Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
144


__ADS_3

kini nameera dan zayn tengah berbahagia, sambil memandangi layar monitor yang memperlihatkan calon bayi mereka, sangat lucu dan terlihat menggemaskan,


"cepat keluar anak daddy," ucap zayn sambil menghujani perut nameera dengan beribu kecupan, rasa sukur dan bahagia terus saja zayn panjatkan,


Begitu juga dengan nameera ia sampai menangis haru memandangi suaminya, rasa bahagia menunggu calon baby nya lahir ke dunia, nameera bersyukur di masa kehamilannya ini ia begitu di jaga ketat suaminya bahkan untuk melangkah pun nameera tak di izinkan ia sudah seperti orang penyakitan yang kemana mana selalu di dorong kursi roda,


zayn sangat agresif karena mengingat janin nameera begitu lemah jadi ia tak mau jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan lebih baik waspada terlebih dahulu,


"apa kau bahagia, " tanya nameera yang kini sudah meninggalkan ruangan dokter sambil di dorong menggunakan kursi roda oleh suaminya.


zayn kini menghentikan kursi roda dan berjongkok di depan istrinya sambil menggenggam tangan nameera," aku sangat bahagia, " ucap zayn sambil mengecup punggung tangan nameera.


dua sejoli itu kini sudah meninggalkan rumah sakit, nameera bersandar di dada suaminya dan sebenarnya kandungan nameera kini sudah di bilang kuat mengingat usianya sudah semakin bertambah namun ya begitu, zayn sangat posesif pada istrinya jadi mau tak mau nameera hanya menerima tanpa mau membantah.

__ADS_1


mobil yang mereka tumpangi kini sudah sampai di mansion zayn mengangkat tubuh nameera dan menggendongnya untuk masuk ke dalam semua maid membungkukkan badannya terutama pak mus,


"aku berat ya, " bisik nameera di telinga suaminya saat zayn membaringkan dirinya di atas ranjang,


"seberat apapun dirimu itu tak menjadi masalah untukku sayang, bukan kah setiap kali kita bercinta kau selalu berada di atasku, " ucap zayn dengan nada yang sedikit nakal dan menggoda.


"ish, " nameera mencubit lengan suaminya dengan keras, " mesum, " ucap nameera,


"sakit sayang, " ucapannya di selingi tawa renyah dari bibirnya bahkan hari ini ia bolos lagi untuk masuk ke kantor untung saja semuanya bisa di handle sekertaris haikal dan sekertaris lisa dua orang itu memang selalu bisa di andalkan.


"hem, " zayn yang masih sibuk dengan tab di tangannya kini menghentikan kesibukannya dan menatap istrinya,


"besok pagi kan acara wisudaku, " tutur nameera sambil mendusel di dada suaminya,

__ADS_1


"jadi besok pagi aku ingin bebas tanpa harus di dorong pakai kursi roda, " ucap nameera


"No sayang, kamu harus tetap memakai kursi roda, " bantah zayn langsung,


"sayang, aku akan baik baik saja lagi pula aku kan di temani kamu nanti di sana jadi boleh ya " bahkan kini nameera mengatupkan kedua tangannya memohon agar di beri kebebasan di hari yang paling nameera nanti itu,


"tapi sayang,,, belum sempat zayn melanjutkan ucapannya nameera terlebih dahulu membungkam mulut suaminya menggunankan jemarinya yang lentik,


"sekali saja dan setelahnya aku akan membayarnya dengan kepuasan yang belum pernah kamu dapatkan, " bisikan sensual nameera yang membuat hasrat zayn bangkit,


"jangan memancingku sayang, " kini tubuh nameera sudah berada di bawah kungkungan suaminya,


"aku memancing mu kapan, " tanya nameera sambil menahan dada suaminya, hasrat zayn sudah terlihat menggebu padahal ia hanya di bisik apalagi jika nameera berbuat lebih dari itu,

__ADS_1


"aku tidak mau tahu pokoknya kamu harus tanggung jawab, " ucap zayn dan ia langsung memulai aksinya, jadilah pagi menjelang siang itu mereka berdua bermandikan peluh yang membuat nafas nameera terengah engah.


__ADS_2