Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 71


__ADS_3

zayn memberhentikan mobil mewahnya tepat di gerbang kampus Nameera, mereka hanya berdua di dalam mobil karena sekarang zayn enggan menggunakan supir lagi saat sedang berdua dengan istrinya,


Nameera keluar dari dalam mobil dengan malas, karena zayn sedari pagi tak berhenti membuat ulah sehingga Nameera datang kesiangan ke kampus, terlihat dari seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang sudah memasuki gedung kelasnya masing masing,


"sayang tunggu sebentar, " ucap zayn yang buru buru keluar dari dalam mobil,


Nameera membalikkan badannya agar berhadapan dengan zayn, "cup, " satu kecupan mendarat di kening Nameera, "ingat jangan pernah melirik laki laki lain selain diriku, jika itu sampai kau lakukan maka terimalah hukuman dariku, " Nameera hanya mendengarkan dengan malas, ia tak mau jika terus terusan berdebat dengan zayn karena itu hanya percuma saja,


"hati hati istriku, " zayn melambaikan tangannya,


sepasang mata membulat sempurna, ia menganga melihat nameera sedang di cium oleh seseorang yang menggunakan kaca mata hitam, dan apa katanya tadi "istriku, '


hari ini dilla terlambat datang ke kampus karena kesiangan, ia Buru Buru mengendarai sepeda motor metix kesayangannya dengan kecepatan penuh, namun saat sudah sampai di gerbang kampus ia harus di kejutkan dengan adegan Nameera di cium oleh seseorang yang tidak ia kenal,


"istriku, " satu kata yang berhasil lolos dari bibir dilla, "apakah nameera sudah menikah, tapi kenapa kami tidak tahu, sebenarnya apa yang nameera sembunyikan, " gumam dilla ia tampak bingung dengan melihat kejadiaan itu,

__ADS_1


tanpa banyak berfikir dilla langsung masuk ke dalam kampus dan memarkirkan motornya, ia sedikit berlari ke dalam kelas sambil ngos ngosan, "tumben amat lu telat masuknya, " ucap Fitri yang melihat dilla ngos ngosan sambil duduk di bangkunya,


"ada yang lu mau ceritain, " ucap dilla yang tiba tiba bertanya kepada Nameera,


"maksud, " Nameera bingung dengan ucapan dilla dan sedikit tak mengerti,


" yaudah kalau ga ada, " dilla menetralisirkan degub jantungnya yang bergetar akibat berlari,


"lahh, maksud lu apa dil nanya ke nameera kaya gitu, " timpal Fitri lagi,


"ga ada, gue kira ada yang mau dia ceritain ke kita, " dilla membenarkan posisi duduknya


"gue ke toilet bentar ya, " ucap Nameera sambil meletakkan ponselnya di atas meja,


"*drttt,,

__ADS_1


"suamiku,,


"colling*,"


ponsel nameera hanya bergetar karena memang dia mensilent ponselnya, layar ponselnya di hadapkan ke bawah, dilla yang penasaran akhirnya membalik ponsel milik nameera dan betapa terkejutnya dia,


"suamiku, "


dilla menganga saat ponsel Nameera berada di dalam genggamannya, namun ia sama sekali tidak menjawab panggilan itu hingga persekian detik panggilan itu berakhir,


"lah lu kenapa, " ucap Fitri yang bingung melihat expresi dilla,


" lo tau, akhir akhir ini gue merasa nameera banyak banget nyembunyiin sesuatu dari kita, " ucap dilla sambil meletakkan ponsel nameera dalam bentuk semula,


Fitri dan Andre saling menautkan alisnya, mereka berdua belum mengerti dengan ucapan dilla, "lu berdua tau siapa yang menghubunginya barusan, " Fitri dan Andre saling menggelengkan kepalanya, "lah mana gue tau kan yang ngeliat itu elu bukan gue, ". ucap Andre,

__ADS_1


" itu suaminya, " ucap dilla dengan nada yang sangat pelang, Andre dan Fitri membulatkan matanya, "sumpeh lu, gausah ngadi ngadi deh lu, " Fitri tak mempercayai ucapan dilla,


"dan lu tau, tadi pas gue baru dateng, gue liat dengan kepala dan mata gue sendiri nameera di cium sama cowo, tapi gue ga bisa liat wajah cowonya karena dia pake kaca mata, " ucap dilla dan itu berhasil membuat Andre dan Fitri terbengong.


__ADS_2