AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
43 Kesedihan


__ADS_3

Dunia Sandi seakan dijungkir balikan dengan kenyataan yang membuatnya sesak.


Tapi apalah daya Sandi tidak bisa memutar ulang waktu yang sudah terlewat dengan dendam yang bersarang kini terganti penyesalan dan keterkejutan.


Sandi tak menyangka seorang sahabat yang dia anggap penghianat dan pembunuh malah menolongnya dari ancaman maut. Dan yang paling Sandi sok Ketika kebenaran datang dengan kepergian yang memilukan.


Semuanya tak bisa diputar ulang, sahabatnya sudah pergi tepat dihadapannya dengan keadaan yang berbalik.


Kenyataan pahit harus dia terima dengan kata maaf yang tak bisa terbalas.


Hanya ada penyesalan yang menggerogoti dirinya, matanya memerah menahan amarah,kecewa,sedih dan menyesal.


Semuanya tak bisa diulang hanya dengan sekedar kata Maaf, sahabat yang Sandi benci atas kehilangan istri dan anaknya membuat Sandi buta akan rasa sakit hingga membuatnya gila dengan semua bukti dan tuduhan yang mengarah kearah sahabatnya.


Bahkan Sandi sudah menghancurkan dari dulu keluarga Al-fatih lewat ayah Smit yang tak lain adalah Farhat Al-fatih kakak dari Mawar Al-fatih ibu dari Panji Sky Al-fatih.


Tinggal satu langkah lagi Sandi menghancurkan keluarga Al-fatih yang paling berpengaruh dan sangat sulit untuk dihancurkan. Hingga dengan gilanya Sandi mencuci anak tampa dosa untuk membenci orang yang tak tahu apa-apa. Bahkan Sandi menghilangkan ingatan ketiga bocah itu .


Hingga kini kebenaran terungkap dengan kepergian yang menyakitkan.


"Maafkan aku.. "


Lilir Sandi menatap nanar gundukan tanah basah didepannya dengan bulir bening menetes dipelupuk matanya.


"Jika bukan kau pelakunya maka siapa! siapa yang sudah mengadu domba kita! "


Monolog Sandi sambil menatap nanar nama sahabat yang dulu selalu ada suka dan duka tapi semuanya hancur oleh kepergian sang istri dan sang putra yang mati secara mengenaskan.


Hingga Sandi buta tak bisa berpikir jernih hanya ada kebencian, dendam dan amarah menyelimuti hatinya. Hingga Sandi buta akan semuanya dan menyerang orang yang salah.


Bukan hanya Sandi yang sok atas kejadian yang tiba-tiba itu, Farhan juga sangat sok dengan kenyataan yang ada bahwa Sandi juga adalah korban! Farhan hanya diam dengan pikirannya sendiri. Jadi siapa dalang dibalik ini semuan jika bukan Sandi atas kematian keluarganya! orang itu pasti bukan orang biasa dan mereka orang yang sangat membenci keluarga Pratama dan Al-fatih, pikir Farhan geram.

__ADS_1


Ingatan kecil Farhan mulai kembali ketika Farhan mendapat benturan keras akibat melawan anak buah Panji ditambah bukti dan penjelasan paman Andre. Membuat Farhan benar-benar sok dan terkejut.


Hingga Panji membuat drama dengan Farhan untuk menangkap Sandi yang sudah mencuci otaknya, tapi siapa sangka kebenaran terungkap dengan kepergian yang menyakitkan bagi Panji.


Baru berinjak satu tahun sang Mamah meninggalkan Panji kini sang Papah harus meninggalkannya juga.


Membuat hati Panji hancur berkeping-keping.Luka yang belum kering kini basah kembali membuat luka lama kembali menganga begitu menyakitkan.


Lagi-lagi Allah menguji Panji dengan kesakitan yang mencekik jiwanya.


Tidakkah kau puas menghancurkan diriku hah... kau senang melihatku menderita. Kau kejam kau jahat.... aku membenci kau... benci hiks.. hiks...


Tangisan pilu menggema disebuah ruangan Panji mengutuk Takdirnya yang terus mempermainkan hidupnya.


Kenapa harus Panji! bukankah didunia ini masih banyak orang selain Panji, kenap harus dirinya!.


Bukankah Allah tidak akan menguji seorang hamba diatas ketidak mampuhannya. Allah maha tau Takdir apa yang sedang berputar menjalankan skenarionya! Allah tau kalau Panji mampuh, tapi kenapa Panji terus mengeluh.


Tapi Panji hanyalah manusia biasa yang terbelenggu oleh nafsu kesakitan yang membutakan mata hati Panji Hingga Panji mengutuk dan membenci Tuhannya.


Aku benci pada takdir ini,,,, Kau mengambil Papah dariku tak cukupkah kau mengambil Mamah dan Amira,,,, Kenapa sangat sakit.Dan Se.. sekarang aku tak tahu dimana adikku berada... ah... ah.... aku membenci kau... kau sudah merampas miliku...


Desih Panji terus mengamuk dan mengutuk takdirnya,dengan tangan yang mengepal kuat memukul dada bidangnya yang terasa sesak dan perih.


Semuanya seakan mempermainkan hidup Panji, hingga membuat peria gagah itu lemah dengan jalan takdir yang terus menjungkir balikan hatinya.


Baru saja Panji merasa bahagia bisa mengetahui kalau adiknya masih hidup dan sang papah kembali tapi Panji kembali dihempaskan kedalam dasar lembah duri kesakitan. Membuat dada Panji sesak hingga sulit untuk bernafas.


Kenapa Panji harus kembali ke lembah kesakitan itu ketika Panji berusaha berjuang merangkak naik menuju puncak ketegaran.


Panji hanya manusia biasa yang lemah akan iman yang terus tergoyah oleh nafsu ketidak ikhlasan.

__ADS_1


Lagi-lagi rasa itu membelenggu Panji, hingga Panji seakan kesetanan yang terus mengutuk Takdir dan Tuhannya.


Keheningan malam menjadi saksi kerapuhan seorang Panji Sky Al-fatih, bulan nampak malu-malu bersembunyi mengintip dibalik celah jendela seakan bisa merasakan kerapuhan Panji .


Bintang-bintang berkedip seakan terkejut melihat keadaan Panji yang tidak dikatakan baik-baik saja.


Hembusan angin malam terasa panas oleh aura menyeramkan keluar dari diri Panji.Membuat malam sunyi itu menjadi mencengkram membuat buluk kuduk siapa saja meremang.


Tak puaskan kau menghancurkan hidupku,,,, kenapa kau lakukan hah. Kembalikan mereka padaku hiks.. hiks.. kembalikan,,,


Tak henti-hentinya Panji memaki dan membenci Tuhannya atas apa yang terjadi, kenapa takdir hidupnya tak seberuntung orang lain. Kenapa harus Panji yang merasakan rasa sakit itu,Kenapa ! Tidak lelahkan Tuhan mempermainkan hidup Panji !


Tidak !!!


Semuanya kehidupan pahit senangnya sudah digaris Takdirkan dengan ketetapan-Nya.Tak ada yang bisa mencegahnya ketika Allah sudah berkata 'Kun 'jadilah. Maka semuanya akan terjadi.


Allah paling tau siapa diantara hambanya yang paling kuat menghadapi ujian dari-Nya, hanya saja kita terkadang selalu tak menyadarinya yang hanya kita lakukan meratapi kesedihan dan marah.


Padahal kita tak pernah tau dibalik ujian itu Allah simpan kebahagian yang hakiki.


Terkadang kita diberi kesenangan akan lupa pada Tuhan kita dan tak tau terima kasih tapi ketika ditimpa Musibah sedikit saja kita baru mengingat Tuhan, bukan untuk di syukuri melaikan untuk di salahkan atas apa yang terjadi pada kita.


Jadi siapakah yang egois! bukankah kita sebagai hamba yang selalu egois dan serakah ingin selalu bahagia dan jaya tapi kita lupa siapa pemberi semuanya! Hingga Allah menegur memberi sedikit ujian tapi kita tak sabar dan malah menyalahkannya padahal Allah hanya ingin dekat dengan hambanya untuk mengankat derajatnya.


Begitu besar Rohman Rohim Allah pada setiap hambanya tapi kita selalu menjauh dari Rohman Rahimnya.


Jangan salahkan apa yang terjadi pada kita adalah kesalahan Tuhan, tapi salahkan diri kita sendiri apa yang kita lakukan hingga Tuhan menghukum kita.


Halnya seorang kekasih akan marah pada kekasihnya jika melakukan kesalahan, tapi sebaliknya seorang kekasih itu akan semakin jatuh cinta pada kekasihnya jika sang kekasih selalu menurut dan tak melakukan kesalahan.


Begitupun Apa yang Tuhan lakukan pada setiap hambanya, bukankah kita yang serakah ingin memiliki segalanya tapi kita lupa siapa pemilik kita dan dia, atau mereka.

__ADS_1


Tak tahukah Panji bahwa Allah sedang mengujinya bukan mempermainkan hidupnya ! .


__ADS_2