Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
110


__ADS_3

zayn tersenyum melihat sesuatu yang menarik di ponselnya, "memang benar, buah memang tidak jauh jatuh dari pohonnya," gumam zayn


zayn mengawasi gerak gerik dua perempuan yang saat ini sedang berada di mansionnya, cctv yang langsung tersambung ke dalam ponsel milik zayn, dan dengan begitu zayn bisa melihat dengan jelas perbuatan ashila terhadap istrinya,


"aku akan membuat kalian menyesal dengan apa yang telah kalian perbuat pada istriku selama ini," ucap zayn kembali menyimpan ponselnya,


mobil yang di tumpangi zayn kini mendarat dengan sempura di depan perusahaan miliknya, seperti biasa zayn akan masuk dengan raut wajah datarnya,


semua karyawan menyapanya sembari menundukkan badannya memberi hormat,


hari ini semua peserta magang libur masuk perusahann karena ada hal yang lebih penting yang harus mereka semua urus terlebih dahulu di kampusnya, begitu juga dengan nameera,


tujuan utama nameera bukan kampus melainkan ia mendatangi sebuah rumah sakit, nameera memasuki lobby rumah sakit dengan perasaan yang campur aduk,


"huh, ayo nameera,' ucapnya pada dirinya sendiri,


tidak menunggu lama namanya pun di sebut, nameera memasuki ruangan dokter yah dan dia kembali bertemu dengan doktor clara, dokter yang dulu memasangkan alat pencegah kehamilan pada lengannya,


"kita bertemu lagi," ucap dokter clara sambil tersenyum

__ADS_1


nameera menjadi kikuk di hadapan dokter clara,


setelah berbincang lama kini nameera sudah bersiap untuk kembali merasakan sedikit nyeri," ini tidak sesakit waktu pasang," ucap dokter clara dan memulai mengeluarkan seseatu yang telah ia masuki dulu,


"sudah selesai," ucap dokter clara,


nameera tersenyum dan segera pergi menibggalkan rumah sakit, tujuan selanjutnya adalah kampus dan setelah itu ia akan pulang ke mansion,


seperti biasa zayn akan mendapatkan notipikasi di ponselnya mengenai kegiataan istrinya saat tidak berada di jangkauannya,


"hah, rumah sakit, untuk apa dia pergi kesana," ucap zayn sedikit khawatir dengan nameera,


"sayang," ucap zayn saat ponselnya sudah terhubung,


"hem," jawab nameera,


"ada masalah," nameera menautkan dahinya saat mendengar ucapan suaminya itu,


"tidak," jawaban to the poin nameera,

__ADS_1


zayn langsung mematikan ponselnya, suara istrinya terdengar baik baik saja," lebih baik nanti aku tanyakan saat di mansion," ucap zayn dan melanjutkan pekerjaannya


nameera merasa bingung dengan zayn," memangnya ada apa," ucap nameera lalu memasukkan ponselnya ke dalam tasnya,


mobil yang du tumpangi bameera sudah mendarat sempurna di depan kampus," silahkan ," ucap pak gun smbil tersenyum ramah,


begitupun nameera ia membalas senyuman pak gun setelah itu ia berjalan memasuki gerbang universitas tempatnya kuliah,


"hey," fitri mengagetkan nameera dari belakang,


"astaga, lu mau lihat gue mati muda," nmeera sampai memukul lengat fitri,


tanpa basa basi lagi fitri menarik tangan nameera dan membawanya duduk di bangku bawah pohon beringin di halaman kampus,


"ada yang mau gue omongin," kini wajah fitri nampak serius


nameera menatap wajah fitri intes dn tanpa menunggu jawaban dari nameera fitei kangsung mengutarakan maksudnya,


"Rasya nanyain lu," ucapan fitri mampu membulatkan kedua mata nameera,

__ADS_1


"gue bingung mau jawab apa sama dia makanya pas dia menghubungi gue trus nanyain lu, waktu itu juga gue langsung matiin sambungannya," ucap fitri pnjang lebar sedangkan nameera ia terdiam mulutnya bungkam tak tahu harus berbicara apa "Rasya," batin nameera


__ADS_2