
zayn dan Nameera sudah memasuki lobby kantor, semua mata pegawai memandangi mereka berdua yang berjalan beriringan, zayn melirik nameera sambil tersenyum,
"wah jarang jarang gue liat pak presdir senyum kaya gitu ke cewek, "bisik bisik para pegawai kantor,
zayn tak menghiraukan pandangan para pegawainya, ia hanya memandang sekilas ke arah nameera lalu tersenyum kembali, zayn ingin meraih tangan nameera untuk ia genggam, namun Buru Buru nameera membawa tangannya ke belakang,
zayn menghentikan langkahnya di depan nameera saat mereka berdua sudah berada di depan pintu lift, "kenpa, "ucap zayn yang kesal karena lagi² nameera menolak dirinya, nameera hanya menggeleng dan menundukkan pandangannya,
fikirannya tentang malam dimana dirinya di cumbu oleh zayn terus terbayang dan menghantui fikirannya, "akhh, rasanya aku ingin mati saja, "gumam nameera dalam hatinya, tak terima apa yang dilakukan dirinya malam itu,
"thingg, "
pintu lift terbuka zayn dan nameera langsung masuk, "degh, "jantung nameera berdetak kencang kala zayn mendekatkan badannya ke arah nameera, jarak mereka sangatlah dekat bahkan tak ada jarak di antara mereka berdua, "ya allah apa yang dia mau lakukan terhadapku, lindungi hambamu ini dari macan yang ganas ini yaallah, ' nameera berdoa di dalam hati sambil memejamkan matanya, tangannya tak henti hentinya meremas ujung baju yang ia gunakan,
__ADS_1
"tatap aku sayang, " ucap zayn yang mengangkat dagu nameera,
Nameera tetap memejamkan matanya, tak mau mengikuti ucapan zayn yang menyuruhnya membuka matanya, "jika kau tak mau membuka matamu, maka aku akan menciummu sekarang juga, " ucap zayn yang sudah menyeringai.
mata nameera langsung membulat sempurna, pandangan mereka berdua bertemu, "oh tuhan apa lagi yang akan terjadi, "gumam nameera yang sudah gemetaran, bibirnya ia tutup rapat² takut zayn akan menciumnya,
"Bagus, " ucap zayn yang sudah tersenyum, "kenapa menolakku, " ucap zayn yang terus mengangkat dagu nameera tanpa mau melepasnya,
"thingg, "
zayn melepaskan dagu nameera, dan berjalan untuk masuk ke dalam ruangan kebesarannya, yang diikuti oleh istri cantiknya, zayn langsung masuk ke dlm kamar minimalis miliknya, dan mengambil tas nameera yang ada di atas ranjang,
"ini, " ucap zayn yang menyerahkan tas itu ke nameera, "Baiklah saya akan berangkat sekarang ,"ucap nameera yang mengambil tasnya dari tangan zayn,
__ADS_1
"tunggu sebentar, aku akan mengantarmu, " namun belum sempat mengantar nameera sekertaris haikal lebih dulu masuk ke dalam ruangannya,
" maaf presdir, anda harus meeting pagi ini juga " ucap sekertaris haikal dengan sopan,
" gantikan aku, aku akan mengantar istriku dulu ke kampus," ucap zayn yang melangkah keluar,
"maaf, tapi meeting kali ini tak bisa saya wakilkan, berhubung partner kali ini adalah orang yang penting jadi presdir tak bisa sembarangan untuk mewakilkan, " ucap sekertaris haikal yang sudah berkeringat takut jika zayn marah,
"saya bisa pergi sendiri jadi tak perlu di antarkan, "potong nameera, " tak bisa, " ucap zayn dengan nada tegas dan kini melirik ke arah nameera.
"kalau begitu kau yang mengantarkan istriku, " tunjuk zayn ke arah sekertaris haikal,
"maaf juga presdir, saya juga harus melakukan meeting dengan para dewan divisi, " ucap sekertaris haikal yang sudah gemetaran, baru kali ini ia tak bisa melakukan titah presdirnya itu,
__ADS_1
terimakish otor ucapkan untuk para readers yang sudah berbaik hati memberikan like, dan comentnya, jangan lupa di vote juga ya
salam manis dari otor 😘