
zayn merasa frustasi, hasratnya yang sudah menggebu tak dapat ia salurkan, adik kecilnya yang sudah menegang sejak tadi harus ia tenangkan sendiri, zayn meninggalkan nameera dan ia beranjak ke kamar mandi,
"akh sial, gagal lagi, "ucap zayn di depan cermin kamar mandi sambil neremas rambutnya dengan kuat, ia harus kembali bermain solo agar adik kecinya kembali tenang seperti semula
sedangkan di atas ranjang nameera merapikan kembali piyama yang sudah terlihat sangat kusut akibat ulah suaminya itu, ", heh" nameera hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil merapikan pakaiannya,
zayn sudah keluar dari kamar mandi dan melihat nameera masih duduk di atas ranjang sambil bersandar, "sayang kau belum tidur, "ucap zayn yang sudah mendekat ke arah nameera
nameera tak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya, zayn sudah naik dan sekarang berada tepat di sisi nameera,
"maaf, "nameera kemabali meminta maaf pada zayn,
"sayang kau tak perlu minta maaf, aku yang salah seharusnya aku bertanya terlebih dahulu, baru aku melakukannya, " ucap zayn yang sudah menggenggam tangan nameera
__ADS_1
"sekarang tidurlah, tapi biarkan aku memelukmu, " ucap zayn yang berhasil kembali membuat rona merah di pipi nameera,
zayn menjatuhkan nameera dalam pelukannya, zayn memeluk nameera dengan posesif, nameera hanya diam, tak di pungkiri sebernya nameera merasa risih dengan perlakuan zayn seperti ini, namun tekadnya sudah bulat untuk mengikuti semua alur permainan zayn,
"tasku tertinggal di ruang kerja anda, "ucap nameera yang masih Setia di pelukan zayn,
"oh ya, " jawab zayn dan nameera hanya mengangguk saja,
"ya sudah besok sebelum berangkat kuliah kita ke kantorku sebentar mengambil tasmu, " ucap zayn yang makin erat memeluk nameera
malam ini walaupun zayn tak mendapatkan jatahnya, tapi ia senang karena ini kali pertama baginya dan nameera saling berbicara, seulas senyuman terlihat di bibir zayn,
"Baiklah sekarang tidur ya, "ucap zayn yang sudah melonggarkan pelukannya,
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa tidur dalam keadaan seperti ini, "gumam nameera yang sudah memejamkan matanya tapi fikirannya masih mengingat kejadian yang baru saja terjadi,
"apa aku berdosa ya melakukan hal seperti tadi, jika aku berdosa ku mohon kepadamu ya allah, maafkan hambamu ini, eh tapi diakan suamiku" ucap nameera di dalam hati,
padahal zayn sudah resmi menjadi suaminya, jadi apapun yang di lakukan zayn terhadap tubuhnya ya sah sah saja,
lama nameera bergulat dengan fikirannya, sampai nameera tak tau jika zayn sudah tertidur terlebih dahulu, ia menatap wajah suaminya itu dalam dalam dan fikirannya kembali ke teman²nya,
"Bagaimana jika suatu saat mereka tahu aku sudah menikah, apa yang harus aku lakukan, dan apa yang akan aku katakan kepada mereka semua, "gumam nameera yang mengingat betapa baiknya ketiga sahabatnya itu,
selama ini nameera sengaja menyembunyikan semua permasalahannya di hadapan ketiga sahabatnya itu, ia tak mau jika masalahnya menjadi bahan fikiran sumua sahabatnya,
"rasya, " tiba² nameera mengingat nama rasya, ya, sudah satu minggu ini nameera tidak masuk bekerja dan ia juga lupa untuk memberi tahu rasya akan keberhentiannya bekerja, " astaga kenapa hal sepenting ini bisa aku lupakan, "nameera merasa cemas,
__ADS_1
like ya readers,mohon di maafkan jika alurnya menjadi berantakan dan tidak sesuai dengan ke inginan para readers,
mohon di like gays like like,jangan lupa vote dan coment,ok