Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
140


__ADS_3

hari hari telah berganti, kini perut nameera sudah terlihat sedikit membuncit rasa haru dan suka cita sudah nameera lalui, bersabar dalam rasa sakit yang selama ini telah ia lalui dan lewati saat masa masa hidup bersama seorang ibu tiri dan saudari tiri yang sama sekali tidak resfeck pada dirinya.


menikah dengan zayn karena sebuah kesalahan, awal mula menikah selalu mendapat perlakuan buruk dari suaminya akibat kesalah pahaman semata, tak ada seorang istri yang percaya begitu saja kepada suaminya setelah di perlakuan dengan sedemikian buruk hingga tiba tiba perlakuan buruk itu berubahenjadi manis, sumpah nameera bukannya tak mau percaya atau lebay dan apalah itu,


nameera hanyalah seorang perempuan dan wanita biasa dimana tempat ia mengadu sudah tidak ada lagi semua sudah hilang dan berpulqng kepada pemiliknya, jika dulu nameera selalu menangis dan bersedih di kala keheningan dan rasa sepi dunia, namun rasa itu kini sudah hilang setelah apa yang suaminya jelaskan kepada dirinya bahkan tak segan suaminya itu untuk bersujud dan memohon pengampunan pada dirinya,


namun semua itu sekarang sudah hilang, rasa sakit itu kini sudah berubah menjadi rasa bahagia nameera kini sudah di hadirkan sosok suami yang sangat menyayangi dirinya, mencintainya dengan segenap jiwa dan raganya,


zayn kini sudah semakin overprotektif pada nameera, bahkan kamarnya yang berada di lantai atas sudah ia pindahkan ke lantai bawah supaya istrinya itu tak harus setiap hari naik turun anak tangga yang sedikit menjulang tinggi,namun nameera hanya menerima saja tanpa ingin membantah ucapan suaminya itu,


"aku mencintaimu, " ucap zayn sambil mencium pucuk kepala istrinya dalam dekapannya itu

__ADS_1


"aku lebih dari itu, " balas nameera dengan senyum manisnya


kini mereka berdua sedang duduk santai di sebuah bangku kayu yang terdapat di halaman belakang mension, malam ini nameera ingin sekali melihat bintang yang bertabutan di langit malam,


"papa, " entah apa yang membuat hati nameera menjadi bersedih setelah bibirnya mengeluarkan kata kata itu,


"sayang, " kini tangan zayn terulur untuk menghapus cairan bening yang seenaknya mengalir di pipi nameera,


"sayang, " satu tangan zayn menghapus air mata nameera dan satunya lagi mengeratkan pelukannya,


kehamilan nameera ini memang rantan sekali, itu yang membuat zayn semakin over protektif pada istrinya,

__ADS_1


nameera menangis, bayangan papanya selalu memutari isi kepalanya begitu jiga dengan mamanya, kehamilannya kali ini sering kali mendatangi bayangan masa lalunya,


tanpa berbicara apapun zayn langsung menggendong nameera dan membawanya ke dalam kamar, zayn membaringkan nameera dan menyelimuti istrinya itu,


akhir akhir ini juga nameera sering sekali tertidur bahkan bisa di bilang ia hanya keluar untuk makan dan minum susu setelah itu ia kembali ke dalam kamarnya untuk tertidur lagi, maka tak heran berat badannya sudah semakin naik,


"aku disini sayang, menangislah, " ucap zayn yang sudah ikut masuk ke dalam selimut dan mendekap tubuh gendut istrinya,


nameera kini kembali menangis bahkan dengan tersedu, tangan zayn sudah terlihat mau menjahili istrinya berniat istrinya itu bisa terhibur dan meninggalkan luka lamanya


"ini semakin berisi ya, " ucap zayn simbil meremas squisi kembar milik nameera,

__ADS_1


sontak saja nameera memukul lengan suaminya dalam sela tangisnya, " jangan mulai sayang, " ucap nameera sambil menghapus air matanya


__ADS_2