Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
98


__ADS_3

cup,


zayn mendaratkan kecupannya di kening nameera, ia membenarkan selimut nameera Dan beranjak turun dari atas ranjang dengan dangat pelan,


zayn memasuki kamar mandi untuk membersihkan bandannya Yang sudah sangat lengket akibat permainan panas bersama istrinya di siang hari ini,


zayn tersenyum sambil terus menggosok tubuhnya di bawah guyuran shower, selesai dengan ritual mandinya zayn keluar dari kamar mandi Dan berjalan ke arah ruangan khusus untuknya mengganti baju,


di liriknya naneera Yang masih setia memejamkan matanya, sambil meringkuk di bawah balutan selimut tebal, seakan enggan meninggalkan isttinya begitu saja zayn kini mendejat ke arah nameera Dan kembali mencium kening nameera dengan sedikit Lama,


"tidurlah, aku mencintaimu, " ucap zayn sambil berjalan menuju ruang kerjanya,


zayn baru saja duduk di kursi kebesarannya sambil memeriksa berkas yang ada di atas meja kerjanya untuk di bubuhi tanda tangan,


sekertaris Lisa masuk ke dalam ruangan zayn setelah ia mengetuk pintu Dan di izinkan masuk,


menyerahkan berkas Yang ada di tangannya untuk di tanda tangani oleh zayn, sementara sekertaria lisa terlihat sibuk menatap ke arah zayn yang menerutnya sangat berbeda siang hari ini,

__ADS_1


"apa yang berbeda dari presdir ya," gumam lisa dengan pandngan mata menelusik ke arah zayn yang terlihat sibuk membolak balik berkas yang di bawa oleh lisa,


"Rambut basah, tumben sekali," lisa menggedikkan bahunya merasa masa bodoh,


setelah mendapatkan kembali berkasnya lisa langsung keluar dari ruang kerja milik zayn,


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


hari ini ashila dan mamanya sudah di perbolehkan untuk pulang oleh dokter, ashila di bantu dongkrang untuk bisa berjalan akibat patah rulang yang ia derita di kakinya,


"sabar sayang ini hanya sementara," ucap iriana sambil menggandeng sebelah tangan ashila,


taxi online yang mereka tumpangi kini telah melesat meninggalkan halaman rumah sakit, membelah jalan raya


mereka berdua telah sepakat untuk pulang ke mansion milik zayn,


"yakin ma, kita ga bakal di usir kalau kita tiba tiba ada di manasionnya," ashila terlihat gusar takut jika kejadian sebelumnya akan menimpa merek berdua lagi,

__ADS_1


"kamu tenang saja sayang, mama yakin zayn tidak mungkin melakukan itu mengingat kondisi kita yang seperti ini," ucap iriana dengan nada yang sangat meyakinkan,


"baiklah kalau begitu, tapi ashila ga mau tanggung resiko ya," ucap ashila dan langsung mendapatkan anggukan dari iriana mamanya


"kan mama udah bilang kamu tenang aja," keyakinan yang sangat luar biasa wahai iriana,


kini taxsi online itu telah berhenti tepat di depan gerbang yang menjulang tinggi ke atas dengan para penjaga yang sangat banyak sekali,


ashila dan mamanya turun dari taksi dengan senyum lebar yang mereka berdua buat buat, para penjaga tetap ramah dan sopan saat berbicara dengan mereka bersua,


"maaf nyonya, anda perlu apa kemari," ucap jack salah satu pengawal pribadi di mansion milik zayn, mengingat mansion masih kosong karena tuannya sedang berada di perusahaan maka dari itu lebih baik jack bertanya terlbih dahulu, dn itu memang titah dari tuannya,


"kami berdua mau masuk, jadi tolong gerbangnya untuk di buka," titah iriana dengan nada sopan



cocok ga nih kalau jadi babang tampan zayn

__ADS_1


__ADS_2