Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 74


__ADS_3

zayn sudah selesai membersihkan tubuhnya di kamar mandi, ia keluar dengan melilitkan handuk di pinggangnya, seperti biasa nameera sudah menyiapkan baju ganti di wolk in closed,


Zayn melihat Nameera yang masih asik berduaan dengan laptopnya, "sayang, " zayn menghampiri nameera, padahal dirinya belum menggunakan baju, dan rambunya yang basah menitikkan air ke bahu nameera,


Nameera seketika membelikan badannya, "astaga, kenapa belum pakai baju, " ucap Nameera yang kembali menghadap laptopnya,


"aku mau kau yang memakaikannya, " goda zayn sambil berbisik di telinga nameera,


Nameera diam mematung, tak mau menghadap zayn, dengan buru Buru Nameera menutup laptopnya dan berlari keluar dari kamar meninggalkan zayn seorang diri,


zayn hanya terkekeh melihat tingkah istrinya itu, "aku akan menunggu waktunya, " gumama zayn lalu berjalan ke arah wolk in closed,


Nameera memegang dadanya yang bergejolan akibat mendegar bisikan zayn di telinganya, "dasar gila, " gumam Nameera sambil melangkah menyusuri anak tangga, ia berjalan ke arah dapur untuk melihat para maid mempersiapkan makan malam untuknya,

__ADS_1


"nyonya, "ucap bik sumi selaku juru masak di mansion,


Nameera hanya tersenyum, ia melihat semua masakan yang sudah di hidangkan bik sumi di atas meja makan,"enak, " ucap Nameera dan bik sumi hanya tersenyum


zayn turun dari dalam kamar dan berjalan menuju meja makan, dia melihat istrinya sudah Setia duduk di atas kursi, zayn berjalan sambil tersenyum dia berdiri tepat di belakang nameera, "kenapa kau tak menunggu suamimu ini hem, "bisik zayn sambil menghingit telinga nameera,


lagi lagi bik sumi melihat pemandangan yang aduhai, "dasar, anak muda zaman sekarang suka tidak melihat tempat untuk bermesraan, "gumam bik sumi yang masih berkutat di dapur,


"ishh, aku malu, ' ujar nameera sambil melepaskan tangan zayn dari bahunya,


keduanya makan malam dengan khidmad, tanpa ada gangguan sedikit pun, zayn sudah menandaskan makanannya begitupun dengan Nameera, zayn masuk terlebih dahulu ke dalam kamar untuk mengambil ponselnya,


zayn sudah berdiri di dalam kamar dengan tangan yang nenggenggam ponsel, zayn menghubungi sekertaris haikal untuk menanyakan berkas yang tadi siang, dan tak sengaja pandangan zayn melihat sesuatu yang bergantung, "mekena, " zayn tersenyum simpul, "apakah nameera sudah, " zayn menggantungkan ucapan,

__ADS_1


zayn mematikan sambungan telponnya saat sudah mendengar ucapan sekertaris haikal, yang mengatakan berkas yang zayn minta sudah ada di ruang kerjanya di mansion,


"malam ini akan segera ku selesaikan pekerjaan yang akan menggangguku itu, " ucap zayn tersenyum sambil berjalan keluar dari dalam kamar untuk menuju ruang kerjanya,


" untung cuma beberapa berkas saja, 'ucap zayn sambil memeriksa berkas yang sudah sekertaris haikal serahkan,


Nameera kembali ke dalam kamar, saat urusan di dapur beres, ia kembali membuka laptopnya dan memulai pekerjaan yang tertunda karena lagi lagi zayn mengganggunya, "ish menyebalkan, " ucap nameera


"drtt,,


ponsel nameera berdering, Fitri menghubunginya, "what, " ucap nameera,


"tolong lu kirimin gue tugas yang kemarin dong, " ucap Fitri sahabat baiknya,

__ADS_1


"belum jadi gue, mungkin sebentar lagi nanti kalau udah jadi gue langsung kirim ke grub biar dilla sama Andre kebagian, " ucap nameera dan sambungan telpon itupun terputus,


__ADS_2