Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
121


__ADS_3

kini iriana sudah tiba di tempat rumah kosong di tempat ashila sudah di bekap oleh anak buah Jack,


dengan segera Jack langsung memasang masker Dan kaca mata hitamnya, begitupun dengan semua anak buah Jack mereka sudah berpencar,


"untuk apa anak itu datang ke mari, " ucap iriana sambil terus berjalan menyusuri rumah kosong yang sangat sepi itu,


iriana mengambil ponselnya di dalam tas niat hati untuk menghubungi ashila,


tut,


tut,


"sial kenapa ponsel anak itu tidak aktif, " ucap iriana sembari memasukkan kembali ponselnya,


"di saat genting seperti ini bisa bisanya anak itu bermain petak umpet " irian terus meracau sambil melangkahkan kakinya mulai memasuki rumah kosong di hadapannya,


"ashila, " teriak iriana dengan suara kencang karena ia tak kunjung melihat ashila,


"dimana anak itu, " iriana terus saja berjalan memasuki rumah kosong hingga ke dalam dalamnya,


"hey, ashila, " teriak iriana kembali,


ashila Yang mendengar namanya di panggil berusaha berteriak namun sayang kini mulutnya sudah di bekap sehingga ia tak bisa bersuara,

__ADS_1


"maa, mama, tolong ashila ma, " ashila hanya bisa membatin tanpa bisa mengeluarkan suaranya,


"sial, siapa mereka sebenarnya, " batin ashila


niat hati ingin menjebak namun sayang ia malah terjebak dengan permainannya sendiri,


"Jangan jangan anak itu telah membohongiku, awas saja kau ashila," geram iriana kemudian ia berjalan berbalik memilih untuk pergi meninggalkan rumah kosong tempat kakinya berpijak saat ini,


namun belum sampai beberapa langkah mulut iriana sudah di bekap Dan matanya kembali ditutup,


irian hanya bisa memberontak tanpa bisa memberi perlawanan, "ikat, " tutur Jack pada anak buahnya


kini tubuh iriana sudah terikat, matanya sudah di tutup namun bekapan di mulutnya sudah di buka, begitupun dengan ashika mulutnya yang tadi di tutup kini di buka kembali,


Jack membuka masker Dan kaca matanya, ia tersenyum miring "apa yng kau tanam itu yng akn kau tuai nyonya, " batin jack kemudian meninggalkan beberapa orang yang ia sudah ikat,


"mama, hiks," kini tangis ashila sudah pecah,


"kenapa kamu bisa di sini juga ,"tanya iriana pada anaknya


ashila menggeleng, dan mulai menceritakan idenya yang aka menculik nameera namun sayang ia malah terkena jebakannya sendiri,


"dasar bodoh, mama sudah peringatkan kamu untuk hati hati, sekarang lihatlah perbuatan mu ini," iriana sudah semakin geram namun ashila hanya bisa menangisi nasibnya saat ini,

__ADS_1


jack segera mengambil ponselnya dan langsung menghubungi tuanya,


drt,,


drt,,


zayn yang masih terlelap sambil mendekap istrinya kini harus terbangun karena mendengar ponselnya yang berdering,


"mengganggu," ucap zayn namun ia tetap meraih ponselnya dan melihat siapa orang yang telah berani beraninya menghubungi dirinya di saat seperti ini,


"jack," ucap zayn dan ia langsung menjawab panggilan yang masuk ke dalam ponselnya


"tuan, semua target sudah di amankan," ucap jack memberikan informasi kepada tuannya,


"Bagus, aku akan ke sana sekarang juga," ucap zayn dan langsung memutuskan sambungan ponselnya


"cup, " kini zayn memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah sang istri, " aku akan pergi sebentar istirahatlah, " ucap zayn sedangkan nameera ia masih asik terlelap,


zayn langsung bangkit dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan sisa sisa percintaannya bersama sang istri,


dengan segera kini zayn sudah mengganti pakaiannya dengan serba hitam, "tunggu aku, " ucap zayn sambil tersenyum tipis,


sebelum berangkat zayn kembali mendekat ke arah istrinya dan kembali memberikan kecupan bertubi tubi di wajah nameera,

__ADS_1


__ADS_2