Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
Bdrs 60


__ADS_3

"kalau mau enak enakan ya di dalam kamar ga usah disini, liat tuh ada anak gadis yang belum nikah, ucap tuan narendra sambil menunjuk ashila,


zayn hanya cengir mendengar ucapan pamannya itu, dan dia segera melepaskan tangannya dari tubuh nameera, seakan zayn tak menghiraukan ke datangan dua orang itu, karena zayn hanya sibuk menggoda istri cantiknya itu,


tak banyak yang mereka obrolkan, akhirnya ashila dan mamanya memutuskan untuk pulang, sebenarnya ashila ingin sekali berlama lama di mansion zayn, namun apa daya saat dirinya ingin menginap semua kamar sedang di renovasi kata zayn, jadi mau tak mau mereka akhirnya pulang,


"Baiklah zayn ini sudah larut malam mama pulang dulu ya,"ucap mama tiri nameera sambil bangkit dari duduknya dan di ikuti ashila,


zayn hanya tersenyum lalu bangkit dari duduknya di ikuti nameera, mereka berjalan menuju luar mansion untuk mengantar kepulangan keluarga nameera, sekaran zayn tak segan mencium dan merangkul nameera walaupun pemberontakan dan penolakan dari nameera yang dia dapatkan,


"kurang ajar, nameera sengaja menggoda zayn di depanku ma, "rengek ashila terhadap sang mama, dia tak suka dengan apa yang dia lihat di mansion zayn,


"sabar sayang masih banyak cara yang akan kita lakukan untuk menyingkirkan wanita sialan itu dari sisi zayn, " ucap sang mama sambil tersenyum sungging,

__ADS_1


"lepaskan, "nameera menghempaskan tangan zayn dan langsung berlari menuju kamar, nameera harus terpaksa tidur di dalam kamar milik zayn selama ini, karena setalah kejadian dirinya dan juga zayn, ditambah lagi setelah zayn mengetahui kebenaran tentang nameera yang bukan anak kandung mama iriana, zayn sengaja menyuruh para maid untuk selalu mengunci semua kamar terutama gudang, agar nameera tak bisa kembali tidur di sana,


semua rencana sudah zayn siapkan dengan matang, sehingga nameera mau tak mau harus satu kamar dengan zayn, "akh kurang ajar sekali si tuan zayn itu, "ucap author yang menulis novel ini.


"sini zayn, "ucap tuan narendra sambil menepuk sisi sofa di sampingnya,


tak banyak basa basi zayn langsung mendekat dan duduk di samping pamannya itu,


"maksud paman, "zayn juga ikut menatap sang paman,


"apa istrimu sudah hamil, "tuan narendra kembali menatap ponselnya setelah lama menatap wajah zayn,


"heh, "zayn menghembuskan nafasnya kasar,

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa membuahkan hasil, aku saja baru melakukannya hanya sekali dengan istriku, "ucap zayn yang terlihat prustasi mengingat di mana dia merenggut kesucian istrinya dengan paksa, jujur zayn sangat menyesali perbuatannya itu, namun dia juga sedikit senang karena dia orang yang pertama bagi istrinya,


dan tak bisa dipungkiri saat itu nameera terlihat syok dengan kejadian itu, namun dia juga tak bisa berbuat apa²,


"hahaha, zayn, zayn, aku tak habis fikir denganmu, bisa²nya kau menyianyiakan makanan enak di depan matamu, "tuan narendra tertawa geli mendengar jawaban keponakan tersayangnya itu.


"sebenarnya aku sedikit menyesal saat melakukan itu dengan istriku, "ucap zayn sendu sambil menundukkan pandangannya,


tuan narendra menautkan alisnya merasa bingung dengan ucapan zayn, "kenapa kamu berbicara seperti itu zayn, "tuan narendra menepuk bahu keponakannya,


"iya, aku memberinya obat kontrasepsi setelah kami melakukannya, "zayn terus menceritakan masalahnya dari awal sampai akhir,


sapasang mata yang berada ditengah² tangga membulatkan matanya dengan pendengaran yang ia dengar, wanita itu adalah nameera ia tak sengaja mendengar obrolan paman dan keponakannya itu, nameera tak tahan akhirnya ia kembali masuk menuju kamar sambil memegang dadanya yang terasa berdenyut.

__ADS_1


__ADS_2