Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 64


__ADS_3

pagi hari menyapa, terlihat dua orang insan yang rapi berpakain untuk bersiap dengan uruaan masing² "sayang tolong aku, "ucap zayn menyodorkan sebuah dasi kepada nameera untuk di pasangkan di kerah bajunya,


Nameera langsung menyambar sebuah dasi yang berada di tangan zayn, dan langsung ia pasangkan, "selesai, "ucap Nameera dengan nada yang masih datar,


"Terimakasi, " ucap zayn hendak mencium kening nameera, namun nameera Buru Buru memundurkan tubuhnya dan zayn tak dapat melakukan aksinya,


"hehm, "zayn menghembuskan nafasnya dengan kasar karena menerima penolakan dari istri cantiknya,


"aku masih merasa malu dengan kelakuan ku semalam, "gumam nameera sambil memperhatikan seluruh tubuhnya di depan cermin besar yang berada di dalam kamar.


mereka berdua turun dari dalam kamar untuk melakukan sarapan pagi, tuan narendra sudah stay terlebih dahulu menunggu dua insan yang entah sedang berbuat apa di dalam kamar.


Zayn sudah duduk di kursi tempat makan, wajahnya terlihat kusut dan di tekuk, seperti tak punya gairah untuk melakukan apapun, Sedangkan nameera terlihat biasa saja wajahnya datar dan tak menunjukkan expresi apapun,


Tuan narendra hanya tersenyum, melihat wajah sang keponakan, "kenapa, "ucap tuan narendra sambil berbisik di telinga zayn,


zayn hanya menatap tanpa memberi jawaban, "tak mendapatkan jatah ya, "bisik tuan narendra lagi,

__ADS_1


zayn langsung menatap tuan narendra dengan tatapan super tajam, sehingga membuat pamannya itu tertawa sambil menepuk sebelah bahu zayn,


nameera tak menghiraukan paman dan keponakan itu, ia hanya fokus menghabiskan sarapan di atas piringnya, dan bergegas untuk berangkat kuliah,,


"oh ya zayn, paman akan kembali pagi ini juga, "ucap tuan narendra yang mulai menyantap sarapannya,


"kenapa cepat sekali, "jawab zayn sambil melirik sekilas pamannya itu,


"ada masalah di perusahaan, "ucap tuan narendra sambil menghentikan santapan paginya,


"Nak, jika dia berbuat jahat padamu langsung saja laporkan pada paman ya, "ucap tuan narendra yang kini melirik ke arah nameera,


nameera hanya senyum dan tak menjawab ucapan tuan narendra, "aku menanti cucu secepatnya dari kalian berdua, "ucap tuan narendra sambil tersenyum lebar.


"paman tak perlu mengingatkanku, aku akan selalu menjaga dan menyayangi istriku dengan baik, "ucap zayn sambil menatap ke arah nameera.


'Baiklah, paman harus berangkat sekarang juga, "ucap tuan narendra yang sudah bersiap hendak pulang ke rumahnya,

__ADS_1


zayn dan nameera berdiri dan mengantarkan pamannya keluar mansion sampai memasuki mobil yang tuan narendra tumpangi, "sampai jumpa, "ujar tuan narendra,


mobil yang di tumpangi tuan narendra sudah melesat jauh dari mansion, sekarang tinggallah nameera dan zayn, "ayo sayang kita juga harus berangkat, " nameera hanya mengangguk menjawab ucapan zayn,


Hari ini zayn tidak mau menggunakan sopir pribadinya, dia ingin menyetir sendiri dan hnya mau berdua di dalam mobil dengan nameera istri cantiknya, "silahkan sayang, "ucap zayn yang membukakan pintu mobil untuk nameera


Nameera hanya menatapnya dengan tatapan malas, dan langsung masuk ke dalam mobil mewah milik zayn,


mobil melesat dengan kecepatan sedang, tujuan utamanya adalah kantor, karena di sana ada tas nameera yang tertinggal karena ulah zayn,


"sayang, "ucap zayn yang memecah keheningan karena sedari tadi nameera hanya menatap ke luar jendela dan tidak mau menatap zayn walau hanya sekilas,


bagaimana readers untuk ceritanya sejauh ini, apakah ada kekurangan, atau adakah part yang readers tidak sukai, jika memang begitu butuh konfirmasinya biar otor revisi kembali ya 😁


jangan lupa like, comment dan vote yang se banyak banyaknya ya ,,


salama manis dari otor 😘

__ADS_1


__ADS_2