AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 90 Hati seorang ibu


__ADS_3

Sebuah keputusan yang begitu berat tetapi mudah bagi Panji memutuskan, entah apa yang membuat Panji memutuskan bertahan, memertahankan pernikahan yang baru seumur jangung.


Apa karena ingin membalas kebaikan Sky, atau karena permintaan baba Aiman! sungguh jika alasan Panji hanya itu, Sky tidak akan pernah memaafkan Panji. Sky bukan orang yang ingin di balas jika berbuat sesuatu dan tidak suka di lindungi, Sky gadis kuat tidak butuh semua itu.


Bagaimana kalau alasan Panji hanya itu, kecewakah Sky! tetapi sayang, alasan itu bukan menjadi alasan utama Panji bertahan.


Mungkin awal Panji menerima karena dua alasan itu, tetapi ketika Panji pergi ada rasa lain yang seakan tertinggal yang mengikat Panji.


Di tambah mimpi-mimpi buruk yang selalu datang di setiap tidur lelap Panji, seakan menggangu hati dan pikiran Panji. Takut! tentu, bagaimana Panji tidak takut kalau dalam mimpi itu Amira selalu datang dan mengancam kalau Amira akan membawa pergi Sky jauh bahkan Panji sendiri tidak bisa menggapainya.


Rasa kehilangan membuat Panji takut untuk merasakannya kembali, sungguh itu sangatlah menyakitkan.


Pergi tampa pamit memang menyakitkan, halnya yang Panji rasakan dan itu membuat Panji dihantui rasa takut dan takut, tidak mau terulang kembali yang akan mengantarkan Panji pada jurang penyesalan.


Entah kenapa Panji bisa merasakan kesakitan yang Sky rasakan, padahal Panji tau Sky tidak pernah sekalipun menunjukan rasa sakit, tetapi mata itu! tatapan itu! Panji memahaminya seakan Panji terseret kedalam kesedihan yang selalu Sky sembunyikan di balik bola mata bening yang selalu memancarkan ketajaman dan kewibawaan.


Amira... aku akan berusaha menerima kehadiran Sky di hatiku, tapi kamu jangan kewatir, namamu masih tersimpan indah di tempatnya. Jadi jangan kau mengambilnya dari ku, itu sangat menyakitkan. Kamu pergi tampa memberi pesan kepadaku, jadi jangan buat Sky melakukan hal yang sama seperti kamu, cukup aku yang sesaat pergi meninggalkannya, mungkin Sky bisa sabar dan kuat tapi aku tidak yakin pada diriku sendiri apakah aku akan kuat setelah merasakan sakit ketika Kamu, Mamah dan Papah pergi, Aku tidak mau lagi ada kata pergi... jadi.. jadi biarkan Sky bersamaku.


Monolog Panji membatin sesekali melirik kesamping dimana Sky sedang tertidur di kursi samping kemudi.


Wajah cantik itu terlihat damai ketika tidur membuat Panji merasakan sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan.


Wajah cantik dengan bulu mata lentik walau tidak selentik abang Fatih, alis tebal, hidung mancung dan bibir seksi merah alami.


Panji baru sadar kalau selama ini Sky tidak pernah menggunakan meukup berlebihan, terlihat natural dan itu membuat kecantikan Sky semakin terpancar.


Dua gen yang bercampur mewujudkan bidadari di samping Panji, entah ini mimpi atau apa, Panji mendapatkan gadis sempurna seperti Sky.


"Emira Halime Sky Mahmued, nama yang begitu cantik, tangguh, baik seperti orangnya. Aku baru sadar nama depan Sky hampir sama dengan Amira, membedakan hanya hurup awal 'A dan E' dan nama tengah Sky sama seperti nama yang aku punya, Panji Sky Al-fatih. Entah ini kebetulan atau apa! dia datang di tengah laraku, tampa sadar dia menyembuhkannya, seperti namanya yang berada di antara namaku dan nama kedudukan keluargaku. Semoga keputusanku tidak salah, kamu benar kita bertemu tampa sengaja menikahpun begitu, tapi aku berharap ini adalah awal dan akhir aku membangun rumah tangga, tidak ada kata cerai di dalamnya seperti kedua orang tuaku, hanya ajal yang memisah."

__ADS_1


Amin...


Monolog Panji sambil menatap lekat pahatan wajah Sky yang masih tertidur, Panji melajukan mobilnya lagi menuju kediaman Mahmued.


Sendari tadi memang Panji menghentikan mobilnya niatnya hanya ingin mengubah kursi mobil sedikit terlentang membuat Sky supaya nyaman dalam tidurnya.


Tetapi Panji malah bicara sendiri sambil melihat wajah Sky yang seperti nayaman dalam tidurnya, seolah malam tadi Sky tidak tidur.


Panji menghentikan mobil Sportnya tepat di depan mansion Mahmued, Panji berniat membangunkan Sky tetapi melihat wajah damai Sky membuat Panji tidak tega.


Grep...


Panji menggendong Sky dengan penuh kehati-hatia seakan takut Sky terganggu dalam tidur nyamannya.


Seorang bodyguard membuka pintu untuk memudahkan Panji melangkah.


Ummah Ais terkejut melihat siapa yang datang, yang membuat ummah Ais terkejut bukan orang yang datangnya melainkan putrinya yang di gendong Panji.


Tanya ummah Ais cepat sambil menghadang langkah Panji kerena cemas.


"Sttt..., maaf tante, Sky sedang tidur. Boleh tante memberitahu dimana kamar Sky? "


Tanya Panji pelan dan hati-hati rasanya bibir Panji sedikit kelu jika memanggil ummah Ais dengan sebutan Ummah.


Huh...


Ummah Ais menghembuskan nafas pelan merasa lega, ummah Ais pikir putrinya pingsan lagi.


Dengan cepat ummah Ais menuntun Panji menuju kamar sang putri yang ada di lantai atas.

__ADS_1


Perlahan Panji menidurkan Sky dengan sangat hati-hati, seakan Sky adalah berlian paling berharga di hidup Panji.


Apa yang Panji lakukan tidak lepas dari tatapan ummah Ais, hatinya merasa sejuk melihat begitu perhatiannya Panji pada sang putri.


Semoga kalian bisa melewati semua ujian yang akan silih berganti menghadang.Ummah berharap pernikahan kalian langgeng sampai Takdir Allah yang menjemputnya.


Batin ummah Ais berharap, ummah Ais tersenyum ketika Panji melihatnya.


"Nak. "


Panggil ummah Ais sambil duduk di sisi ranjang, matanya menatap sendu sang putri lalu beralih pada Panji yang ada dihadapannya.


"Ummah berharap tidak ada kata perpisahan di antara kalian, ummah tau kalian tidak saling mencintai. Tetapi harapan ummah sungguh besar, semoga pernikahan kalian sampai menua hingga jannah-Nya."


"Amin, terimakasih tan... "


"Ummah."


Potong ummah Ais sambil memegang tangan Panji dan menyimpannya di atas pangkuan ummah Ais.


"Kamu sudah menjadi suami putri ummah, yang artinya kamu sekarang putra Ummah, maka panggil Ummah dan Baba seperti yang Sky lakukan. Sky sekarang tanggung jawab kamu dunia akhirat, dia putri ummah yang tangguh dan pemberani tetapi satu harus kamu tahu, Sky sama seperti wanita lain yang mempunyai sisi lemah. Sky sedikit keras kepala selalu berusaha menyembunyikan kesedihannya pada orang lain termasuk pada ummah dan baba, tetapi dengan adanya kamu, Ummah berharap kamu bisa membuat Sky terbuka. Bingbing dan didiklah putri ummah dengan lemah lembut, tegor dia dengan kasih sayang...,"


Ucap ummah Ais lembut menahan gejolak hati yang menyesakan, matanya memerah siap menumpahkan cairan bening.


Hati ummah Ais sakit melihat sang putri yang selama ini selalu pura-pura tersenyum dan bertingkah konyol hanya ingin melihat dirinya bahagia, tanpa Sky sadari hati seorang ibu tidak bisa di bohongi dengan apapun. Ibu selalu tau perasaan apa yang sang putri rasakan walau itu harus di sembunyikan Sky.


Sudah cukup Sky menahan ketakutan dan kesedihan, ummah Ais berharap adanya Panji bisa menyembuhkan lara yang membelenggu Sky untuk bangkit.


"Ummah percaya padamu, Nak."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2