Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
136


__ADS_3

beruntung fitri sigap menangkap tubuh nameera,"astaga, " fitri terkejut, netra zayn membulat dan dengan sigap ia berlari ke arah nameera dan mengambil alih tubuh istrinya dari fitri,


"sayang, hey, " zayn menepuk pipi nameera, wajah istrinya terasa dingin dengan segera ia mengangkatnya,


"haikal, " panggil zayn dan dengan sigap haikal langsung berlari ke arah mobil tuannya dan dengan gerak cepat ia membuka pintu mobil untuk tuannya,


zayn memasuki mobil dan membaringkan nameera dengan berbantalkan pahanya, "sayang hey," zayn kembali menepuk pipi nameera,


mobil melaju dengan kecepatan penuh, haikal mengendarai mobil dengan lincah, tak membutuhkan waktu lama kini mobil zayn sudah berhenti di depan sebuah rumah sakit internasional tempat dokter haris bekerja,


dokter haria yang memang susah di hubungi sebelumnya oleh sekertaris haikal langsung mengambil brangkar dan nameera langsung di baringkan di atas sana oleh suaminya.


"sayang, " zayn sudah hawatir setengah mati bisa gila jiwanya jika istrinya itu kenapa kenapa,


"tunggu di luar, " ucap dokter haris saat audah berada di ambang pintu UGD.


"NO, " bentak zayn,

__ADS_1


"Men, lu ga bisa seenaknya lu harus.. " belum sempat dokter haris meneruskan ucapannya zayn malah nyelonong masuk ke dalam.


"kelua,, "


"lu inget, detik ini juga gue tatik semua aset habis lu, " lagi lagi zayn memotong ucapan dokter haris dengan kalimat keramatnya, dan yah dokter haris langsung terdiam seketika itu


"lu bosnya dan lu pemenangnya, " ucap dokter haris dan berjalan ke arah nameera yang sudah di tangani oleh seorang dokter perempuan yang bertag name melysha.


baru saja dokter haris mau memegang tangan nameera zayn sudah menatapnya dengan tatapan super tajam, " jangan coba coba haris, " teriak zayn menggema di dalam ruang UGD bahkan dokter melysha dlterjingkit kaget akibat teriakan zayn,


"gue cuma mau periksa istri lu begok, " setelah berucap dokter haris memundurkan langkahnya ke belelakang, bisa mati dirinya jika terus berdiri di samping istri si penguasa itu,


"buta, " bahkan kini dokter haris meraba matanya sendiri akibat mendengar ucapan zayn.


"lu liat di sana sudah ada dokter perempuan dan lu ga usah sentuh sentuh istri gue, " dokter haris langsung membuang pandangannya setelah mendengar ucapan zayn,


"posesif, " gumamnya dokter haris dan langsung melihat dokter melysha yang tengah memeriksa nameera.

__ADS_1


"Bagaimana, " tanya zayn dengan raut wajah yang sudah pias rasa hawatirnya sudang sangat mendominan.


sedangkan dokter melysha ia tersenyum, zayn yang melihat itu semua menjadi bingung, ingin marah namun ia sadar di hadapannya saat ini adalah seorang perempuan,


"mari tuan sebaiknya kita duduk dulu, " ucap dokter melysha dan langsung duduk di kursi pojokan.


zayn mengikuti langkah dokter melysha dan duduk di depannya,


masih dengan senyuman, " istri anda tidak apa apa, dia butuh istirahat yang cukup karena sekarang dia tidak sendiri, " zayn masih belum mencerna ucapan dokter melysha dengan baik


"dalam artian istri tuan saat ini tengah mengandung, " cecer dokter melysha dengan senyuman di bibirnya,


"apa, " zayn terkejut dan tanpa mau mendengar ucapan dokter melysha lagi zayn segera mendekati istrinya yang masih berbaring dengan mata yang tertutup,


"sayang, " bisik zayn, kini bibirnya sudah mendaratkan kecupan di setiap inci wajah istrinya,


"makasi, " senyum bahagia zayn, ia tak bisa menutupi rasa bahagia serta harunya.

__ADS_1


ia akan segera menjadi seorang ayah, kini jiwanya menghangat penantiannya membuahkan hasil, enggh, Nameera melenguh karena di dalam tidurnya ia merasakan rasa berat di tubuhnya.


__ADS_2