Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 58


__ADS_3

malam ini ashila dan mamanya berniat datang ke rumah zayn dan nameera, mereka berdua terlihat sedang berkutat di depan meja riasnya, memperbaiki riasan di wajahnya, dan tak lupa juga mereka memilih baju yang sangat Bagus, agar ashila terlihat menggoda dan terlihat sangat cantik tatkala zayn melihatnya nanti,


"aku yakin, zayn pasti akan terpesona melihatku nanti, " Batin ashila. dia menatap dirinya di cermin seakan takjub melihat kecantikan dirinya sendirinya yang menurutnya begitu sempurna,


"ayo sayang, kita berangkat, " ucap mama ashila yang langsung go menuju mobil yang terparkir di halaman rumahnya,


mereka berdua sampai di halaman mansion zayn, penjaga tak perlu menginterogasinya terlebih dahulu, karena mereka tau dua orang itu adalah keluarga dari nyonya mereka,


"TOK,,


"TOK,,


para maid yang mendengar ketukan pintu langsung bergegas untuk membukanya, dan langsung mempersilahkan tamu untuk masuk ke dalam mansion,


.

__ADS_1


Ashila sudah memamerkan senyum termanisnya, niatnya agar zayn terpesona saat melihatnya, mereka berdua sudah berada di ruang tamu, sedangkan ketiga orang penghuni rumah itu, terlihat sedang menyantap makan malamnya di ruang makan, tuan narendra hanya bisa tersenyum cengir, melihat keponakannya yang terus memandangi kecantikan istrinya sambil tersenyum,


"maaf tuan saya mengganggu kenyaman anda, tetapi di luar ada ibu nyonya beserta saudarinya sedang menunggu di ruang tengah, "ucap maid sambil membungkuk hormat, lalu segera meninggalkan ruang makan,


nameera tertegun dan tak merasa nyaman atas kedatangan dua orang yang membuatnya harus berakhir di rumah zayn, sedangkan zayn menghentikan makan malamnya mmbrsihkan bibirnya dari sisa makanan yang menempel di bibirnya, lalu berdiri zayn hendak berjalan, "se antusias itukah dirimu zayn menyambut kedatangan mereka, "ucap tuan narendra yang berhasil menghentikan langkah zayn.


zayn hanya tersenyum sungging mendengar ucapan pamannya, dan dia melihat nameera masih Setia duduk sambil menyantap makanannya, "apakah kamu tidak mau menyambut kedatangan keluargamu sayang, "ucap zayn sambil memasukkan tangannya kedalam saku celananya.


nameera menatap zayn sekilas, lalu meminum air yang berada di samping piringnya, sebenarnya ia enggan untuk melihat kedua orang itu namun apa bisa, nameera pun beranjak dari duduknya dan mengikuti zayn, sedangkan tuan narendra tak mau repotΒ² untuk segera beranjak menemui dua orang itu, dia lebih asik untuk menghabiskan makanannya sampai tandas dan tak tersisa,


"lepaskan tangan saya, "ucap nameera sambil mencoba melepaskan tangannya,


zayn hanya terseyum sambil menatap nameera, seakan enggan untuk kehilangan momen zayn langsung mencium pucuk kepala nameera,"aku tidak berbuat apaΒ² sayang, aku hanya menggandeng tanganmu saja," ucap zayn santai,


nameera membelalakkan matanya, nameera menatap zayn dengan tatapan yang tidak suka, wajahnya sudah merah padam, zayn hanya tersenyum saat melihat rona merah di wajah nameera,

__ADS_1


sedangkan ashila yang tengah duduk di ruang tengah, mengeplkan kedua tangannya karena tidak duka melihat adegan antara nameera dan zayn, ingin sekali ashila bangkit dari duduknya dan langsung mnjambak nameera saat ini juga, tapi ia sadar posisinya sekarang, dia hanya tamu di rumah zayn, dan jika itu dia lakukan maka hancurlah reputasi seorang ashila.


"sabar ashila jangan gegabah, kamu harus main cantik, "gumam ashila di dalam hati sambil tetap tersenyum semanis mungkin.


.


.


.


.


like ya para reader, jempolnya ga akan patah kalau cuman ngelike aja ok.


thanks sebelumnya karena udah nyempatin diri buat datang ke novel aku, ku doakan semoga kalian semua dalam keadaan sehat walafiat, dan rezekinya makin nambah tiap hari, yuk sama sama saling mendoakan.

__ADS_1


😊😊😊😊😊


__ADS_2