Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
107


__ADS_3

pagi telah menyangsang, dua pasang manusia yang sudah mulai terbuka satu sama lain, kini terlihat seorang wanita yang membantu suaminya untuk menggunakan pakaiannya,"ternyata enak juga ya, " ucap zayn sambil memandangi wajah istrinya,


nameera mendongak sambil tangannya masih sibuk memasang kancing kemeja suaminya,


"apanya, " ucap nameera


"iya, tanganku tidak perlu repot repot untuk memasang ini semua lagi, " ucap zayn tangannya sudah mulai nakal meraba tubuh istrinya,


"ish, " nameera langsung menepis tangan nakal zayn saat kemeja zayn sudah rapi,


nameera meraih dasi dan langsung memasangkan suaminya, " cup, " satu kecupan kini mendarat di kening nameera,


"terimakasih telah bertahan dengan ku sayang, " kini zayn mulai memeluk tubuh istrinya,


nameera hanya tersenyum, ia juga bingung dengan dirinya seberat apapun zayn menyiksanya dulu namun hatinya sedikit saja tak mau berpaling bahkan meninggalkan zayn,


"apa kau mencintaiku, " bisik zayn di telinga nameera,


nameera mengurai pelukannya dan menngkup wajah suaminya, " aku tidak tahu apakah aku mencintaimu atau tidak, yang jelas aku takkan berpaling darimu, " ucap nameera bahkan kini ia telah berani mencium sekilas bibir suaminya,

__ADS_1


"sayang, " bahkan zayn sangat terkejut dengan aksi tiba tiba istrinya,


nameera segera menjauh karen ia tahu, suaminya itu bahkan takkan cukup jika hanya dengan kecupan sekilas, "sayang, " zayn langsung menarik lengan nameera seblum nameera berjalan terlalu jauh,


"sini aku ajarkan bagaimana caranya berciuman dengan benar, " ucap zayn sambil menarik tengkuk nameera,


namun baru saja zayn akan menempelkan bibirnya, nameera lebih dulu mencium pipinya, "sumiku, aku sudah pakai lipstik, " bisik nameera dan segera menepis tangan zayn,


"apa, tolong ulangi kata katamu, aku ingin mendengarnya lagi, " ucap zayn,


nameera hanya tersenyum, "kata itu sudah tidak bisa di ulangi, " ucap nameera seraya menjulurkan lidahnya,


zayn melerai pelukannya dan berjongkok di hadapan istrinya, " baik baik di dalam sini anak daddy, " ucap zayn sambil mengelus perut rata nameera,


"degg, "


nameera sungguh terkejut dengan ucapan dan perbuatan zayn padanya,


"ya tuhan, apa aku seberdosa itu pada suamiku, " batin nameera, matanya mulai berembun tanganya terulur untuk mengusap rambut suaminya,

__ADS_1


"suamiku, " panggil nameera


zayn mendongak, ia melihat jelas buliran bening yang akan keluar dari pelupuk mata istrinya, "hey, kenapa menangis, " ucap zayn tangannya mengusap air mata istrinya,


"maaf, " nameera menghamburkan pelukannya,


"kenapa, " zayn mengelus punggung nameera,


"di sana belum ada apa apa, " ucap nameera suaranya sudah tertahan seperti ada batu besar yang menghimpit tenggorokannya,


"dan aku akan berdoa semoga secepatnya akan ada sayang, " zayn melerai pelukannya dan mengusap air mata istrinya,


nameera hanya mengangguk sambil tersenyum, "aku akan melepasnya, dan menyerahkan semua yang ku miliki hanya untukmu, " batin nameera netranya sama sama saling menatap satu sama lain,


"sayng kalau begini mana tahan aku berjauhan denganmu, " goda zayn sambil menoel hidung nameera,


"ish, dasar sang penggoda, " dumel nameera,


mereka berdua meninggalkan kamar dan berjalan beriringan menapaki anak tangga satu persatu, empat Netra yang melihat ke arah mereka sama sama mengepalkan tangannya, mereka berdua sangat tidak suka dengan penglihatan yang ada di depan mereka,

__ADS_1


"awas saja, aku akan membuat perhitungan padamu nameera, " gumam ashila


__ADS_2