Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 57


__ADS_3

sampai di halaman mansion Nameera merasa enggan untuk menatap zayn, walaupun zayn berkali kali bahkan ribuan kali meminta maaf pada dirinya,"sayang, apa kau masih marah padaku, hem, "ucap zayn dengan tatapan Yang mempesona, tetapi malah membuat nameera merasa jijik dengan perubahan sikap zayn kepada dirinya.


"ayolah tuan kembali seperti anda Yang dulu, aku menyukai saat anda berlaku kasar terhadapku, bukan malah seperti ini aku jadi jijik mendengarnya, "gumam nameera sambil tetap duduk di kursi mobil samping zayn.


zayn mendekatkan wajahnya ke arah nameera sontak membuat nameera memundurkan badannya ke belakang, sifbelt nameera belum terbuka sedangkan zayn sudah membuka sifbelnya terlebih dahulu.


"aku tidak akan macam² aku hanya ingin membukakanmu ini, " ucap zayn zambil menunjuk ke arah sifbelt.


"degh, degh, jantung nameera bergemuruh "syukurlah, ku fikir dia akan macam²,"gumam nameera sambil memegangi dadanya,


zayn Yang sudah keluar dari dalam mobilnya, langsung berjalan ke arah nmeera Dan langaung membukakan nameera pintu untuknya keluar dari dalam mobil,


"silahkan istriku sayang, "ucap zayn dengan suara Yang sangat manis dan tatapan Yang menggoda

__ADS_1


Nameera menatap lurus ke depan tanpa menghiraukan zayn Yang sudah report² membukakan pintu mobil untuknya, zayn terlihat geram dengan perlakuan nameera kepada dirinya, akhirnya memasukkan kepalanya ke dalam mobil Dan langsung saja menggendong nameera,


"Lepasakan apa Yang anda lakukan, " nameera memberontak di dalam gendongan zayn


"Diamlah, nanti kamu bisa jatuh, " ucap zayn Yang terus menggendong nameera masuk ke dalam mansion.


sedangkan tuan Narendra Yang sudah bangun dari tidurnya, memilih turun ke ruang tengah sambil mengotak atik ponsel miliknya, dan tuan narendra hanya tersenyum kala melihat dua pasangan itu, "ternyata kau bisa romantis juga zayn, "ucap tuan Narendra sambil cengir melihat kelakuan zayn,


"paman, " zayn kaget karena ia baru ingat bahwa pamannya itu sudah sampai di mansionnya.


"aku tak perlu report menanyakan kabarmu kan karena aku lihat kau sangat baik Dan sangat sehat, " ucap tuan Narendra sambil menepuk bahu zayn.


zayn tak menjawab dia hanya cengir sambil memperlihatkan deretan giginya Yang rapi Dan putih.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu menantuku, "ucap tuan Narendra Yang langsung duduk di samping nameera.


Nameera bengong kala mendapatkan pertanyaan dari tuan Narendra, "menantuku, " gumam nameera sampai ke persekian detik nameera tak menjawab, zayn langsung menepuk bahu nameera


"kenapa kau melamun, 'ucap zayn Yang mengagetkan nameera.


"ka-barku ba,, baik tuan, "ujar nameera terbata Karen gugup atau mungkin takut. nameera meremas jari² tangannya karena tak biasa dalam keadaan seperti ini.


"Tuan,, hahaha, sayang aku ini pamannya zayn, untuk apa kamu memanggilku tuan, "ucap tuan Narendra sambil mengangkat dagu nameera Yang terlihat menunduk.


"panggil aku paman, seperti zayn memanggilku, kamu sekarang adalah bagian dari keluarga kami, Dan kamu itu bukan pembantu di rumah ini, mengerti, "ucap tuan Narendra Yang dijawab anggukan oleh nameera.


"lebih baik kamu istirahat dulu, "ucap zayn Yang memegang bahu nameera,

__ADS_1


Sebenarnya nameera merasa risih mendapatkan perlakuan seperti ini, dimana zayn dengan seenaknya memegang tangan nameera, mencium tanpa ada pemberitahuan terlibih dahulu, menggendong nameera di keramain orang sungguh nameera ingin melihat zayn Yang dulu.


__ADS_2