
pagi hari sudah menyangsang, memperlihatkan dua orang insan yang berada di satu kamar sedang mengenakan pakaian mereka masing masing,
Hari ini adalah hari terakhir nameera magang di perusahaan suaminya sendiri,"sayang, " ritual wajib nameera dan dia sudah mengerti jika zayn memanggil dirinya,
nameera berjalan mendekat ke arah suaminya berdiri, nameera meraih dasi dan baru saja nameera mendekat,
uekk,
nameera berlari ke kamar mandi dan langsung memuntahkan isi perutnya bahkan perutnya belum terisi sama sekali, "sayang, " zayn panik dan mengikuti istrinya sambil tangannya menekan tengkuk nameera.
Bukannya berhenti nameera malah semakin mual, "mas, minggir dulu aku mual mencium bau parfum mu itu, " ucap nameera sambil memegang keplanya yang sudah terasa pusing,
"hah, " zayn terperangah mendengar ucapan istrinya, " Bau, " zayn malah ikut mencium bau tubuhnya, " tidak sayang, ini parfum biasa yang aku gunakan, " zayn kembali mendekat saat zayn mendekat nameera malah kembali mual,
"keluar, " ucap nameera mengusir zayn dari dalam kamar mandi,
__ADS_1
zayn dengan berat hati keluar dari kamar mandi sambil mengendus bau rubuhnya, " kenapa bisa bau, " zayn merasa bingung dengan istrinya,
nameera membasuh mulutnya lipstik yang tekah terpadang harus luntur, " apa ini karena semalam, " batin nameera sambilemperhatikan dirinya di cermin kamar mandi,
Tadi malam memang sudah terjadi hujan badai angin ribut namun hanya di dalam kamar zayn dan nameera saja, mungkin karena zayn terlalu bersemangat melakukannya sehingga nameera harus menjadi mual seperti ini.
nameera keluar dari dalam kamar mandi dan melihat zayn sudah mengganti bajunya, " loh, kenapa di ganti. " tanya nameera sambil berdiri di tepian ranjang.
"katanya bau, makanya aku ganti, " ujar zaun sambil makan ngancingkan kemejanya,
uekk,
dengan sedikit berlari nameera masuk ke dalam kamar mandi ia kembali muntah di dalamnya, zayn semakin di buat bingung, " apanya yang salah, padahal aku sudah menggantinya, " ucap zayn lagi bahkan kini ia kembali mengganti bajunya,
nameera keluar dengan nafas yang belum teratur, ia mendudukkan dirinya di tepian ranjang dan melihat suaminya itu kembali mengganti baunya.
__ADS_1
zayn mendekat kembali dengan kemeja yang belum di kancingkan, wajah nameera sudah pucat akibat keluar masuk kamar mandi, "kenapa hem, " tanya zayn sambil menempelkan tangannya di kening nameera,
nameera menggeleng, ia juga tidak tahu kenapan dia mual sepagi ini," mungkin ini karena semalam, " cicitnya pelan,
zayn tersenyum ia kembali mengingat pertempurannya tadi malam, niatnya hanya satu supaya istrinya ini cepat hamil, pasal implan zayn belum mengetahuinya dan nameera dengan sebisa mungkin menutupnya rapat rapat,
zayn mengecup kening nameera dengan lama," maaf, " bisiknya, tubuh bagian atasnya masih telanjang karena ia belum mengancingkan kemejanya, " hari ini tidak usah ikut ke kantor ya, " ucap zayn sambil tangannya sibuk mengancing kemejanya.
Nameera menggeleng, " ini hari terakhir, aku harus datang karena sudah janji dengan fitri dilla dan andre, " jawab nameera,
"tapi sayang, " ucapan zayn terpotong karena nameera langsung memotong ucapannya, " tidak apa apa aku sehat kok, " nameera langsung membetulkan posisi duduknya,
zayn meraih parfum nya di atas meja, "jangan pakai, itu bau sekali, " ucap nameera meraih parfum di tangan zayn dan langsung membuangnya ke tong sampah di dalam kamarnya.
"sayang, itu parfum yang biasa aku pakai, " ucap zayn sambil netranya menatap parfum nya yang tergoyak begitu saja di dalam tong sampah.
__ADS_1