Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
90


__ADS_3

mereka bertiga langsung masuk ke dalam ruangannya, memulai semua pekerjaan yang telah di tugaskan, sambil sesekali bercanda gurau,


namun di balik itu semua ketiga sahabatnya itu sebenarnya sedang penasaran terhadap nameera karena tadi saat tiba di perusahaan dirinya turun dari mobil mewah, bahkan pintunya sampai di bukakan oleh seseorang,


memang dulu nameera adalah seorang perempuan yang bisa di bilang dari keluarga yang cukup terpandang, namun setelah mempunyai ibu tiri kehidupannya berubah seratus delapan puluh derajat,


ting,,


nameera membuka pesan yang masuk ke dalam ponselnya


"sayang ke sini sebentar, " pesan yang dikirim oleh seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah zayn si suami yang semena mena itu,


tak mau repot repot membalas atau pun pergi menemui suaminya, nameera malah melanjutkan pekerjaannya,


"cepat kesini, atau kau mau aku melakukan sesuatu yang akan membuatmu terkejut, ". bunyi pesan yang dikirim zayn kedua kalinya, isinya sedikit nada pengancaman, nameera tak mau menanggung resiko lagi,


ia dengan cepa cepat berdiri dari duduknya dan pergi, namun sebelum itu "hey, mau kemana, " ucap dilla sambil mencekal pergelangan gangan nameera,

__ADS_1


"mau ke toilet, " bohong nameera supaya tak di curigai sahabatnya itu,


"oh, " dilla segera melepaskan tangannya,


"lu liat dia kaya nyembunyiin sesuatu gitu ga sih, " ucap dilla yang memutar tubuhnya agar menghadap Fitri dan Andre sahabatnya itu,


mereka berdua hanya mengangguk mendengarkan ucapan dilla, " makin ke sini gue tu ya makin ga ngerti dengan sikapnya, " ucap dilla lagi sambil menghembuskan nafasnya,


"gue juga belum nemuin jejak tentangnya, " timpal Andre lagi,


"maksud lu, " dilla kembali memutar badannya,


"gue juga gitu, penasaran banget, apa sebaiknya kita tanya dia aja, " ucap Fitri sambil menghembuskan nafasnya tubuhnya ia sandarkan di kursi kerjanya,


sedangkan nameera kini sudah keluar dari ruangannya, berjalan mencari tempat dimana zayn berada namun belum sampai lift terbuka, tiba tiba sepasang tangan sudah mendekap mulutnya,


emm,, nameera memberontang dengan cara memukul tangan yang audah dengan beraninya mendekap mulutnya,

__ADS_1


"sayang diamlah, ini aku, " ucap zayn yang sudah membawa nameera di anatara lorong lorong perusahaannya


"ada apa, " ucap nameera langsung to the poin dia takut jika tiba tiba ada orang yang melihatnya berduaan dengan zayn yang notabenenya adalah presdir di tempatnya magang saat ini,


dan jika nereka di lihat apa presepsi para karyawan tentangnya,


"aku hanya merindukanmu, " ucap zayn tangannya kini sudah berada di antara ke dua bahu istrinya,


"ish, jangan begini, " nameera mencoba melepaskan tangan suaminya itu namun seperti biasa tenaganya kalah kuat


"kalau jangan begini, berarti begitu boleh dong ," ucap zayn smbil mengedipkan sebelah matanya,


"lepaskan aku, pekerjaanku masih banyak yang belum selesai," nameera mendapatkan gelengn kepala dari zayn


"sebentar saja, takkan lama, " melepaskan tangannya dari bahu nameera dan kini beralih menangkup kedua pipi nameera,


"dengarlah, aku mencintaimu, aku menyayangimu, kamu segalanya untukku, dn jangan coba coba untuk berpaling dariku, " ucap zayn panjang lebar dn langsung saja mencium bibir nameera

__ADS_1


namun bukan hanya ciuman yang zayn lakukan dia malah ******* bibir nameera, sepasang mata yang melihat kejadian itu tiba tiba terbengong dia terkejut dan persekian detik vash bunga yang ada di sampingnya itu tersenggol dan pecah membuat zayn dan nameera menoleh,


__ADS_2