Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
109


__ADS_3

nameera memberhentikan langkahnya, tangannya masih di cekal ashila bahkan kini. ceklannya semakin kuat,


"lo cukup denger apa kata kata gue, " namun ashila tak berani membesarkan suaranya, mengingat ada di mana dia saat ini,


nameera tersenyum sinis ke arah ashila, ia langsung menghempaskan tangannya dari cekalan ashila


"apa peduliku dengan ocehan murahan dari mulut mu itu, " ucap nameera seraya berjalan niatnya untuk menghindari ashila,


belum sempat nameera menghindar tangannya kembali di cekal ashila,


"lepasin, " ucap nameera kembali menghempaskan tangan ashila,


tangan nameera tak kunjung lepas, ashila menggenggamnya dengan sangat erat bahkan menyisakan rasa panas nyeri pada pergelangan tangan nameera,


"lo denger baik baik, lo yang bakalan pergi sendiri atau gue yang akan berbuat kejam, " ucap ashila dengan tatapan tajamnya,


"hahaaha," bukannya menjawab ucapan ashila nameera bahkan tertawa dengn sangat keras,


"diem, " sinis ashila,"lo cukup dengerin kata gue, " tatapan ashila sungguh mematikan,

__ADS_1


"hey nona ashila feronika, apa keuntungan yang akan saya terima jika menuruti titah anda, " nada bicara nameera sedikit mengejek


"lu mau apa, bakalan gue kasih, " ucap ashila, mereka berdua masih berdiri di ambang pintu utama mansion,


sedari tadi bik sumi terus saja memperhatikan gerak gerik dua bersaudari yang sedang berbicara namun entah apa yng mereka bicarakan,


"bener, " ucap nameera sambil. melepaskan tangannya dari cengkraman ashila


"sebaiknya kita duduk dulu, " nameera kini berjalan dan mendaratkan bokongnya di sofa, begitupun dengan ashila.


nameera menghembuskan nafasnya, sekilas matanya menatap arlji yang berada di pergelangannya, " belum waktunya, " batin nameera,


"kamu tau apa yang saya mau, " ucap nameera sambil memperlihatkan senyum menyunghing di bibirnya,


"saya mau kamu yang pergi dari sini,"to the poin nameera


"jangan macam macam, " ucap ashila,


"hh, " nameera menyenderkan punggungnya di bahu sofa,

__ADS_1


"macam macam, macam macam seperti apa yang kamu maksud, " kini nameera susah berani menatap ashila dengan tajam,


"usai sudah kamu menghinaku, merendahkanku, " batin nameera,


"ku bilang kamu pergi dari sini, dan aku yang akan menggantikan posisimu di sisi zayn, " ucap ashila dengan tak tahu malunya,


nameera malah tersenyum manis di hadapan ashila, ia kembali melirik arloji di pergelangan tangannya,


"waktu mu sudah habis, " ucap nameera bangkit dari duduknya, ia berjalan meninggalkan ashila sendirian dengan raut wajah yang sangat mengerikan,


"untuk apa aku mendengarkan segala maumu jika akhirnya aku yang harus tersakiti, " ucap nameera pelan smbil membuka pintu kamarnya,


ia meraih tasnya fan mengambil ponselnya di atas nakas,hari ini ia akan pergi ke kampus untuk mengambil proposal yang ia kirim beberapa hari lalu,


nameera berjalan mengitari anak tangga, netranya langsung menatal ashila yang sedari tadi juga menatap ke arah dirinya,


berjalan dengan acuh di hadapan ashila, pak gun sudah swtia menunggu nyonya nya di depan mobil dengan posisi pintu mobil audah terbuka,


pak gun tersenyum menyambut ke datangan nyonyanya,"silahkan," ucap pak gun sopan dan nameera hanya tersenyum, kini mobil yang di tumpangi nameera sudah melesat jauh pergi meninggalkan mansion,

__ADS_1


sedangkan ashila dari tadi ia hanya bisa memaki nameera dalam hatinya,"jika ini di rumah sudah ku habisi dirimu," batin ashila tangannya terkepal erat, rasa bencinya sudah menjadi jadi


__ADS_2