Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
91


__ADS_3

"hah, dilla, jangan bilang dilla melihat ini semua, " Nameera langsung menghempaskan tubuh zayn dan berlari mengejar dilla,


flashback on,


"gue mau ke toilet dulu ya, " bohong dilla sebenarnya ia penasaran dengan gelagat sahabat karibnya yaitu nameera


setelah ponselnya berbunyi dia langsung ijin ke toilet namun sampai setengah jam tak ada tanda tanda ia kembali,


penasaran dengan itu semua dilla langsung keluar tujuan utamanya adalah toilet, namun saat masuk ke dalam toilet dan membuka semua pintu dan dia mendapatkan tak ada orang dilla menautkan keningnya,


" sebenarnya kemana anak itu, " gumam dilla yang berjalan keluar meninggalkan toilet,


masih dalam mode penasaran dilla tak langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya, berjalan menyusuri koridor kantor untuk mencari tahu keberadaan nameera,


"jika ada masalah kenapa dia tak mau menceritakannya, " gerutu dilla sambil terus berjalan,


ke adaan kantor memang agak sepi karena semua karyawan berada di ruangan devisi masing masing,


"sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari kami, " masih menggerutu dan kini apa yang dia lihat,

__ADS_1


sungguh penampakan yang dia lihat di depan matanya ini dilla langsung mengeluarkan ponselnya dan langsung memotret apa yang saat ini dia lihat,


apa benar itu nameera ??


mengapa dia terlihat seperti suka rela di cium oleh seorang lelaki tapi tangannya terlihat mendorong dada lelaki itu,


" Bukannya itu tuan zayn pimpinan perusahaan ini, " gumam dilla ia menutup mulutnya yang menganga dengan sebelah tangannya,


niatnya ingin pergi meninggalkan tempat terkutuk baginya itu namun sialan kakinya tak sengaja menyenggol vash bunga yang berada di sebelah kakinya itu,


kedua orang yang sedang sibuk berciuman itu langsung menoleh ke arah sumber suara karena terkejut,


" ah sialan, gumam dilla tanpa basa basi langsung meninggalkan tempat itu dengan rasa terkejutnya,


Nameera mendorong dan menghempaskan zayn dan langsung berlari mengejar dilla yang sudah berlari menjauh meninggalkan serpihan vash yang pecah tergeletak di atas lantai,


dilla memasuki ruang kerjanya dengan nafas yang masih terengah engah, " kenapa lu, " ucap Andre yang melihat dilla datang dalam kondisi yang terengah engah,


dilla masih terdiam dalam sisa sisa nafasnya yang belum setabil sekelabat bayangan namerrra yang di cium terus saja berputar di otaknya,

__ADS_1


"tidak mungkin, " dilla menggelengkan kepalanya tanpa suara membuat Andre dan Fitri penasaran,


"lu sakit ya, " ucap Fitri yang kini berjalan mendekat ke arah dilla,


nameera yang berlari sambil berderaian air mata kini sudah sampai di ruang kerjanya, menatap dilla yang masih bengong sambil mengatur nafasnya,


" dill, ' ucap nameera sambil berjalan mendekat ke arah dilla


dilla tak menjawab pandangannya lurus ke depan sedangkan Andre dan Fitri hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena rasa penasaran mendatangi otak mereka,


"lu berdua kenapa sih, ' ucap Andre,


sedangkan karyawan yang lain terlihat di sibukkan oleh kerjaan masing masing namun mereka berempat kini telah berkumpul menjadi satu di depan meja dilla,


"maaf, " lirih nameera,


"loh kok minta maaf emang lu salah apa, " fitri semakin penasaran,


"lo jelasin sekarang, " singkat dilla sambil mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan gambar yang baru saja ia ambil,

__ADS_1


Andre dan Fitri mengambil ponsel dilla dan mereka berdua ikut terkejut dengan apa yang dia lihat,


"astaga, apa ini," ucap Andre yang tak kalah terkejutnya,


__ADS_2