
pagi hari seperti biasa, nameera sudah tidak terkejut saat mendapati dirinya terbangun dalam ke adaan masih di peluk erat oleh zayn,
mengangkat tangan zayn agar dirinya segera terlepas, namun apa yang dia dapatkan zayn malah semakin erat memeluk dirinya padahal mata zayn sama sekli belum terbuka,
mencoba lagi namun gagal seakan zayn mempunya tenaga lebih di pagi buta seperti ini,
nameera sudh tak tahan ingin cepat cepet ke kamar mandi karena sedari tadi ia sudah kebelet pipis,
akhirnya mau tak mau nameera harus membangunkan se ekor singa yang sudah berubah menjadi se ekor kucing yang sangat lucu yang kini berada di sampingnya itu,
"hey," nameera menepuk pelan pipi zayn, zayn yang mendapatkan pipinya di tepuk akhirnya membuka matanya,
"em," zayn kembali memejamkan matanya
"aku mau bangun," cicit nameera pelan berharap zayn mau melepaskan tangannya,
bukannya menjawab zayn malah tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya,
__ADS_1
"aku kebelet pipis," suara nameera sangat pelan, akhirnya zayn membuka matanya
"morning kiss dulu sayang," ucap zayn sambil tersenyu sedangkan tangannya tak mau lepas dari tubuh nameera
terdiam mematung dan tak bersuara, nameera malah mencoba melepas tangan zayn dengan sepenuh tenaganya namun nihil usahanya hanya sia sia saja,
"cup," kini zayn terlebih dahulu mencium kedua pipi nameera secara bergantian dan melepaskan pelukannya, mendapatkan hal itu nameera segera berlari memasuki kamar mandi,
"jika aku yang menunggumu untuk menciumku, maka ibaratnya aku menunggu pohon itu sendiri yang mendatangkan buahnya kepadaku, lebih baik gerak cepat ya kan," ucap zayn pada dirinya sendiri sambil tertawa,
seperti biasa pagi hari mereka berdua sudah bersiap siap, nameera sudah terlihat cantik dengan balutan pakaian magangnya, sedangkan zayn sudah tampan dengan setelan tuxedo pilihan nameera,
"sayang, hari ini aku yang akan mengantarmu, kita akan berangkat bersama, " ucap zayn saat sudah menandaskn makanannya,
"tidak, " ucap nameera ia hampir saja tersedak oleh makannya,
"kenapa, aku ini suamimu, jangan lupakan itu, " zayn menatap mata nameera tanpa ada kedipan sedikitpun,
__ADS_1
nameera yang mendapat tatapan seperi itu hanya bisa menundukkan kepalanya, " tidak ada yang tau tentang pernikahan kita, jadi jika karyawanmu melihat aku turun dari mobil yang sama denganmu, mereka semua akan beranggapan salah, " ucap nameera sambil kepalanya tetap menunduk,
zayn teringat akan hal itu, "akh sial, ia juga ya, "
gumam zayn
"tapi apa peduliku, " lantang jawaban zayn sangat sangat lantang,
"mungkin anda tidak memperdulikannya tapi tidak dengan ku, jadi ku mohon lihatlah ke adaanku, " ucap nameera dengan matanya kini berani menatap mata zayn,
zayn di buat terdiam oleh ucapan nameera, memang benar apa pedulinya seorang ibnu zayn malik terhadap ocehan orang orang yang menurutnya sangat tidak jelas itu,
"Baiklah tapi kau harus tetap di antar oleh pak gun, " ucap zayn dan langsung mendapat anggukan dari nameera,
kini mobil zayn sudh mendarat sempurna, di depan perusahaannya, para karyawan menunduk menyambut kedatangan presdirnya itu, tak lama setelahnya mobil yang di tumpangi nameera juga mendarat sempurna di depan perusahaan,
melangkahkan kakinya memasuki perusahaan dengan senyum ceria di sambut oleh ketiga sahabat baiknya itu,
__ADS_1
"selamat pagi, " ucap nameera sambil cengir memperlihatkan deretan giginya yang rapi itu,