AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 65 BIMO KATAKAN,,,


__ADS_3

Di sebuah Rumah sakit jiwa (RSJ) seseorang sedang mengamuk sambil menangis terus memanggil nama sang Mamah dan sang Papah.


Kadang tertawa, kadang menangis, dan kadang juga mengamuk membuat para perawat kewalahan dan ketakutan akan apa yang di lakukan Pasien yang baru beberapa hari masuk ke ruang Rehabilitas itu.


"Semakin hari keadaannya semakin parah, Nyonya. Terkadang para perawat juga kewalahan jika orang itu mengamuk, entah apa yang membuat pemuda itu seperti itu seakan pemuda itu mengalami hal yang menyakitkan "


"Kasihan sekali dia... "


Timpal sang Dokter lagi menatap sendu Panji, siapa yang tidak tau seorang Panji Sky Al-fatih menduduki kerajaan bisnis nomor satu di benua Asia.Tetapi siapa sangka hidupnya begitu menyedihkan, hingga keberadaan Panjipun di tutupi dari awak media karna tidak mau keadaan Panji malah dimanfaatkan oleh para musuh.


"Seberapa persen dia bisa sembuh dok? "


"Kemungkinan 10% Nyonya, apalagi melihat keadaannya begini, tidak ada sanak saudara yang memberinya suport membuat pasien merasa sendiri di dalam dunia nya. "


"Apa ada yang sering berkunjung kesini dok, untuk melihatnya! "


"Ada! tuan Rafli sering berkunjung guna melihat perkembangannya selain itu tidak ada langi Nyonya. "


"Malang sekali,, "


Lilir orang yang dipanggil nyonya itu, membuat sang Dokter hanya diam bingung harus berkata apa lagi.


"Saya mohon dok berikan yang terbaik untuknya, saya akan berikan berapapun agar dia cepat sembuh. "


Mimpi lebih baik dia mati saja..


"Baik Nyonya saya akan berusaha semampu saya.. "


"Terimakasih dok, kalau begitu saya permisi dulu.. "


"Sama-sama, silahkan Nyonya.. "

__ADS_1


Wanita tua itu bergegas pergi meninggalkan RSJ dengan senyum yang mengembang,seakan sesuatu yang dia pastikan salah besar.


"Cih.. sembuh lebih baik dia mati, menyusul kedua orang tuanya ha.. ha.. "


Wanita tua itu tertawa seakan puas dengan apa yang dia lihat, seketika tawa itu hilang mengingat kejadian tadi siang putrinya menghilang.


"Jika keadaan Panji gila, terus siapa yang menelor putraku! apa Rafli itu tidak mungkin Rafli tidak tau apa-apa laki-laki bodoh itu mudah sekali aku kelabui ha.. ha.. tapi aku harus waspada jika tidak putriku dalam bahaya.. "


Monolog wanita tua itu bingung memikirkan sesuatu yang entah apa lagi wanita tua itu rencanakan.


"Ibu,,, "


Wanita tua itu tersadar dari lamunannya mendengar suara yang memanggilnya.


"Ada apa? "


"Masuk mobil cepat,,, "


"Ada apa kenapa muka kamu tegang begitu.. "


"BIMO KATAKAN,,, "


Ciitttt...


Bimo langsung menginjak pedal rem dengan pikiran campur aduk, ya putra wanita tua itu adalah Bimo orang yang Sandi cari.


"I.. ibu Mi.. mira dalam bahaya, Mira bukan kabur tapi dia di culik. "


"Apa! "


Pekik wanita tua itu terkejut jantungnya seperti akan keluar dari tempatnya, dadanya naik turun dengan mata yang sudah memerah.

__ADS_1


"Ba.. bagaimana itu bisa terjadi Bimo.. "


"Bimo juga tidak tau ibu, yang pasti mereka bilang itu balasan untuk kita karna sudah menghancurkan keluarga Al-fatih.. Lihatlah ini.. "


Ucap Bimo tegang sambil memperlihatkan sebuah vidio dimana sang adik di ikat di sebuah kursi .


"Sialan siapa sebenarnya mereka,,, ah... baru saja aku merasa bahagi karna keluarga itu hancur dan mereka ingin bermain-main denganku.. "


Teriak wanita itu mengamuk sedangkan Bimo terdiam memikirkan sebuah rencana sudut bibirnya tertarik kesamping membentuk sebuah seringai.


Bimo mengetik pesan pada anak buahnya membuat wanita tua itu menyerngit bingung dengan tingkah putranya.


"Apa yang kamu rensanakan son? "


"Ibu sebentar lagi akan tau! "


"Kau mau main rahasiahan dengan Ibu,, "


"Bersabarlah ibu, ibu pasti suka dengan rencanaku! "


"Baiklah, awas saja jika rencanamu mengecewakan, ibu tidak mau Mira dalam bahaya. "


Lilir wanita tua itu, dia seorang ibu yang menginginkan anak-anaknya baik-baik saja apapun akan seorang ibu lakukan demi membalas rasa sakit putrinya.


Salahkah itu ! Al-fatih yang menghancurkan putrinya dan mereka harus membayar mahal atas itu, ketika sebuah rencana berhasil kini berbalik menyerang Bimo dan wanita tua itu.


Entah apa yang Bimo rencanakan sudah beberapa orang dia bunuh hanya demi sebuah dendam dan orang yang tidak bersalahpun ikut terseret begitu sempurna dan kejam dengan apa yang Bimo lakukan.


Wanita tua itu hanya diam menunggu kabar apa yang akan direncanakan oleh putranya.


Sungguh ibu dan anak itu begitu kejam hanya demi sebuah dendam tidak sadar mereka menyakiti orang-orang yang mereka sayangi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2