduk manis di shofa sambil sibuk dengan ponselnya entah apa yang Sky lakukan dilihat dari wajahnya seperti ada hal serius.


"Ini kak diminum.. "


"Terimakasih, Dek.. "


Ucap Sky langsung mematikan ponselnya dan meminum minuman yang diberikan Rara.


Cukup seru mereka mengobrol mengingat masa kecil mereka yang selalu membuat ulah, tawa Sky sampai terdengar keruang makan dimana ada dua bodyguar sedang makan, kedua bodyguard itu nampak tersenyum mendengar tawa nona mudanya yang jarang terdengar.


"Oh ya, Dek .Kapan Adek bisa membantu Om dikantor sebentar lagi kan Kakak juga pulang ke Turki. "


Ucap serius Sky menatap lekat adik sepupuhnya itu, Rara hanya menghela nafas pelan.


"Jujur Rara juga sudah menyuruh mas Rafli untuk membantu Papah, Rarakan harus mengurus Andrian dulu. Kalau Andriaan sudah usia satu tahun Rara pasti akan membantu Papah lagi. "


"Kenapa suami adek tidak mau! "


"Itu dia masalahnya mas Rafli sibuk membantu kak Panji diperusahaannya,apalagi kak Panji keadaannya sedang tidak baik-baik saja paska kecelakaan yang merenggut calon istri dan Mamah kak Panji empat bulan yang lalu.."

__ADS_1


"Tunggu.. tunggu jadi kak Amira calon istri teman suami Adek! "


"Iya Kak "


Deg...


Seketika Sky tertegun mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, jadi ini alasan dia mau bunuh diri, batin Sky.


"Oh begitu, Dek kakak cuma mau kasih tau kalau bisa bantu Om di perusahaan karna banyak penjilat-penjilat disana, kasihan Om sendiriaan. Dan ini berkas dan data-data para penjilat itu Adek pelajari dulu karna Kakak juga tidak mungkin membantu Om terus. "


Ucap Sky berusaha mengalihkan pembicaraan dan memberikan beberapa berkas pada Rara. Rara begitu terkejut mendengar ucapan kakak Sepupuhnya ditambah dengan berkas-berkas itu. Seketika membuat Rara jadi sedih karna tidak bisa membantu sang papah.


"Ingat ! jangan kasih tau kalau berkas ini kakak yang memberikan pada Adek, di perusahaan Om ,tidak ada orang yang bisa dipercaya kecuali pak Hendra asisten Om. Bantulah Om, walau Adek harus mengerjakannya dirumah mungkin suami adek juga bisa membantu.."


"Terimakasih atas inpormasinya Kak.. "


Lilir Rara benar-benar sok dengan apa yang barusan dia ketahui.


Sudah urusannya dengan Rara selesai Sky langsung pamit pulang, karna itulah tujuaan Sky bertemu dengan Rara. Memberitahukan keadaan perusahaan Om Air.


Sky bisa bernafas lega karna sudah memberi tahu Rara apa yang terjadi, karna Sky tak bisa terus membantu sang Om dimana Sky sudah hampir Empat bulan meninggalkan sang Ummah.


Mungkin waktu Sky hanya beberapa minggu lagi tinggal di Indonesia dan Sky sudah menyuruh anak buahnya bekerja di perusahaan sang Om menggantikan dirinya ketika Sky kembali kenegara asalnya.


Sebelum meninggalkan tanah kelahiran sang Ummah Sky penasaran ingin berkunjung kepantai Pelabuhan ratu.


Dimana banyak orang yang menceritakan tentang pantai itu yang salah satunya orang-orang bilang Pantai selatan Nyai Roro kidul, Sky pernah mendengar pantai itu di Jogja. Tapi siapa sangka ternyata pantai selatan ada dua yaitu salah satunya Pelabuhan ratu.


Ya itu tujuaan terakhir Sky menjelajah kota yang ada di Indonesia yang penuh dengan kekayaan Alam, seni budaya dan sejarah.


"Sky kangen Ummah.. "


Gumam Sky sambil melukis nama UMMAH di jendela kaca mobil yang mengembun karna mulai turunnya rintikan hujan.


.


.


Bersambung...


Bagaimana seru tidak???


Jangan lupa Like, Komen, Hadiah, Vote ya


Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2