
seperti biasa pak mus akan mebarikkan kurai untuk tuan dan nyonya, "silahkan, " ucap pak mus sambil memundurkan tubuhnya, zayn hanya tersenyum,
"terimakasi, " seperti biasa nameera akan mengucapkan kata terimakasi kepada pak mus,
pak mus hanya tersenyum, "bahkan tadi aku sampai repot repot menarik kursi untuk diriku, dasar orang tua, " batin ashila mengatai pak mus,
"awas saja jika nanti aku yang akan menjadi nyonya di rumah ini orang pertama yang akan aku pecat ialah dirimu, "geram ashila, ia bahkan membenci semua penghuni mansion keculai zayn,
nameera yang hendak menyendokkan nasi untuk suaminya, kini kalah karena gerakan cepat tangan ashila, "apa segini cukup, " ucap ashila tersenyum sambil meletakkan nasi di piring zayn,
zayn hanya diam saja, namun nertanya tak berhenti menatap istrinya, sedangkan orang yang di tatap hanya mengendikkan bahunya,
lagi lagi tangan ashila dengan gerakan cepat mengambilkan lauk untuk zayn, "makanlah, " ucap ashila merasa menang dari nameera,
"lihat saja, sebentar lagi aku akan menggantikan posisimu, " batin ashila netranya menatap tajam nameera,
namun orang yang di tatap seperti masa bodo,
__ADS_1
zayn mulai menyendokkan makanan yang telah ashila hidangkan di atas piringnya, bukannya di masukkan ke dalam mulutnya zayn malah membawa makanan yang telah ia sendok itu ke hadapan nameera,
"aa, " ucap zayn,
nameera tersenyum dan ia langsung membuka mulutnya menerima suapan suaminya, "pintar, " ucap zayn sambil mengusap rambut istrinya menggunakan sebelah tangannya,
"sialan, " ashila semakin geram bahkan ia membanting sendok yang ada di tangannya,
zayn dan nameera sama sama melihat ke arah ashila, "kenapa, " tanya nameera dengan suara biasa saja namun terselip ejekan
kini mereka melanjutkan saraan paginya, dengan mood yang berbeda, jika zayn dengan senang hati menyuapi dan menerima suapan dari istrinya,maka berbeda halnya dengan ashila mood sarapannya sudah hilang begitupun dengan iriana, jika ia mempunyai kesempatan sudah ia gunakan untuk mencekik leher nameera,
"sayang, kamu takkan berbohong kan dengan beralasan pergi ke kampus" ucap zayn dengan suara yang manja,
"iya, aku hanya akan mengambil laporanku saja, setelah itu aku langsung pulang, " ucap nameera sembari merapikan jas yang di gunakan zayn,
"tapi aku akan merindukan mu, " sungguh saat ini zayn seperti anak kecil yang sedang merengek terhadap ibunya
__ADS_1
"wahai tuan penggoda, setiap hari kita bertemu dan aku hanya pergi sebentar setelah itu aku kembali pulang dan kita akan bertemu lagi, " ucap nameera panjang lebar,
"tapi itu, " shutt, nameera langsung membungkam mulut suaminya dengan jemari tangannya,
"sekarang berangkatlah, nanti suamiku yang rajin ini bisa terlambat, " ucap nameera sambil mendorong tubuh suaminya untuk memasuki mobil yang pintunya telah di buka,
"cup, " sebelum tubuhnya memasuki mobil lebih dahulu zayn mencium kening istrinya,
"ingat jangan macam macam saat aku tak bersama denganmu, " ucap zayn
'iya," ucap nameera sambil menganggukkan kepalanya,
"awas saja, " ish nameera langsung mendorong tubuh zayn hingga duduk di kursi kemudi, "cerewet, " gerutu nameera dan langsung menutup pintu mobil
tangannya Setia melambai ke arah suaminya hingga mobil yang di tumpangi zayn tak terlihat,
nameera masuk kembali ke dalam mansion baru saja dirinya sampai di ambang pintu tangannya sudah di cekal seseorang, "pergilah dari sini sebelum aku berbuat lebih padamu, " ucap ashila dengan raut wajah penuh kebencian,
__ADS_1