Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 39


__ADS_3

setelah selesai dengan kegiatannya nameera bergegas keluar dari kamar zayn,, sedangkan zayn yang baru saja keluar dari kamar mandi tak melihat nameera di dalam kamarnya,, zayn hanya tersenyum melihat dirinya di depan cermin,,"ternyata hatiku tak salah memilihmu, " ucap zayn yang sedang memasang kemeja,,


zayn menuruni anak tangga satu persatu, mengederkan pandangannya ke setiap sudut ruangan,, hatinya tak sabar untuk melihat sang pujaan hati,, sampai pandangannya terhenti di sudut dapur, zayn melihat nameera masih berkutat dengan sesuatu di dedapannya,, zayn tak hentinya tersenyum sampai² para maid mansion di buat bingung olehnya pasalnya baru kali ini seorang tuan muda ibnu zayn malik tersenyum lebar di pagi hari..


pak mus sudah mendorong kan kursi untuk tuannya itu duduk,, zayn duduk dengan tenang sedangkan nameera masih berdiri untuk melayani suaminya itu,, sarapan pagi hari terasa khidmat,, zayn selalu mencuri pandang ke arah nameera dengan senyum merekah di bibirnya,


"maukah kau memaafkan semua kesalahan yang pernah aku perbuat padamu", ucap zayn sambil memegang tangan nameera, sontak nameera terkejut dia terdiam, kepalanya semakin menunduk ia tak berani menatap seorang zayn,,


"aku mengerti tak semudah itu dirimu akan bisa memaafkan semua kesalahanku,, tapi aku mohon agar kamu bisa untuk memaafkanku, " ucap zayn pada nameera yang masih Setia menundukkan pandangannya,


sampai akhirnya mereka berdua di kejutkan oleh seseorang yang tiba tiba masuk ke dalam mansion

__ADS_1


"honeyy,,


ucap nisa yang langsung menghamburkan pelukannya ke zayn,,,


nameera yang melihatnya akhirnya memberanikan diri bangkit dari tempat duduknya,, tanpa ada sepatah katapun yang ia ucapkan, untung saja sarapan pagi mereka telah berakhir,


nameera membereskan piring kosong dan membawanya ke washtapel untuk di cuci membersihkan meja makan,,


"aduh,, sakit,, sayang kenapa kamu bangun tiba² aku kan jadinya jatuh ,,lihat ini pantatku jadi sakit, " ucap nissa sambil menyodorkan tangannya ke arah zayn untuk membantu dirinya


alih² zayn tak peduli "siapa yang menyuruhmu pagi² datang ke rumah orang lain, "ucap zayn datar kepada nissa,

__ADS_1


nissa yang merasa tangannya di abaikan akhirnya memutuskan untuk membangunkan dirinya sendiri "honey, apa yang kamu katakan aku ini kekasihmu jadi apa salahnya pagi² aku datang untuk menemui mu," ucap nissa yang masih mengelus pantatnya yang masih terasa nyeri,,


sedangkan pak mus yang melihat kejadian tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya,,


nameera hanya menonton pertunjukan yang terjadi antara zayn dan nissa,,selesai membersihkan piring nameera bergegas masuk lagi ke kamar utama,,hari ini ia akan berangkat kuliah seperti biasa dan kembali bekerja juga dengan seperti biasa di coffe shop milik rasya,,


nameera terdiam sejenak kala mengingat kejadian di mana rasya memeberikannya sebuah cincin,,"maaf sya bukannya aku tak mau,, namun aku sadar diri karena status ku ini,seandainya ini semua tak terjadi padaku maka dengan senang hati aku akan menerimamu,,tapi untuk saat ini ku mohon maafkan aku",ucap nameera pelan sambil mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipinya,


nameera membuka pintu kamar dan berjalan menyusuri anak tangga dirinya sudah siap untuk berangkat kuliah,,sedangkan di meja makan kedua sejoli itu masih berdebat,, zayn benar² sudah di buat semakin kesal oleh nissa,,


bagaimana tidak, nissa yang mempunyai sifat yang keras kepala itu tak mau jika dirinya di putuskan oleh zayn,

__ADS_1


__ADS_2