Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 80


__ADS_3

Rasya tak berniat kembali ke perusahaan maupun ke coffe shop, hari ini ia sungguh tak berselera, bahkan untuk berdiri saja kakinya sangat terasa lemas,


benar benar, nameera sudah seperti membunuh sebagian jiwa milik rasya, tanpa ia lukai,


dunia Rasya terasa hancur saat tau nameera mengundurkan dirinya, bagaimana jika suatu saat nanti dirinya akan kembali di kejutkan d ngan fakta bahwa gadis yang selama ini menjadi pengisi hatinya sudah menikah dan menjadi milik orang lain, aku tak bisa membayangkan itu semua,


namun Rasya bukan tipe seorang laki laki yang melampiaskan kesedihannya dengan meminum alkohol atau sebagainya, ia lebih memilih menyendiri dan mengurung dirinya,


Rasya masih saja Setia duduk di bangku yang berada di bawah pohon, ia masih mengingat saat pertama membawa nameera duduk di bangku tempatnya sekarang ini, ia membawanya dengan sedikit pakasaan dan di tambah sedikit kebohongan,


waktu itu nameera sedang fokus bekerja di coffe shop, dan rasya ingin sekali mengajak nameera ke suatu tempat, namun saat itu ia bingung bagai mana cara mengajaknya, karena bisa di pastikan nameera akan menolak ajakannya bila alasannya tak pasti,


akhirnya rasya menggunakan cara yang mungkin terdengar sangat konyol namun itu bisa membuat nameera menyetujuinya,


nameera langsung masuk ke mobil rasya, rasya tersenyum oenuh kemenangan dan langsung melajukan mobilnya menjauh dari coffe shop, namun saat sampai di tempat tujuannya nameera menautkan alisnya,

__ADS_1


' kenapa kita jadinya kesini," ucap nameera kala itu yabg terlihat kebingungan


karena pasalnya rasya mengafakan ia menabrak seseorang dan orang itu masih terbaring karena dia meninggalkannya begitu saja di tempat kejadian,


rasya hanya tersenyum mendengarkan ucapan nameera,


"maaf aku berbohong," ucap rasya yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal,


nameera menatap rasya dengan tatapan tajamnya,


"aku melihatmu letih dalam bekerja makanya aku inisiatif mengajakmu kekuar menghirup udara segar, namun aku bingung untuk mengutarakan kata katanya karena aku tau kau pasti menolaknya makanya aku gunakan cara ini," tutur rasya mebjelaskan kepada nameera,


"ah,,kau ini menyebalkan sekali, " ucap Nameera sambil duduk di bangku yang berada di bawah pohon yang menghadap ke danau yang dangat kuas,


" ayolah maafkan aku," ucap rasya yang mengafupkan tangannya di depan dadanya,

__ADS_1


nameera hanya tersenyum dan senyuman itu yang setiap hari rasya bayangkan,


"baiklah kalau kau sudah tersenyum berarti akh sudah di maafkan, " tutur rasya sambil ikut duduk di samping nameera,


" apa kau suka ," ucap rasya yang kini menatap hamparan luas air danau,


"ehemm, " nameera menghirup udara segar danau itu di sore hari yang terlihat layu karena mendung meliputi langit yang biru,


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸💮💮💮💮💮


hy, othor mau promosi nih nover terbaru karya othor yang masih tahap awal jangan lupa mampir ya, kasih tau kalau ada salah kata yang terdapat di saat penulisan novelnya,


jangan lupa ya like karya othor,, kasi othor hadiah ke, di vote ke atau apa ke biar othor tambah semangat buat ngetik gitu yah,


selamat membaca semoga readers suja sama cerita zayn dan nameera doain semoga happy ending yah, semoga hubungan zayn dan nameera semakin hari semakin baik

__ADS_1



__ADS_2