Buah Dari Rasa Sabar

Buah Dari Rasa Sabar
97


__ADS_3

zayn kembali menarik nameera hingga kini tubuh nameera sudah berada di bawah kungkungan zayn,


"ingat satu hal ini, aku tidak butuh dirimu untuk menjadi pintar, aku tidak butuh dirimu yang mempunyai gelar, aku hanya ingin kamu selalu ada di dekatku dan tidak pernah meninggalkanku, " ucap zayn sambil mencium pucuk kepala nameera,


"tapi aku butuh akan semua itu, " ucap nameera memberanikan diri,


zayn kini ikut berbaring di samping nameera, sambil sebelan tanganya ia jadikan sebagai bantalan kepalanya dam satunya lagi ia gunakan untuk mengelus rambut istrinya,


"kau tahu, sepintar apapun dirimu kau akan tetap menjadi istriku, dan untuk menjadi istriku kau tak perlu repot untuk menjadi pintar, " ucap zayn mengulangi kata katanya,


heh, " menghela nafasnya nanrera bangkit dan duduk di samping zayn sambil memandangi suaminya,


"aku harus mendapatkan gelar itu dan aku harus menjadi pintar, dan satu hal lagi aku telah bekerja keras untuk mendapatkan semua ini jadi ku mohon jangan mencegahku, " ucap nameera ingin turun dari ranjang untuk kembali ke ruang kerjanya,


melihat pergerakan nameera yang akan turun zayn tak membiarkan itu, ia kembali menarik tangan nameera sampai terjerambat dan terjatuh kembali ke atas ranjang,

__ADS_1


zayn kembali mengungkung tubuh nameera di bawahnya, di belainya rambut istrinya dengan penuh kasih sayang,


jantung nameera sudah berdetak tak karuan ia membuang pandangannya kesana kemari agar tak terhindar dari tatapan suaminya,


"lihat aku sayang, " ucap zayn, wajahnya sudah membendung hasrat,


nameera masih saja membuang pandangannya ke segala arah, tubuhnya sudah panas dingin walaupun kulit mereka berdua sering bersentuhan,


zayn mengusap peluh yang sudah membanjiri kening istrinya, "terserah kau saja tapi ingat jangan pernah macam macam terhadapku, " tangan zayn sudah nakal ia menaikkan tangan nameera dan menahannya menggunakan tangan kekarnya,


tangan yang satunya juga tak tinggal diam, ia kembali membuka kancing kemeja nameera bahkan tanpa sadar kancing itu kini sudah terlepas dari tempatnya,


"kenapa hem, " ucap zayn menyeringai kancing kemeja nameera sudah terbuka semua bahkan kini kancing itu sudah tak terlibat


nameera ingin memberontak namun apalah daya tubuhnya sudh di kunci semua oleh zayn, zayn sepertinya sudah tak sabar hasratnya sudah tak bisa ia tahan,

__ADS_1


"bolehkan sayang, " tanya zayn sambil tersenyum mesum,


"jangan, aku harus kembali ke ruanganku pekerjaanku masih banyak, " ucap nameera tubuhnya sudah bergetar, keringat dingin sudah bercucuran kembali,


"kau adalah istriku, dan ini adalah perusahaanku, dan kau tahu sebanyak apapun kau menolakku aku tidak peduli sayang," ucap zayn memulai aksinya mencium setiap inci wajah nameera,


"jangan," lagi lagi nameera menolak,


"apa aku harus mendengarkanmu, " zayn acuh akan penolakan nameera malahan sekarang aksinya sudah sangat liar, ia mengobrak abrik pakaian nameera hingga istrinya itu sudah telanjang bulat,


zayn tersenyum penuh kemenangan di saat nameera sudah tak bisa berbuat apa apa, tanpa menunggu lama ia pun membuka seluruh pakaiannya,


"kita akan mulai sayang," ucap zayn dwngan suara penuh hasrat,


nameera mencoba menutup aset berharganya dengan tangannya, "jangan ini masih jam kerjaku," lagi lagi nameera mencoba membujuk suaminya itu,

__ADS_1


"heh, " zayn menghembuskan nafasnya hasratnya sudah ada di ujung tanduk dan tak bisa lagi untuk ia tahan,


zayn masa bodoh dengan penolakan nameera, ia mengangkat kedua paha istrinya dan mulai menyatukan dirinya, dan terjadilah siang hari itu dengan penuh ******* dan peluh keringat di bawah rungan ber ac,


__ADS_2