
kini nameera sudah tertidur di atas sofa dengan berbantalkan paha suaminya, zayn merapikan anak rambut nameera,
zayn sudah merasa geram dengan semua tingkah laku iriana dan ashila, hah, menghembuskan nafasnya dengan kasar, zayn langsung menggendong nameera dan kembali menidurkannya di atas ranjang ruang istirahatnya,
"aku akan selalu di sampingmu, melindungi dirimu menyayangimu dengan sepenuh hatiku," ucap zayn sambil membenamkan kecupannya lama di kening istrinya,
"ini yang aku tidak suka darimu, kau tidak pernah mau membagi ceritamu denganku, " zayn mengusap sisa air mata di pelupuk mata nameera dengan tangannya
zayn kembali ke ruang kerjanya dan melanjutkan kerjaannya yang sudah tertunda, sekertaris haikal memasuki ruangan presdirnya dengan beberapa berkas yang ada di tangannya,
"tuan meeting dengan mr axel tiga puluh menit lagi, "ucap sekretaris haikal sambil menyerahkan berkas yang ada di tangannya dan menjauh pergi dari hadapan tuannya,
sedangkan nameera ia masih asik bergelung dengan dunia mimpinya, entah apa yang ia mimpikan namun kembali air mata itu membasahi pipinya,
"tidak, " racau nameera padahal matanya masih tertutup,
"tidakk, " nameera sudah berteriak kencang padahal lagi lagi matanya belum terbuka,
zayn yang mendengar suara teriakan istrinya langsung melepas berkas yang ada di tangannya dan berlari menuju ruang istirahatnya,
"sayang, " ucap zayn sambil berlari,
keringat dingin di dahi nameera sudah mengalir matanya tetap saja masih tertutup,
__ADS_1
"hey, sayang, " kini zayn menepuk pipi istrinya hingga nameera tersadar dan langsung memeluk tubuh zayn dengan erat,
"kenapa hm, " ucap zayn kini mengelus lembut rambut nameera,
nameera menggelengkan kepalanya tapi pelukannya semakin erat, tubuhnya gemetar rasa takut kini menghampiri nameera,
"jangan tinggalkan aku, " ucap nameera
entah mengapa hati zayn terasa di sayat mendengarkan ucapan menyedihkan istrinya, ada apa dengan istrinya sebenarnya,
"tidak akan sayang, " jawab zayn
"ada apa sayang, sini ceritakan padaku, " ucap lembut zayn sambil menenangkan istrinya,
"aku memimpikan mamaku, aku merasa tak berguna karena tak bisa menyelamatkan mama sehingga ia meninggal, " kini nameera semakin terisak mengingat kenangan kelam di mana mamanya meninggal dengan cara yang tragis,
air matanya semakin mengalir suaranya tangisnya sudah terdengar menyayatkan hati, kini zayn kembali menarik nameera menuju dekapannya,
"tenanglah, aku ada untukmu, " ucap zayn
…………
sedangkan jauh di mansion zayn,
__ADS_1
,ini pasti barang berharga, " ucap iriana mulai membuka kotak yang ada di tangannya,
jreng,,,
Brukk,
kotak itu terjatuh dari tangannya, " tidak, ini pasti tidak mungkin, mataku hanya salah lihat, " racau iriana kemudian ia kembali mendekati kotak yang telah ia lempar itu,
"malik, ini tidak mungkin kamu kan, " ucap iriana kembali memunguti bingkai kecil yang berada di dalam kotak,
"tidaakk, " teriak iriana kemudia ia keluar dengan berlarian bahkan ia mengabaikan maid yang ia tabrak,
irian kembali ke dalm kamarnya kemudian mencari keberadaan ponselnya, "ketemu, " ucap iriana dan langsung mendile nomor ponsel ashila,
drt,,
ponsel ashila bergerar di dalam tasnya, jack yang mendengar itu semua langsung menjawab panggilan itu "pucuk di Cinta ulam pun tiba, " gumam jack
"ashila di mana kamu, " ucap iriana dengan suara gemetar saat ponselnya sudah tersambung,
jack tak menjawabnya ia malah mematikan sambungannya dan langsung mengirimkan lokasi penyekapan ashila,
jack tersenyum dan langsung menghubungi tuannya, "target ke dua akan segera kemari tuan, " ucap jack saat ponselnya sudah terhung,
__ADS_1