
jam sudah menunjukan angka makan siang semua pegawai kantor, begitu juga dengan nameera dengan sahabat sahabatnya,
mereka berempat sudah siap siap untuk bergegas menuju kantin kantor untuk melaksanakan makan siang mereka, baru setengah hari mereka bekerja, rasa lelah sudah menghampiri tubuh mereka semua,
zayn keluar dari ruangannya, niatnya mencari keberadaan istri tercintanya, namun saat keluar dari dalam lift zayn sudah melihat nameera berjalan bersama sahabatnya,
"mau kamana dia, " gumam zayn, dan langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jas mahal miliknya,
drtt,,
ponsel nameera berdering di genggamannya, nameera. melihat siapa yang telah menghubungi dirinya,
"suamiku,,
"ckk, untuk apa dia menghubungiku, " gumam nameera sambil terus memandangi layar ponselnya yang masih berdering,
nameera ingin sekali mengabaikan panggilan itu, namun nyalinya tak sebesar itu, maka dengan terpaksa ia menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan suamibya itu,
"berani melangkah, selangkah saja maka lihat apa yang aku lakukan," ucap zayn lalu memutuskan sambungan telponnya,.
__ADS_1
nameera diam mematung tak melanjutkan jalannya, "hey, lu kenape kok bengong, " ucap Fitri sambil menepuk bahu nameera,
"ehh, gapapa, kalian duluan aja ya, " ucap nameera
" emang lu kenapa, tadi semangat banget kayanya, " ucap Fitri sambil memperhatikan nameera,
"gapapa, tiba tiba pala gue pusing banget, kalian duluan aja, " ucap nameera bingung mencari alasan agar ketiga sahabatnya itu mempercayainya,
zayn yang memperhatikan interaksi nameera hanya bisa tersenyum, ia yakin pasti nameera sedang menolak sahabatnya itu untuk ikut bersama mereka,
"lu beneran, " tadi baik baik aja perasaan, " ucap Andre yang kini sudah berada tepat di hadapan nameera,
"sialan, " geram zayn
" ya gue juga ga tau, ini tiba tiba aja datengnya, ya udah kalian jalan aja nanti jam istirahatnya keburu habis lagi, " ucap Nameera sambil mendorong tubuh Andre agar sedikit menjauh,
"ya udah, tapi lo mau nitip apa, " ucap dilla
"ga ada, " ucap nameera
__ADS_1
akhirnya mereka bertiga pergi meninggalkan nameera menuju kantin, sedangkan nameera masih diam mematung di tepatnya,
tanpa dia sadari zayn sudah berada tepat di belakangnya sambil berbisik di telinga nameera,
"sayang, " nameera terkejut saat mendengar bisikan halus zayn yang tepat di telinganya,
nameera langsung membalikkan badannya, dan betapa terkejutnya dia saat pandangannya langsung bertemu dengan pandangan zayn,
nameera menundukkan pandangannya, dan tanpa basa basi zayn langsung menarik lengan nameera untuk mengikuti langkahnya,
nameera mencoba menghempaskan tangannya agar terlepas dari cengkraman tangan zayn, " shht,, diamlah kalau tidak aku akan menciummu disini, " nameera diam seketika dan zayn langsung menuntunnya masuk ke dalam lift,
di dalam lift zayn tak menyia nyiakan keadaan, ia mengungkung nameera sambil kedua tangannya menyangga dinding lift, "kenapa kau tak memberi tahu suamimu kalau kau akan magang disini hem, " ucap zayn yang kini sudah memandangi wajah nameera,
"i,, itu, " belum sempat nameera menjawab zayn sudah lebih dahulu mencium bibir ranum milik nameera ,
nameera mencoba mendorong dada zayn dengan tangannya, namun itu mustahil karena sama sekli zayn tak berpindah posisi,
zayn masih dengan kegiatannya, ciuman itu belum terlepas sampai akhirnya nameera ter engah engah karena kehabisan oksigen,
__ADS_1
zayn mengusap bibir nameera yang sedikit bengkak karena ulahnya itu, "manis, " ucap zayn dan pintu lift terbuka zayn kembali memegang lengan nameera dan membawa istrinya itu ke dalam ruangannya,