Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 34


__ADS_3

dokter haris langsung mendekati nameera,, duduk di sebalah wanita itu,, dokter haris memegang tangan nameera dan mengeluarkan alat² untuk memeriksa nameera,, dokter haris menautkan dahinya"apakah di mansion sebesar ini tidak ada makanan, "ucap dokter haris tanpa memandang zayn yang terlihat bingung, "


"apa kau bilang,, hey" kalau bicara itu yang jelas,, mau ku patahkan tanganmu itu,, ucap zayn yang masih belum mengerti ucapannya dari dokter haris, "


"sabar brother,, jangan langsung sensi seperti itu,aku jadi takut melihatmu,, baiklah,, dia hanya mengalami kelelahan dan juga sepertinya dia belum makan sama sekali makanya bandannya lemas dan tenaganya juga masi lemah,, ucap dokter haris sambil memasukkan alat² periksanya ke dalam tas, "


"apa,, dia belum makan, zayn terdiam mendengarkan ucapan dokter haris, "


",siapa dia,, kenapa aku baru melihatnya di mansion mu,, ucap dokter haris yang bingung melihat keberadaan nameera,"


"dia istriku,, jawab zayn dengan santai dan beralih duduk di samping nameera,, "


dokter haris menganga tak percaya apa yang di ucapkan oleh zayn kepadanya, "hey brother jangan bercanda aku serius bertanya padamu, "ucap dokter haris yang berdiri di hadapan zayn, "


",apakah aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda,, ucap zayn yang langsung memegang tangan nameera,"

__ADS_1


dokter haris menelusik wajah zayn dan tak menemukan kebohongan,,


"tapi waktu di rumah sakit kau bilang dia pembantumu dan sekarang kau bilang dia istrimu, sebenarnya siapa dia "


zayn hanya mengangkat bahunya,, acuh akan apa yang di ucapkan oleh dokter haris,, "baiklah kau boleh pulang sekarang",ucap zayn yang sudah berdiri di depan dokter haris, "


"sloww, brother,, nadamu itu seperti orang yang mengusir,, apakah kamu tidak rindu padaku, "ucap dokter haris dengan nada mengejek, "


"ohhh,, ternyata kamu itu sudah lelah punya leher tertanya,, "ucap zayn yang sudah siap melayangkan bogemannya, "


zayn duduk di samping nameera sambil terus menatap wajah nameera yang terlihat sangat pucat,, "maafkan aku,, lirih zayn sambil mencium punggung tangan nameera,"


zayn tak mengingat bahwa di ruang tengah ada ibu dan saudari tiri nameera yang menunggunya dari tadi,,


"dokter bagaimana keadaan anak saya,, ucap ibu tiri nameera yang melihat dokter haroa keluar dari kamar zayn, "

__ADS_1


"oh,, ternyata ini mertuanya zayn tapi kenapa wajahnya tidak asing bagiku,, "oh itu,, kaka ipar dalam keadaan baik² saja hanya butuh istirahat yang cukup saja,,baiklah saya mau pulang dulu permisi,, ucap dokter haris sambil melangkah keluar dari pintu mansion, "


"apa perlu kita melihatnya ma,, ucap ashila yang sudah geram karena di tinggal begitu lama oleh zayn,"


"tentu saja sayang,, dan ingat kamu harus bisa menggoda zayn supaya dia menjadi milikmu,, "ucap ibu tiri nameera sambil berbisik ke telinga ashila anaknya, "


"jangan hawatir,, rencana sudah aku siapkan tinggal kita melakukan misinya saja, aku yakin sebentar lagi zayn akan menjadi milikku seutuhnya, ucap ashila dengan percaya diri, "


pak mus menghidangkan minuman dan beberpa cemilan di atas meja tempat duduk dua orang itu,,


"apakah boleh kami menjenguk nameera pak,, ucap ibu tiri nameera dengan lembut, "


pak mus tak menjawab pertanyaan ibu tiri nameera melainkan pak mus meninginggalkan dua orang itu tanpa sepatah katapun,,


pak mus memijakkan kakinya di depan pintu kamar tuan zayn ,,

__ADS_1


__ADS_2