
pernikahan pun berjalan dengan lancar,,,
terlihat dua pasangan pengantin itu sedang berjabat tangan dengan para tamu,,,
tapi tidak ada sedikit pun senyum Yang terpancar dari bibir ke dua mempelai tersebut,,,
nameera di peluk oleh sang ibu tiri seraya dia berbisik di telinga nameera
"jangan pernah membuat aku selaku ibumu malu di hadapan suamimu,, jadilah istri Yang penurut lakukan tugasmu dengan baik,, jika aku mendengar kamu melakukan hal buruk maka tunggulah hukuman dariku,"bisik ibu tiri nameera
sedangkan nameera hanya diam, sambil sesekali ia memegangi dadanya Yang terasa sesak,, ia tak berani sampai meneteskan air mata,, karena jika itu ia lalukan maka tamatlah riwayatnya saat ini juga,,
nameera menaiki mobil Yang di dalamnya sudah ada tuan zayn,,
"silahkan nyonya," ucap seorang ajudan Yang membukakan pintu untuk nameera,,
saat diperjalanan mobil terasa hening karena tidak ada percakapan sama sekali,,
sesampai di depan mension pengawal membukakan gerbang utama untuk mobil tuan zayn Yang akan masuk,,,
__ADS_1
terlihat beberapa maid,, membungkukkan badannya menyambut kepulangan tuan mereka,,, nameera berjalan di belakang tuan zayn seraya menundukkan wajahnya
bugh!!!
nameera menabrak tubuh tuan zayn,, Yang tiba² berhenti di depannya,
zayn memegang lengan nameera ia menyeret nameera dengan kasar hingga sampai kedepan pintu,, zayn membuka pintu ruangan tersebut sambil mendorong nameera,,
"tempatmu di sini wanita sampah,, ucap tuan zayn sambil menatap tajam nameera,,
ya ruangan tersebut adalah gudang Yang terlihat banyak sekali barang² di dalamnya namun gudang tersebut nampak rapi Dan bersih maklumlah setiap hari selalu di bersihkan oleh maid Yang ada di mansion tersebut,,,
"hey wanita sampah,, kau harus tanda tangani Surat itu Dan kamu harus cermati setiap apa Yang ada di dalamnya,,,
setelah selesai dengan urusannya,, zayn langsung pergi meninggalkan nameera seorang diri di dalam gudang,,,
nameera mengambil kertas Yang tadi di lempari tuan zayn di hadapannya,, nameera memegangi dadanya Yang teramat sesak namun kali ini berbeda, air matanya sudah tumpah terlebih dahulu, ia tak bisa lagi membendung air matanya,,
ia langsung menanda tangani kertas itu tanpa report² ia membaca isinya,,,
__ADS_1
tok
tok
tok
"nyonya bolehkah saya masuk,"ucap maid Yang sudah berada di depan pintu,
" masuklah pintunya tidak dikunci,"
terlihat seorang maid membawa bantal beserta selimut si tangannya,, tak lupa juga ia dibawakan nampan Yang berisi makanan,,
"maafkan tuan ya nyonya,, sebenarnya tuan itu seseorang Yang baik hati namun mungkin akhir² tuan tengah menghadapi masalah makanya ia berbuat seperti ini pada nyonya,"
"tak mengapa,, ini mungkin adalah takdir hidupku Yang telah di gariskan oleh Yang maha kuasa, "
setelah maid itu menyerahkan apa Yang dia bawa dia segera pamit dari hadapan istri tuannha itu
"heh,,, aku kira dengan aku mau menikah ,, hidupku akan berubah,, takdirku akan berjalan dengan baik,, tetapi aku salah dan sekarang serba rumit untukku jalani,"nameera terus memegangi dadanya Yang teramat sesak dengan air mata Yang terus mengalir
__ADS_1
"ayah, ibu, apakah kalian di sana sudah bahagia,, apakah engkau di tempatkan ditempat Yang sangat indah,, jika demikian jemputlah aku ayah, ibu, rasanya aku ingin sekali ikut dengan kalian aku tak sanggup hidup seperti ini,, kukira aku akan menemukan orang Yang menyayangiku namun aku Salah besar,"nameera akhirnya menangis sambil terisak