Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 61


__ADS_3

.Nameera merasakan sesak di dadanya, kala kata² zayn terus terngiang di telinga dan fikirannya,


flashback on


setelah nameera berhasil lolos dari dekepan zayn ia langsung kembali kekamar utama, terasa ada yang kurang sedari tadi dirinya pulang dari perusahaan milik zayn, akhirnya nameera mencoba berfikir,


"astaga bisa²nya tasku tertinggal di ruang kerja zayn, akh sial bagaimana bisa aku serching tugas kuliah kalau begini, "ucap nameera sambil mondar mandir di dalam kamar.


malam semakin larut, nameera berniat menemui zayn untuk meminta tolong namun baru saja sampai di tengah anak tangga, dia sudah mendengar kata² zayn yang mungkin membuat hatinya sangt sesak,


"aku memberinya obat kontrasepsi setelah kami selesai melakukannya, ucapan zayn yang berhasil di dengar oleh telnga nameera.


dan tanpa aba² nameera langsung kembali ke dalam kamar dengan perasaan campur aduk,

__ADS_1


flashback off


"aku kira anda benar² baik kepadaku, namun ternyata salah, aku hanya anda jadikan boneka hidup, hanya untuk memuaskan hasratmu saja, tak mengapa mulai sekarang aku akan ikut permainanmu, sampai anda mundur dan mengaku kalah dalam permainan anda sendiri,"gumam nameera sambil bejalan ke kekamar mandi,


nameera membersihkan diri di dalam kamar mandi, sambil menatap dirinya lama di depan cermin, "miris sekali, "gumam nameera sambil tersenyum sungging,


"kenapa aku merasakan tak nyaman, dan hangat di bagian,, "nameera menggantungkan ucapannya, dengan segera ia membuka celana dan alangkah terkejutnya nameera,


nameera keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke wolkincloshet untuk menganti bajunya dan memasang pembalut, beruntung persediaan pembalut bulan lalunya masih ada sehingga ia tak perlu gelagapan untuk langsung membeli,


nameera sudah selesai dengan ganti bajunya, ia melihat zayn sudah duduk di sisi ranjang sambil memainkan ponsel miliknya, melihat nameera yang sudah keluar zayn langsung melepas ponselnya di atas meja dan membenarkan posisi duduknya,


"kenapa setiap hari aku melihatnya, dia semakin manis, " gumam zayn sambil tersenyum manis ke arah nameera,

__ADS_1


" sini sayang, "ucap zayn sambil menepuk sisi ranjang yang kosong di dekatnya,


"aku akan menurti semua permainanmu mulai sekarang, "gumam nameera sambil masih berdiri di ambang pintu wolkinclosett,


"hey sayang*, "ucap zayn sekali lagi dan nameera mulai berjalan mendekatinya,


nameera sudah duduk di samping zayn dengan kegugupan yang melanda dirinya, "tenang nameera, kau harus tenang ini hanya sebuah permainan, "gumam nameera mencoba menenangkan dirinya,


tanpa aba² zayn langsung mendekap nameera ke dalam pulukannya, zayn masih terngiang ucapan sang paman, "zayn, zayn, kau berhak atas istrimu, dia itu milikmu, lakukan apa yang kau mau terhadapnya, tapi ingat hanya pada istrimu bukan wanita lain, " ucapan tuan narendra yang selalu terngiang di fikiran zayn.


nameera tak memberontak dan tak melawan perbuatan zayn kali ini, merasa tak ada perlawanan zayn langsung membalik tubuh nameera agar menghadap dirinya, "aku mencintaimu, "satu kata yang berhasil lolos dari mulut zayn,


Nameera hanya diam sambil menjatuhkan pandangannya, tangan zayn menangkup kedua pipi nameera dan dengan gerakan cepat ia mencium bibir nameera, zayn merasa tak ada penolakan dari nameera akhirnya kembali mencium bibir istrinya, dengan sebelah tangan zayn sudah menahan tengkuk nameera, ciuman itu semakin lama semakin menuntut, nameera hanya diam saja ia tak membalas setiap cumbuan zayn terhadap dirinya,

__ADS_1


__ADS_2