Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
95


__ADS_3

setelah lift terbuka zayn menarik pinggang nameera memasuki ruang kerjanya, dan klik, pintu ruangan itu kini tertutup,


zayn menganggat dan mendudukkan nameera di atas meja kerjanya, di tangkupnya kedua pipi istrinya, "shht, " geram zayn saat melihat bekas tamparan nissa yang melekat di pipi nameera,


"apa ini sakit sayang, " ucap zayn sambil membelai pipi nameera


Nameera mengangguk, matanya sudah berembun hanya tinggal menunggu butiran kristalnya terjatuh,


"maafkan aku mbak nissa," gumam nameera di dalam hatinya, ia tak masalah dengan tamparan yang di berikan nissa kepadanya,


karena memang benar adanya dirinyalah penyebab rusaknya hubungan zayn dan nissa, tapi tidak tahukah nameera nissa hanya di jadikan budak nafsu semata oleh zayn,


"sayang," zayn kelimpungan melihat istrinya yang tiba tiba menangis,


nameera tiba tiba menangis sambil sesegukan, entah apa yang ia tangisi,


"apakah dirinya menangisi tamparan nissa?

__ADS_1


"atau apakah nameera takut akan nissa?


maka jawabannya adalah tidak, nameera menangisi dirinya dan bahkan merutuki dirinya saat ini,


"maaf," tiba tiba ucapan maaf yang keluar dari mulut nameera


"kenapa minta maaf hem," kini zayn menangkup wajah nameera sehingga pandangan mereka berdua bertemu dan terlihat jelas kesedihan mendalam yang saat ini nameera rasakan


"maafkan aku, jika menjadi seseorang yang jahat pada hubungan kalian," nameera tak kuasa membendung tangisnya,


zayn langsung menghamburkan pelukannya, di elusnya punggung nameera dengan pelan, supaya istrinya bisa tenang,


"maafkan aku sayang, maafkan atas kesalahanku selama ini padamu, " zayn berbicara tulus dari dalam hatinya,


dadanya menjadi sesak mengingat hal hal keji Yang ia lakukan pada istrinya di awal awal pernikahan mereka,


hening, zayn tak lagi berbicara bahkan tangisan nameera tak terdengar lagi, zayn masih setia memeluk istrinya dengan penuh kasih,

__ADS_1


"aku akan pastikan tidak ada yang akan membuatmu menangis lagi, sekali pun itu adalah aku sayang, " gumam zayn


melepaskan pelukannya namun kedua tangannya masih memegang bahu istrinya, "sekarang istirahatlah, tenangkan hatimu, aku selalu ada untuk menjagamu, " ucap zayn dan langsung menggendong nameera memasuki ruang istirahatnya,


membaringkan nameera di atas ranjang, melepaskan sepatu yang di pakai nameera, zayn ikut naik ke atas ranjang di tariknya nameera kedalam pelukannya, tiba tiba saja zayn meraba perut datar nameera,


"aku menginginkan ada nyawa di dalam sini sayang, " ucap zayn dengan masih mengelus perut nameera,


degh,,


nameera terkejut tak ada petir dan hujan mengapa zayn tiba tiba mengucapkan kata kata itu,


"zayn aku tak mengerti akan dirimu, terlalu banyak misteri di dalam hidupmu dan itu semua sangat sulit untukku pahami, " batin nameera


masih Setia mengelus perut nameera dan sesekali mencuri ciuman di wajah sang istri,


entah mengapa kini tangan zayn menjadi nakal, lihat saja ulahnya lelan pelan ia membuka kancing kemeja yang di hunakan nameera, owh sungguh mengambil kesempatan dalam kesempitan,

__ADS_1


baru saja kancing itu terbuka satu, nameera langsung bangkit dari pembaringannya," pekerjaanku masih banyak ," ucap nameera yang sudah duduk sambil kembali mengancingkan kemejanya yang kancingnya terlepas satu akibat ulah suaminya,


"dan asal kau tahu aku tidak peduli, dan mulai sekarang aku tak mengizinkanmu untuk kembali ke tempatmu di sana," ucap zayn yang sudah ikut duduk di samping nameera,


__ADS_2