AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)

AMARAH CINTA (Bukan Salah Tuhan)
Bab 17 Sepatu !!


__ADS_3

Orang bilang 'Ikatan batin seorang ibu begitu kuat dengan anak-anaknya ' iya itu benar! .


Halnya yang dirasakan oleh Ummah Ais, dari tadi hatinya tidak tenang memikirkan sang putri yang akan berlibur.


Harusnya jam segitu sudah sampai tapi kenapa sang putri belum memberi kabar dan ponselnya juga kenapa sulit dihubungi membuat Ummah Ais kian cemas.Aiman yang melihat sang istri terus memegang ponselnya langsung mendekat.


"Ada apa sayang? "


"By, Sky dari tadi tidak bisa dihubungi padahal kan harusnya jam segini dia sudah sampai ! "


"Jangan terlalu cemas sayang mungkin Sky ketiduran Atau ada urusan lain, sebentar lagi mungkin Sky telpon.. "


Ucap Aiman lembut sambil menarik sang istri supaya duduk. Ais hanya menurut saja duduk di samping sang suami.


Tak lama pintu terbuka nampaklah Fatih muncul dan langsung mendekati kedua orang tuanya.


"Ummah kenapa Ba? "


Tanya Fatih sambil mencium punggung tangan sang Ummah dan sang Baba.


"Ummah hanya sedikit cemas Adek mu sulit dihubungi.."


"Oh itu,Adek sedang tidur mungkin cape melakukan perjalanan jauh.. "


Ucap Fatih asal membuat ummah Ais memicingkan kedua matanya menelisik sang putra.


" Tadi abang telepon lewat pengawal karna ponsel adek gak aktif, ya katanya begitu! "


Jelas Fatih seakan mengerti arti tatapan sang Ummah.


"Sayang dengarkan! Sky baik-baik saja, sekarang ayo istirahat. "


"Sayang! "


Tekan Aiman karna sang istri akan protes, Ais mengangguk pasrah mengiyakan titah sang suami.


Walau hati Ais rasanya belum tenang jika belum memastikan langsung keadaan putrinya tapi jika bang Fatih yang bicara maka Ais sedikit lega.


"Maafkan abang Ummah sudah berbohong, abang hanya tidak ingin kesehatan ummah menurun lagi. "


Lilir Fatih menatap sendu punggung sang Ummah yang menghilang dibalik pintu.


Fatih menghela nafas pelan kemudian Fatih beranjak dari duduknya menuju kamar.


...*** ...


Keadaan Sky jauh lebih baik ketika sudah berbicara dengan sang abang.


Sang Bodyguar terpaksa memberi tahu Fatih karna tak tega melihat keadaan Sky yang mulai tak terkontrol, mendengar troma sang adik kambuh dengan cepat Fatih langsung menelepon dan berusaha menenangkan sang adik lewat telpon karna tidak mungkin bagi Fatih langsung terbang ke Indonesia yang ada keadaan sang Ummah drop kembali.

__ADS_1


Dengan susah paya Fatih menenangkan sang adik hingga perlahan Sky bisa menguasai rasa takutnya kembali.


Dan sekarang Sky sedang menunggu pasien diruang VIP pasca satu jam yang lalu pasien mengalami kritis.


Sky terus menatap lekat wajah paruh baya yang banyak memar kemungkinan akibat pukulan dan tamparan, bahkan yang membuat Sky meringis melihat luka disekujur tubuhnya, Siapa orang yang tega berbuat sekeji itu pada orang tua,pikir Sky geram.


Sky tertegun menyadari sesuatu,wajah ini begitu mirim dengan seseorang, apa orang ini masih keluarganya ! .


Sky terus bermonolog dengan pikirannya sendiri hingga lamunan Sky buyar ketika salah satu bodyguar masuk tiba-tiba.


"Ma.. maafkan saya Nona mengganggu waktu anda. "


Ucap sang Bodyguar sedikit gugup takut mengganggu Nona Mudanya.


"Tidak apa-apa! katakan ada apa Paman? "


"Waktu saya keluar mencari makan ada beberapa orang mencari keberadaan orang itu ! "


Deg...


Sky terkejut mendengar ucapan sang Bodyguar membuat Sky langsung menatap wajah paru baya itu, walaupun sudah tua tapi ketampanan orang itu sungguh melekat.


Entah apa masalah Paman dengan orang-orang itu! Sky tidak tau yang salah disini Paman atau orang itu tapi Sky tidak bisa membiarkan orang lemah terus disakiti walau pada akhirnya paman sendiri berbuat salah,batin Sky.


"Tapi orang itu tidak sampai mencari kesini kan Paman? "


"Orang-orang itu juga mencari kerumah sakit ini tapi saya sudah mengatasinya Nona."


"Baik Nona, dan maaf Nona sepertinya Nona harus segera memberi kabar pada Nyonya besar! "


Jderr...


Sky terkejut menyadari sesuatu dengan cepat Sky langsung keluar dan menyuruh sang Bodyguar untuk tetap didalam.


Sky merogoh ponselnya dengan cepat mencari kontak sang Ummah tercinta sudah dapat Sky langsung menekan tombol memanggil.


Sky tertegun mendengar nada cemas sang Ummah, membuat Sky merasa bersalah sudah membuat sang Ummah kewatir.


"Maafkan Sky tadi ketiduran Ummah, Alhamdulillah Sky baik-baik saja, Ummah tau gak Pantai disini sangat Indah sekali he.. he.. Sky suka, kalau ada Ummah disini pasti Sky akan membawa Ummah ke sini apalagi disini juga ada restoran yang menyediakan berbagai ikab bakar wah... rasanya enak.. "


Canda Sky seperti biasa selalu menggoda sang Ummah, membuat Ais diserbang sana hanya terkekeh mendengar celetukan sang putri yang nampak antusias.


"Dasar putri nakal, awas saja ya kalau pulang gak bawa oleh-oleh buat Ummah nanti Ummah jewer kupingnya, Ummah ikut bahagia kalau Sky juga bahagia disana. Cepat kembali Ummah sudah kangen! ".


"He.. he... Sky gak nakal ko, Sky kan putri ummah yang baik, canti dan pintar. Siap Ummah nanti Sky bawakan oleh-oleh yang banyak. Sky juga kangen Ummah, insyaallah ini liburan terakhir Sky "


"Iya Ummah,Waalaikumsalam.."


Sky menarik nafas dan membuangnya kasar menahan sesak karna sudah berbohong pada sang Ummah. Sky menatap nanar layar ponselnya sambil menyandarkan punggungnya pada tembok.

__ADS_1


"Sky janji tidak akan membuat Ummah cemas lagi "


Lilir Sky sambil menitikan air mata, sedangkan para bodyguar yang menjaga diluar ikut merasa sedih melihat kerapuhan nona Mudanya.


Gadis tangguh, keras,dan dingin terlihat rapuh jika sudah menyangkut sang Ummah, sebenarnya Sky gadis manja, lemah lembut dan baik tapi Sky akan menjadi harimau jika siapa saja yang berani mengusiknya.


"Nona Pasien sudah sadar.. "


Sky dengan cepat menghapus air matanya mendengar sang bodyguar memberi tahu. Dengan cepat Sky masuk kedalam, sedangkan bodyguar yang menjaga didalam tadi langsung mencari dokter.


Sky tersenyum melihat pasien berusaha menggerakan tangannya perlahan kedua matanya terbuka sedikit dan bibirnya bergetar seakan mau mengatakan sesuatu.Dengan cepat Sky mendekat.


"Maaf boleh Nona keluar saya akan memeriksa Pasien dulu.. "


Ucap Dokter tiba-tiba membuat Sky tidak jadi mendekatkan telinganya dan langsung mundur, Sky tersenyum mengisyaratkan pada Pasien bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sky langsung keluar membiarkan sang Dokter memeriksa Pasien.


Walau hati Sky sedikit berat karna penasaran apa yang akan dikatakan Pasien.


Lima belas menit sang Dokter baru keluar diikuti dua suster, Sky langsung berdiri mengampiri sang Dokter.


"Alhamdulilalh Pasien sudah melewati masa keritisnya, hanya saja detak jantungnya masih lemah, saya mohon jangan dulu diajak bicara terlalu banyak. Dan cidra di kaki kanan dan tulang punggung mungkin itu akan lebih lama dalam proses pemulihannya karna cidra di dua bagiaan itu sangat patal "


"Baik Dok, saya mengerti. Terimakasih atas bantuaannya dok "


"Sama-sama itu sudah menjadi tugas saya.. "


"Boleh saya melihatnya Dok? "


"Silahkan dan ingat pesan saya tadi !, kalau begitu saya juga permisi "


Sky mengangguk tanda mengerti, sudah sang Dokter dan dua Suster itu pergi Sky langsung pasuk kedalam.


Pasien kembali membuka matanya ketika mendengar ada yang masuk, melihat Sky yang masuk Pasien berusaha untuk bicara membuat Sky dengan cepat mendekat.


" Paman kalau Paman tidak kuat, jangan dipaksa.. "


Ucap Sky lembut bukannya menurut sang Pasien malah terus berusaha untuk mengatakan sesuatu dengan pasrah Sky membantu dengan mendekatkan telinganya.


"S.. se.. p.. pa.. t.... "


"Se..sepatu! "


Ucap Sky sepontan membuat sang Pasien beberapa kali mengedipkan matanya seakan membenarkan ucapan Sky.


.


**Bersambung....


Jangan lupa Beri Like, Komen

__ADS_1


Vote, dan Hadiahnya ya


Terimakasih**....


__ADS_2