Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
142


__ADS_3

zayn membaringkan tubuh lemah istrinya di atas ranjang danbia ikut duduk di samping naneera memijit kaki istrinya, sungguh jika bisa di gantikan biar saja zayn yang menggantikan semua rasa yang saat ini istrinya rasakan.


"mas, hari ini aku mau kuliah, " ucap nameera sambil memejamkan matanya untuk menetralisir rasa sakit di kepalanya,


"tidak, aku tidak mengizinkanmu untuk pergi kemanapun sekalipun itu ke kampus sayang, " ucap zayn dengan nada penekanan,


nameera mendengus ia harus kembli lagi terkurung di dalam kamar mewah ini, bosan rasa itu kini mendominannya, heh, " nameera menghembuskan nafasnya dan turun kembali dari ranjang.


"mual lagi, " tanya zayn dan nameera hanya menggeleng, "aku mau mandi, " ucap nameera lalu menyingkirkan tangan suaminya.


"kita mandi bersama sayang, " zayn mengedipkan sebelah matanya nakal,


"tidak mau, " cegah nameera tapi sayang tubuhnya lebih dulu di gendong zayn dan masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"tidak, aku tidak mau, " cegah nameera dengan memegang dres yang ia pakai,


pintu kamar mandi langsung di kunci zayn supaya nameera tidak bisa lagi memberontak dan menolak untuk mandi bersama,


"aku tidak akan berbuat macam macam, " ucap zayn sambil mengangkat ke dua tangannya ke atas.


"kita hanya akan mandi tidak lebih sayang, "zayn tersenyum


nameera menatap suaminya itu dengan tajam ia lebih memilih duduk di atas closed karena kini perutnya kembali di lanada rasa mualnya, di tambah lagi suaminya di depan seperti menginginkan hal lebih darinya,


lalu sekarang suaminya itu tak mengizinkannya lagi untuk masuk kuliah, padahal nameera sangat ingin sekali menikmati suasana luar mansion. bukannya zayn tak menguzinkannya namun mengingat kondisi nameera yang sangat rentan dengan kehamilannya itu yang membuat zayn sangat takutelihat istrinya jauh dari jangkaun mansion.


"Boleh ya, " ucap nameera dengan nada memohonnya di depan zayn,

__ADS_1


"apa, " kini zayn sudah berjongkok di depan nameera,


"boleh kan hari ini aku ke kampus, " ucap nameera dengan nada memelasnya,


zayn menghembuskan nafasnya, ia sangat tak bisa melihat raut wajah istrinya yang seperti ini namun keselamatan nameera dan calon baby nya itu yang paling utama bangi zayn,


"sayang, aku mencintaimu dan ingat satu hal itu, bukannya aku tidak mengizinkan mu untuk pergi namun ingat keadaannya sangat lemah dan aku tidak mau terjadi hal yang aku takutkan padamu, " ucap zayn sambil mengelus dan mencium perut buncit nameera,


"aku bisa menjaganya, ingat mas aku perempuan kuat ," ucap nameera dengan bangga,


zayn mengehembuskan nafasnya di depan nameera, " ingat sayang dua minggu lalu kamu di bopong pulang karena pingsan di kampus, " ucap zayn mengingatkannya,


memang setelah acara berpelukannya dan temu kangennya setelah itu nameera pusing dan pingsan di tempat beruntung pak gun siap siaga dan labgsung membawa nyonya nya pulang ke mansion, dan saat itu zayn harus meninggalkan rapat pentingnya dengan klient.

__ADS_1


"ingat itu sayang, dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi, " bisik zayn sambil membuka resleting kemeja nameera dan membawanya ke dalam bethup,


__ADS_2