
"ma, sudah berapakali rasya bilang sama mama rasya tidak mau di jodoh jodohkan dengan orang yang sama sekali tidak rasya kenali, " penolokan telak seorang rasya atmajaya,
dan baru pertama kali juga nyonya Lau mendengar penolakan rasya dengan suara lantang nan keras, "sayang, kamu harus coba ya siapa tau nanti setelah ketemu kalian berdua berjodoh, jadi mau ya, " masih dengan membujuk rasya dengan suara lembut karena memang nyonya laura bukan sesorang yang suka berbicara dengan suara kasar,
rasya mendengus kesal ia malas berdebat dengan mamanya sendiri, bukan apanya ini sudah yang keberapa kali nyonya laura menawarkan rasya untuk pergi berkencan dengan anak sahabatnya dan rasya sangat tidak suka itu, apalagi belum lama ini ia sudah mengetahui tentang pernikahan nameera sang pujaan hati,
rasya melengis pergi begitu saja tanpa perduli akan panggilan sang mama, berada di mansion membuat dirinya tertekan dan bukannya rasya tak suka berdekatan dengan mama dan papanya tapi rasya ridk suka jika hidupnya selalu di atur atur,
"menikah, hah, untuk membayangkannya saja aku malas " gerutu rasya sambil memasuki mobilnya,
"kanapa gue harus ga tau kalau nameera menikah, kalau aja gue tau gue yang bakal ancurin acaranya, haha emang gue seberani itu, " rasya menggerutu bibirnya tersenyum sungging,
kini mobil rasya sudah melaju meninggalkan mansion papanya, mungkin dengan menghindar dan menyendiri akan membuat jiwanya tenang, namun mungkin tak semudah yang kita bayangkan putus cinta memang memang tak seindah tarik ulur layangan bro,
__ADS_1
bahkan untuk pulang ke apartemen nya saja rasanya malas, di sana semuanya sudah hancur berserakan
"Nameera, Nameera, ahh, " rasya memukul stir mobilnya dengan kencang bayangan wajah nameera selalu menghantui fikirannya, sangat sulit untuk rasya membuangnya jauh,
"kenapa harus sesakit ini, " batin rasya ia kini menghela nafasnya dan menyandarkan punggungnya di kursi mobil, seat beltnya ia lepas mobil rasya sudah menepi di pinggir jalan,
ponsel rasya sedari tadi berdering namun ia malas untuk menjawabnya, sedari tadi sekertaria vano menghubungi dirinya karena lagi lagi ia bolos masuk ke kantor apalagi masuk ke coffe shop miliknya rasanya rasya malas sekali untuk berpijak ke kedua tempat tersebut,
…………
"apa kamu tahu kenapa akhir akhir ini rasya bertingkah seperti ini, " tuan atma terhadap sekertaris pribadi anaknya itu,
namun sekertaris vano hanya menggeleng akhir akhir ini rasya memang sulit sekali untuk di hubungi, bahkan beberapa kali rasya menolak untuk di abtar jemput sekertaris vano,
__ADS_1
"hah, ada apa dengan anak itu, " tuan atma langsung pergi meninggalkan sekertaris vamo yang masih berdiri sambil membungkukkan badannya,
"ya ampun, tuan dimana anda berada," sekertaris vano khawatir bagaimana tidak hari ini adalah jadwal pertemuan mereka dengan zayn mengenai kelanjutan kerjasama antar perusahaan,
"shtt, yaampun tuan kenapa sekarang ponsel anda tidak aktif, " sekertaris vano sudah ketar ketir berjalan mondar mandir tak tentu arah, ia memilih tidak mencari di mana letak keberadaan tuannya,
…………
sedangkan fitri ia sekarang sudah menjadi kariawan tetap di perusahaan zayn tak ayal baru menyandang status sarjana ia langsung di terima bekerja di sana padahal perusahaan zayn sangat memilih ketat seseorang yang akan bekera di perusaahannya, namun begitu dilla andre dan fitri adalah sahabat dengat istrinya maka tak perlu interview mereka langsung di terima begitu saja.
.........
__ADS_1
sekiranya beginilah penampakan sampul novel terbaru karya othor, kisah ini menceritakan perjalanan hidup yang akan di lalui rasya dan fitri sekian,
mohon untuk terus berkunjung ke chanell autor ya readers terimakasi